Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Calon istri


__ADS_3

.


🌸🌸Selamat membaca🤗


.


.


"Bestie,apa yang di maksud Richard,tadi di belakang kalian berdua ada Adit dan dia mendengarkan perkataan dari Richard,perasaanku jadi tidak enak bestie". Ucap Lina berbisik di telinga Dila.


"Aku akan menjelaskan padamu nanti,oh iya apakah Adit masih di belakang kami Na?" Ucap Dila yang juga berbisik di telinga Lina.


"Dia sudah pergi bestie,aku melihat wajahnya memerah seperti menahan amarahnya" ucap Lina berbisik.


"Hei kalian berdua apa yang kalian lakukan? Tanya Richard kepada kedua wanita yang saling berbisik itu.


"Ah kak kau tidak perlu tau urusan anak muda" jawab Lina.


"Ish..ish...ishh apa-apaan ini,masih muda begini malah di bilang sudah tua" ucap Richard sambil menyisir rambutnya kebelakang.


"Ayo kita makan" ucap James menarik Dila pergi meningkalkan Richard dan Lina.


"La tunggu" ucap Lina ingin mengikuti Dila.


"Eits kau mau jadi obat nyamuk ya di antara mereka" ucap Richard sambil memegang bahu Lina berusaha mencegahnya untuk mengikuti mereka berdua.


"Tapi.." ucap Lina merasa kuatir dengan Dila,Richard yang melihat kekuatiran Lina pun berkata.


"Kau tidak usah khawatir dengan temanmu itu,dia baik-baik saja,James akan menjaganya" ucap Richard berusaha meyakinkan.


"Oh iya,sepertinya kau tau banyak tentang James" ucap Lina dengan Jiwa keponya.


"Ya kau betul,aku berteman dengannya sudah cukup lama" ucap Richard.


"Seperti apa dia?" tanya Lina.


"Dia belum pernah sekalipun berpacaran,wanita yang selalu mendekatinya sekalipun tidak pernah James sentuh,dan hari ini kulihat James yang menyentuh sahabatmu itu,dan itu berarti sahabatmu itu telah berada di hatinya,walaupun James belum mengungkapkannya,tapi aku yakin James sudah mencintai sahabatmu itu, Selama aku mengenalnya belum pernah sekalipun ia memperlakukan wanita seperti itu" Ucap Richard menjelaskan panjang lebar.


"Oh begitu yah,syukurlah kalau begitu,aku bisa bernafas lega" ucap Lina mengelus dadanya.

__ADS_1


"Ya ..begitulah,jadi kau tidak usah khawatir" ucap Richard sambil mengelus rambut Lina, membuat Lina berbalik menatap Richard,mereka pun saling menatap.


"Hmm bukankah kita akan makan,ayo aku sudah lapar". ucap Lina lalu pergi ke meja makan,ia merasa malu ditatap oleh Richard.


"Hei tunggu aku Li" ucap Richard dan berjalan mengejar Lina.


Di tempat James dan Dila,


"Dia sudah pergi,kita tidak perlu lagi berpura-pura tuan!" ucap Dila lalu berhenti mengikuti langkah kaki James.


"Kita tidak sedang berpura-pura nona Dila,kau sendiri yang telah mengatakan jika kita adalah sepasang kekasih di depan mantan kekasihmu itu" ucap James dan mendekatkan wajahnya pada Dila.


Dila seketika terdiam seperti patung,gugup yang ia rasakan saat melihat wajah James dari dekat,Dila bisa melihat jelas mata biru dan bibir James yang begitu seksi dan indah menurutnya,rasa-rasanya ia ingin sekali berlama-lama melihat keindahan yang di ciptakan Tuhan.


"Ehemmm eh iitu tadi...aaku tadi cuma berpura-pura saja,jadi jaa..jangan di tanggapi kata-kataku itu" ucap Dila yang sangat gugup sambil mengalihkan pandangannya,ia tidak mau berlama-lama melihat James,bisa-bisa ia akan meramas bibir James karena gemas.


