
🌸🌸Selamat membaca🤗
.
.
.
"Minta maaf" ucap Rita pelan akan tetapi masih bisa di dengar oleh mereka yang dekat dengannya.
"Cepat lakukanlah,atau kita akan tamat Rita" ucap Yoga yang berbisik pada istrinya itu.
"Tidak,aku tidak mau minta maaf padanya,mau taruh dimana mukaku kalau aku minta maaf padanya" ucap Rita yang juga berbisik pada suaminya.
"cepat lakukan!" ucap James membentak.
"saya mi.." ucap Rita .
"Anda tidak perlu minta maaf nyonya,hmm James aku tidak apa-apa tidak perlu seperti ini" ucap Dila yang melihat kearah James,walaupun ia merasa kesal dengan ibu Adit,tapi menurutnya tidaklah pantas jika hanya masalah sepele harus minta maaf seperti ini didepan orang banyak. James pun berbalik melihat Dila melihat mata wanita yang sudah mulai sedikit mengisi hatinya,James kemudian berkata.
"Kau lihat betapa beruntungnya aku mendapatkanmu,dan kau dengar nyonya, calon istriku ini memaafkanmu tapi itu dia bukan aku,jadi tetaplah lakukan apa yang aku minta".ucap James sengaja berkata seperti itu supaya Adit mendengarkan hal itu karena Dila sekarang adalah miliknya.
Adit yang mendengar hal itu merasa menyesal meninggalkan Dila,menurutnya memang Dila adalah gadis yang baik,walaupun orang tuanya tidak menyukai Dila,namun Dila tetap menghormati mereka.Adit pun pergi dari sana.
"Saya minta maaf tuan James" ucap Rita sambil menunduk.
"Hmm aku menerima maafmu,tapi lain kali jika ini terjadi lagi,bukan permohonan maaf yang aku inginkan lagi" ucap James dengan tegas.
"Iya tuan maafkan istri saya,kami permisi tuan" ucap Yoga lalu menarik istrinya pergi dari sana.
Suasana pun kembali seperti semula,sahabat dan keluarga satu persatu mulai pulang.
Lina di antar pulang oleh Richard sedangkan Dila tentu saja di antar pulang oleh James.
Kedua pengantin sudah meninggalkan tempat acara dan langsung menuju kamar hotel karena acara yang dilangsungkan berada dihotel yang sama.
Sementara Dila yang diantar James memakai mobil,hanya terdiam saja,melihat ke arah jendela,ia merasa kaku berada datu mobil dengan pria yang ada disampingnya ini,jarak antara tempat acara dan apartemennya cukup jauh.
"Lehermu bisa-bisa tidak akan kembali ketempat semula" ucap James sambil memainkan ponselnya.
"Heh mana ada" ucap Dila berbalik melihat James dan pada saat itu juga James berbalik melihatnya,mata mereka saling bertemu lalu terdiam,Karena sadar saling bertatapan Dila langsung berbalik kedepan memperbaiki sikap duduknya.
"Hmm ya ampun,jika aku terus berlama-lama dengan ya,aku bisa saja mati kedinginan" batin Dila.
"Kemarikan ponselmu" ucap James sambil mengulurkan tangannya meminta ponsel Dila.
"Hah ,ponselku?" Tanya Dila kembali memastikan apa yang dikatakan James.
"Ya ponselmu" jawab James.
"Untuk Apa?" Tanya Dila sambil memicingkan matanya melihat James.
"Tidak usah menatapku seperti itu,sini ponselmu" ucap James tanpa melihat Dila lalu mengambil ponsel Dila yang berada di tangannya.
__ADS_1
"Eh..ehh mau kau apakan ponselku tuan" ucap Dila ingin merebut kembali ponselnya.
Terjadilah rebut-rebutan didalam mobil yang sedang berjalan itu.
"Hei nona,berhentilah merebut ponselmu,bisa-bisa mobil yang kita tumpangi ini bertabrakan" ucap James panjang lebar.
"Tidak mau sebelum kau kembalikan ponselku tuan" ucap Dila tak mau kalah.
Dan pada saat ingin merebut ponselnya,Dila terjerembab masuk kedalam pelukan James dan bibir mereka bertemu,posisinya seperti Dila memeluk James sambil menciumnya dan James bersandar pada pintu mobil sambil satu tangannya berada diatas.
"Haaaaah" teriak Dila lalu buru-buru melepaskan bibirnya yang nenempel dengan bibir james.
"Jaga sikapmu nona" ucap James memperbaiki duduknya dan membuka ponsel Dila yang tidak terkunci,tanpa Dila sadari James sedang tersenyum.
"Ah ya ampun,ciuman pertamaku" batin Dila sambil memegang bibirnya.
"Ini " ucap James sambil menyerahkan ponsel Dila dan Dila mengambilnya.
"Tuan kita sudah sampai" ucap asistennya yang sekaligus sopir dari James.
"Turunlah aku mau pulang istirahat" ucap James dengan wajah datarnya tanpa melihat Dila.
"Huh dasar,dia enak sekali masih bisa bersikap setenang itu" batin Dila sambil turun dari atas mobil yang pintunya sudah dibuka oleh supir.
