Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
5.Salah paham


__ADS_3

🌸Selamat membaca🤗


.


.


.


Di kediaman James, Ibu James sedari tadi sedang menunggu anaknya untuk makan malam,dari atas jendela kamarnya ibunya melihat mobil James dari kejahuan,langsung keluar kamar dan turun untuk menemui anaknya.


James keluar kemudian menggendong Dila,dan menghampiri ibunya.


"Ibu maaf aku terlambat". ucap James.


"iini.. Dila apakah itu kau Dila..". ucap ibu James,yaitu tante Julie yang terkejut dengan wanita yang berada di dalam gendongan anaknya.


"haah.. tante Julie". ucap Dila yang juga kaget siapa yang dilihatnya sambil mengangkat wajahnya karena sedari tadi Dila menunduk sangat malu dengan perlakuan James.


"Kalian " ucap ibu James menatap Dila dan James secara bergantian


"Bu ayo kita masuk kedalam dulu,nanti James jelaskan". ucap James yang langsung saja masuk membawa Dila keruang keluarga.


Didalam ruang keluarga,James mendudukkan Dila,diikuti Julie. James mengeluarkan ponselnya sambil berjalan menjauh dan menghubungi seseorang.


"Oh tidak, apa yang terjadi dengan kakimu sayang" tanya Julie yang terlihat panik.


"Tidak apa-apa tante,hanya sedikit lecet". ucap Dila menenangkan tante Julie.


"Haah hanya sedikit lecet katamu..Dila bahkan kakimu mengeluarkan darah nak, James ..hubungi dr.Richard, suruh dia datang segera!!". ucap Julie sambil melihat kearah James yang langsung saja berjalan menuju ibunya.


"Aku sudah menghubunginya bu,ibu tenang saja,dia akan segera tiba". ucap James yang langsung melihat kaki Dila yang berdarah,James mengambil tisu yang berada di atas meja,langsung membersihkan darah yang mengalir dari kaki Dila.


"Sejak kapan anak ini,perhatian pada seorang wanita" batin Julie sambil melihat keduanya dan tersenyum.


Julie masih menyimpan banyak pertanyaan dalam hatinya tentang mereka berdua,dia ingin sekali bertanya,tapi melihat kondisi Dila saat ini membuatnya mengurungkan niatnya.


Tiba-tiba dr Richard yang sudah dihubungi James langsung masuk saja kedalam mansion dan langsung menuju kedalam ruang keluarga,dirinya yang lagi menikmati hari liburnya sejenak dari pekerjaannya di apartemennya dikegetkan dengan telpon dari sahabatnya itu,dengan tergesa-gesa langsung saja menuju mainson James,beruntung apartemennya dan mansion James tidak jauh.


"Apa yang terjadi,hah" ucap dr Richard yang mengatur nafasnya karena sedikit berlari kedalam mansion James yang menurutnya seperti lapangan bola.


Richard melihat ke arah tiga orang yang berada di dalam ruang keluarga.


"Richard cepat kau periksa dia". ucap Julie sambil menunjuk Dila


Langsung saja duduk disamping Dila dan memeriksa luka di kakinya,tidak lupa memberikan suntikan pada otot kaki Dila yang terkilir,agar kakinya tidak terlalu sakit. Richard yang masih diliputi rasa penasaran akan siapa wanita yang ia obati ini dan apa hubungannya dengan keluarga sahabatnya ini.


"Simpan saja pertanyaanmu nanti". ucap James seakan tau apa yang dipikirkan sahabatnya itu.


"haah" ucap Richard yang tersadar dari lamunan pertanyaan-pertanyaan yang akan ia tanyakan pada sahabatnya itu.


"Tidak hanya kau saja yang ingin bertanya Richard,tante juga penasaran dengan hubungan mereka berdua". batin Julie sambil melihat mereka berdua


(😅sepertinya ada kesalahpahaman nih guys)


Setelah mengobati luka Dila,Richard langsung duduk disamping James,dan mulai bertanya pada sahabatnya itu,begitu juga dengan ibu James yang ingin sekali bertanya. Richard adalah sahabat baik yang sudah dianggap saudara oleh James sejak masih di Paris dulu,begitu juga dengan Julie sudah menganggap Richard seperti anaknya sendiri, James sempat mengikuti sekolah kedokteran namun tidak dilanjutkannya lantaran ibunya ingin James mengambil sekolah bisnis untuk melanjutkan perusahaan yang sudah dibangun susah payah oleh mendiang ayahnya.


"Sebaiknya kau langsung pulang saja Richard". ucap James, ia sengaja menyuruh sahabatnya itu pulang terlebih dahulu agar tidak menanyakan hal yang aneh-aneh menurutnya.


"Kau belum menjelaskannya bro...". ucap Richard

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di jelaskan Richard". ucap James sambil melayangkan tatapan tajamnya pada sahabatnya itu.


"Oke..oke baiklah,kau masih berhutang pertanyaan dariku bro,dan aku akan menagihnya lain waktu". ucap Richard yang langsung berdiri sambil mengedipkan matanya pada James.


"Terimakasih dr Richard". ucap Dila


"ah sama-sama nona.." ucap Richard


"Namaku Dila,dokter". ucap Dila


"Ya ..nona Dila". ucap Richard


"eheemmm" James sengaja batuk, yang langsung mendapat tatapan dari Dila,Richard dan ibunya Julie.


"Apa..., sudah selesai berkenalannya,sudah sana cepatlah pulang dan istirahat" ucap James pada sahabatnya itu.