"Tapi aku menanggapinya,dan mulai sekarang kau adalah pacarku yang juga merupakan calon istriku,kau mengerti" ucap James berbisik di telinga Dila dan tersenyum licik.


deg....deg..deg


"Oh my God,apakah aku tidak salah dengarkan,ya ampun aku sudah salah dengan memulai permainan ini" batin Dila sambil terdiam di tempatnya.


"Heh namaku Dila bukan kucing kecil,,huuu dasar pria dingin" ucap Dila pelan,ia kesal karena di anggap kucing.


"Aku mendengarnya" ucap James lalu menarik Dila dan mendudukkannya di kursi,lalu James pun duduk juga sambil menikmati makanan yang sudah di sajikan para pelayan.


Mereka pun makan dalam diam,


acara pun selesai para tamu undangan sudah mulai meninggalkan tempat acara,tinggal para sahabat dan keluarga.


"Kenapa sayang,kau lelah?" tanya Aldo pada istrinya,


"Hmm ya sayang,aku sangat lelah" jawab Nella sambil melepaskan sepatunya dan memijat kakinya.


"Tapi nanti aku mau hakku sayang" ucap Aldo berbisik di telinga Nella,sambil menggigit kecil telinga Nella membuatnya merasa sedikit terangsang dengan kelakuan suaminya itu.


"Ah sayang,stop..apakah kau tidak lihat masih banyak orang disini,kau membuatku malu saja hubby". ucap Nella sambil menutup telinganya dan menjauhkan wajahnya dari Aldo.


"Hmm kalian ini tidak bisa sabar yah..hahaha" ucap tante Julie mengangetkan mereka.

__ADS_1


"Eh hehehe tante" ucap Nella malu-malu.


"Sudah tidak usah malu-malu, selamat yah untuk kalian berdua..Hmm jangan lupa buatlah anak malam ini,jangan ditunda-tunda...hahaha" ucap tante Julie yang kalau berbicara terkadang tidak memakai saringan.


"Siap tante ..he..he..he.." ucap Aldo membuat Nella semakin malu.


Ditempat James dan Dila yang sedang makan malam tiba-tiba saja,ibu Adit melihat Dila dan langsung menghampirinya.


"Aku berharap,kau datang kesini bukan untuk menarik simpati Adit untuk kembali padamu" ucap Rita,membuat Dila menghentikan makannya melihat siapa yang datang,karena kaget mendengar suara yang tidak asing ditelinganya,ditambah lagi ada nama Adit yang disebut.


"Maaf tante saya kesini tidak ada bermaksud apa-apa seperti yang tante tuduhkan pada saya" ucap Dila dan berdiri ingin hendak pergi namun James memegang tangannya membuat Dila duduk kembali.


"Maaf nyonya,apa maksud anda,Dila adalah calon "istri" saya,tentu saja dia datang bersama saya" ucap James tegas dengan sengaja menekan kata istri,membuat Rita yang sadar betul siapa yang berbicara merasa takut karena kekuasaan yang dimiliki pria yang ada di depannya ini dapat membuat kehidupannya tidak baik-baik saja.


"Tu..tuan James... maaf, apa dia adalah pacar anda" ucap Rita sambil menunjuk Dila.


"Turunkan tanganmu itu!! jangan pernah menggunakan jarimu itu untuk menunjuk calon istriku" ucap James membuat Rita terdiam,karena para tamu undangan sudah banyak yang pulang membuat suara James yang sedang marah dapat terdengar jelas,membuat yang lainnya melihat kearah mereka bertiga dan mulai berdatangan. Lina dan Julie menghampiri Dila, melihat itu membuat Rita tambah ketakutan.


"James ada apa nak,apa yang membuatmu marah?" tanya Julie pada anaknya.


"Aku tidak suka bu,calon istriku diperlakukan seenaknya". ucap James sambil melihat kearah Rita dengan tatapannya yang membuat siapa saja yang melihat seperti kehabisan nafas.


Julie yang melihat hal itu lalu berkata pada Yoga.


"Tuan Yoga maaf tolong bawa istri anda dulu" ucap Julie pada Yoga.


"Tunggu dulu" ucap James.


"Ada apa nak?" ucap Julie.


"Aku mau dia minta maaf pada calon istriku" ucap James.


.


.


.


..

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2