Dila lalu melangkah pergi meninggalkan mobil yang ditumpangi James dan masuk kedalam apartemennya.
Aldo dan Nella sudah berada di dalam kamar,..
"hmm iini aku ingin membuka gaunku,tapi aku tidak bisa,karena kancingnya berada di belakang" ucap Nella yang sebenarnya sedang gelisah,ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi nanti,ia sangat gugup. Walaupun Nella lama bersekolah di luar negeri namun ia bisa menjaga dirinya dengan baik,ia juga belum pernah pacaran,hal ini membuatnya sangat gugup.
"Lalu apa yang membuatmu hanya berdiam disini sayang,humm" ucap Aldo yang sudah berada di belakang Nella,sambil memeluk tubuh istrinya itu, menghirup aroma tubuh dari istrinya yang membuatnya mulai terangsang,Aldo mulai mengecup leher sang istri,membuat sang istri mengeluarkan suara desahannya.
"Aaah" ucap Nella sambil menutup matanya,mulai menikmati sentuhan suaminya.
"Mandilah sayang" ucap Aldo sambil memegang bahu Nella dan tersenyum
"Hah iiya sayang" ucap Nella yang baru sadar ternyata kancing gaunnya sudah terbuka,Nella pun masuk kedalam kamar mandi,ia sangat malu karena belum pernah berada di situsi seperti itu.Nella memperhatikan lehernya terdapat bekas kecupan suaminya.
"Oh ya Tuhan belum apa-apa,leherku sudah merah-merah begini" ucap Nella sambil memperhatikan lehernya.
Beberapa menit kemudian,
tok..tok..tok (suara pintu di ketuk).
"Sayang apa kah kau sudah selesai? tanya Aldo pada Nella sambil menyandarkan kepalanya di pintu.
Nella membuka pintu kamar mandi,
"Sayang aku lupa membawa handuk" jawab Nella sambil menegluarkan sedikit kepalanya.
Aldo lalu mengambil handuk dan memberikannya pada Nella.
Lalu Nella keluar,dan giliran Aldo yang mandi.
__ADS_1
Nella sudah duduk ditepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya tidak sadar jika Aldo sudah selesai mandi,Aldo berdiri naik diatas tempat tidur dengan masih menggunakan handuk sebatas pinggangnya dan mulai berbisik pada Nella.
"Sayang aku menginginkanmu" ucap Aldo dengan suara seraknya,sambil menc**m leher Nella.
"Hmm ya,sayang lakukanlah aku sudah siap" ucap Nella,sebenarnya Nella sangat malu dan takut karena ini yang pertama baginya namun karena ia sadar kalau mereka berdua sudah sah dimata Tuhan,jadi tidak ada lagi yang perlu ditakutkan dan Aldo adalah lelaki yang ia cintai.
Aldo membaringkan Nella,Nella menutup matanya,
"Sayang bukalah matamu,dan lihatlah aku" ucap Aldo penuh cinta.
"Aku malu sayang" ucap Nella yang masih menutup matanya,Aldo lalu menc**m bibir Nella sambil tertawa.
"Sayang,apa yang membuatmu malu?" tanya
Aldo.
"Hmm itu" ucap Nella.
"Itu apa sayang,bukalah dulu matamu" ucap Aldo menggoda istrinya sambil sesekali meng***p leher sang istri.
"Aaaah geli sayang," ucap Nella sambil membuka matanya,Aldo menatap Nella dan berkata.
"Aku adalah suamimu sayang dan kita sudah menjadi sepasang suami istri,jadi kau tidak perlu malu padaku" ucap Aldo meyakinkan istrinya.
"Ya baiklah sayang,tapi kau jangan mengeluh jika aku tidak dapat memuaskanmu" ucap Nella membalas tatapan suaminya sambil memeluk leher Aldo.
"Mulai sekarang belajarlah untuk memuaskanku sayang,tapi sekarang akulah yang akan memuaskan dirimu" ucap Aldo sambil menc**m bibir Nella. Nella yang awalnya setengah mati mengimbangi ciu**n Aldo,kini mulai terbiasa dan membuka mulutnya,mereka saling me****t satu sama lainnya,lidah Aldo mulai mengeksplor setiap sudut mulut Nella.
Suara-suara ambigu mereka berdua,mengisi setiap ruangan membuat malam semakin panas,ruangan yang dingin tidak dapat membuat keringat mereka untuk tidak jatuh membasahi tempat tidur.
"Sayang apakah kau sudah siap? tanya Aldo pada Nella dengan suara yang terdengar serak karena sudah tidak tahan lagi.
"Hmm ya sayang" ucap Nella.
Aldo mulai mencoba memasukkan senjata miliknya ketempatnya,sedikit sulit memasukkan senjata pada tempatnya,tapi karena usaha Aldo,akhirnya senjatanya bisa masuk dengan mulus. Membuat Nella kesakitan.
"Akhhh aa,pelaan sayang" ucap Nella sambil menutup matanya sambil tangannya meremas seprai.
"Ini hanya sakit sebentar sayang,sedikit lagi kau akan merasakan kenikmatan yang tiada tara" ucap Aldo sambil menaik turunkan pinggulnya.
Merekapun melewati malam yang panjang,tanpa gangguan apapun.
.
.
..
.
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.
.
__ADS_1