"ahaa..haha..ya..ya..oke baiklah,kalau begitu aku pulang dulu tante,Dila". ucap Richard sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Terimakasih nak,kau sudah datang malam begini". ucap Julie


"he.he..Sama-sama tante,Itu sudah tugasku.Permisi". ucap Richard


"iya nak". Ucap Julie


Sekarang tinggallah mereka bertiga.Ketika Julie akan mengajukan beberapa pertanyaan tiba-tiba...


kruuuuuk...(bunyi suara perut orang yang kelaparan).


"oh Tuhan,malunya akuuuu..hu..huh.hu.." batin Dila


"ha..ha..ha..oh iya tante lupa,ayo kita makan dulu,ibu sudah memasak makanan yang sangat banyak hari ini,ternyata kita kedatangan tamu yang istimewa". ucap tante Julie sambil melirik James


"Tidak ada penolakan sayang, ayo kita makan..tante sudah sangat lapar". ucap Julie


James langsung berdiri dan menunduk hendak ingin menggendong Dila namun tidak jadi karena ponsel Dila berbunyi.


kring..kring..kring...(bunyi ponsel )


"Hallo sayang,apa kah kau sudah pulang? aku tadi ingin menjemputmu dibutik tapi kau tak ada,aku bertanya pada Lina tapi katanya kau ingin ke cafe depan butik membeli makan malam,aku pergi ke cafe depan butik untuk melihatmu tapi kau juga tidak ada,jadi aku berfikir mungkin kau sudah pulang ke apartemen". ucap Adit


" Iya aku sudah pulang,sudah dulu ya aku capek". ucap Dila sambil memasukkan ponselnya kedalam tas ,Dila kesal pada kekasihnya itu,ada rasa kecewa dihatinya mendengar penjelasan kekasihnya itu,Adit tidak berusaha mencarinya sampai ke apartemenya.


"Kenapa kau berbohong?". tanya James


"Cari cuma sebatas cafe doang,, haah" ucap Dila tanpa sadar menjawab pertanyaan dari James.


"hei kalian berdua ..Ayo kita makan..". Ucap Ibu Julie kepada dua orang di belakangnya sambil berbalik


James menunduk lalu menggendong Dila menuju kearah ruangan makan dan mendudukkannya di meja,Dila tidak sadar jika dia mulai nyaman dengan perlakuan James.


"Ayo makanlah nak,setelah itu James akan mengantarmu pulang". ucap Julie sambil tersenyum ke arah Dila


"Iya tante". ucap Dila dan tersenyum lalu menunduk karena ia masih malu dengan perutnya yang sudah keroncongan.


Merekapun makan malam tanpa ada percakapan,setelah itu James mengantar Dila pulang.


Didepan mansion,


"Hati-hati James,bawa menantu ibu dengan baik". ucap Julie menggoda mereka berdua.

__ADS_1


"Haah kami tid........". ucap Dila namun James menyelanya.


"Kami tidak sedang berpacaran ibu". ucap James dengan wajah datarnya.


"Oke-oke baiklah hati-hati di jalan ya". ucap Julie mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum,karena berhasil menggoda keduanya.


Didalam perjalanan menuju apartemen Dila.


"Terimakasih" ucap Dila


"Apa?". ucap James dengan wajah datarnya sambil menatap lurus kedepan.


"hmmm terimakasih karena sudah mau menolongku". Ucap Dila


"oh".ucap James


"hanya 'oh' dijawab kek sama-sama,,huuu.. dasar batu".batin Dila


Tidak terasa mobil yang membawa mereka berdua pun telah sampai,ketika James hendak ingin menggendong Dila..


"Aku bisa sendiri...aduuh..." ucap Dila sambil berdiri namun karena kakinya masih terasa sakit,Dila hanya duduk saja di mobil.


James masih dengan wajah datarnya melihat Dila yang berusaha berdiri namun tidak bisa karena kakinya masih sakit,sambil berdiri di depan pintu mobil, James melipat kedua tangannya di dada dan menatap Dila.


"hehhehe kakiku masih sakit". ucap Dila


"hmmm". ucap james dengan alisnya yang terangkat.


James pun lagi-lagi menggendong Dila kedalam apartemennya dan mendudukkan Dila di sofa.


"Kau tinggal sendiri?". tanya James sambil matanya menyusuri ruangan.


"Ya". ucap Dila


"Lalu kedua orang tuamu?". tanya James


"hmm aku yatim, kedua orangtuaku sudah lama meninggal dunia,semenjak usiaku 17 tahun". ucap Dila yang sebenarnya risih ditanya,apalagi mereka hanya berdua di dalam apartemen.


"Maaf, baiklah kalau begitu aku akan segera pulang,permisi". ucap James yang segera keluar dari apartemen Dila.


Di mainsion James,Julie menunggu putranya itu pulang,Julie tidak bisa tidur,sebelum menanyakan hubungan mereka berdua.


"Ibu,..Ibu kenapa belum tidur bu". ucap James sambil mencium pipi ibunya itu


"James,, tolong kau jelaskan apa hubunganmu dengan Dila". Ucap Julie yang tak sabar ingin medengarkan penjelasan dari anaknya itu.


"Ibu, tadi sewaktu dalam perjalanan pulang dari meeting,tidak sengaja mobil yang kutumpangi hampir menabraknya,ya karena melihatnya terluka aku kasian padanya,makanya aku membawanya pulang". ucap James.


" oh begitu,ibu pikir Dila kekasihmu". ucap Julie sedikit tidak bersemangat padahal dirinya tadi sudah sangat semangat jika hubungan mereka lebih dari itu.


"Ayo ibu, istirahatlah sudah malam". ucap James pada ibunya.


Julie sebenarnya sudah lama ingin menjodohkan putranya dengan Dila,namun Julie masih ingin menunggu waktu yang pas.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗


__ADS_2