
🌸🌸Selamat membaca
.
.
.
Jangan tanya mengapa jantungku berdetak begitu cepat,walaupun aku pria dewasa yang sudah matang,namun aku juga bisa sangat gugup di depan gadis yang aku sukai,dan ini adalah sesuatu hal yang pertama kali aku alami bisa sedekat ini dengan seorang gadis,kutahan sebisa mungkin rasa gugup yang melanda hatiku.
Aku menggendongnya dan mendudukkannya di kursi penumpang bersamaku, melihat dari dekat wajah indahnya,yang bagaikan bunga sakura yang sedang mekar,bibirnya bagaikan buah delima yang merekah,semakin lama semakin indah untuk dilihat,membuatku ingin merasakan bibir indahnya.
Aku menyuruh sopirku untuk membawa kami ke mainsion,tanpa menghiraukan tatapan tidak sukanya padaku.
Sesampainya kami di mainsion,aku langsung menggendongnya masuk kedalam mainsion,didepan mainsion sudah berdiri ibuku disana menyambutku namun ia terkejut melihatku sedang menggendong seorang gadis,apalagi gadis itu adalah gadis yang sangat dikenal ibuku.
"Ibu maaf aku terlambat". ucap James.
"iini.. Dila apakah itu kau Dila..". ucap ibu James,yaitu tante Julie yang terkejut dengan wanita yang berada di dalam gendongan anaknya.
"haah.. tante Julie". ucap Dila yang juga kaget siapa yang dilihatnya sambil mengangkat wajahnya karena sedari tadi Dila menunduk sangat malu dengan perlakuan James.
"Kalian " ucap ibu James menatap Dila dan James secara bergantian
"Bu ayo kita masuk kedalam dulu,nanti James jelaskan". ucap James yang langsung saja masuk membawa Dila keruang keluarga.
Segera ku bawa gadis itu menuju ruang keluarga dan mendudukkan dirinya di sofa,lalu aku keluar dari ruangan itu menelpon sahabatku Richard.
"Hallo bro ada apa kau menelponku?" tanya Richard.
"Segeralah kemari Richard,aku memerlukanmu ini darurat" jawab James lalu mematikan teelponnya dan masuk kembali kedalam ruangan keluarga.
Kulihat dia sedang berbicara dengan ibuku,ibuku terlihat sangat mencemaskannya sama seperti diriku yang mencemaskan dirinya namun ku tahan sebisa mungkin untuk terlihat tenang didepan mereka berdua,telebih lagi jika sahabatku Richard yang datang,dia pasti akan sangat terkejut melihatku yang tidak biasanya sangat perhatian pada seorang gadis yang baru kukenal.
"Oh tidak, apa yang terjadi dengan kakimu sayang" tanya Julie yang terlihat panik.
"Tidak apa-apa tante,hanya sedikit lecet". ucap Dila menenangkan tante Julie.
"Haah hanya sedikit lecet katamu..Dila bahkan kakimu mengeluarkan darah nak, James ..hubungi dr.Richard, suruh dia datang segera!!". ucap Julie sambil melihat kearah James yang langsung saja berjalan menuju ibunya.
__ADS_1
"Aku sudah menghubunginya bu,ibu tenang saja,dia akan segera tiba". ucap James yang langsung melihat kaki Dila yang berdarah,James mengambil tisu yang berada di atas meja,langsung membersihkan darah yang mengalir dari kaki Dila.
Kulihat darah menetes dikakinya yang indah itu,membuatku tidak tahan lagi,lalu aku mengambil tissu dan melap darah yang sedang menetes di kakinya,aku tau pasti saat ini ibuku sedang menyimpan banyak pertanyaan padaku,karena sejujurnya aku belum pernah seperhatian ini pada seorang wanita.
Sahabatku Richard datang dengan tergesa-gesa,dan masuk kedalam ruang keluarga.
"Apa yang terjadi,hah" ucap dr Richard yang mengatur nafasnya karena sedikit berlari kedalam mansion James yang menurutnya seperti lapangan bola.
Richard melihat ke arah tiga orang yang berada di dalam ruang keluarga.
"Richard cepat kau periksa dia". ucap Julie sambil menunjuk Dila
Sahabatku Richard mengobati luka gadis itu,kulihat ia sedang menahan rasa sakit,membuatku ingin mendekatinya,namun aku mengurungkan niatku,saat ini aku tau betul apa yang dipikirkan sahabatku.
"Simpan saja pertanyaanmu nanti". ucap James seakan tau apa yang dipikirkan sahabatnya itu.
"haah" ucap Richard yang tersadar dari lamunan pertanyaan-pertanyaan yang akan ia tanyakan pada sahabatnya itu.
Setelah mengobati luka gadis itu,aku melihat tatapan sahabatku itu,aku tau pasti ia akan menanyakan hal ini,namun aku langsung saja menyuruhnya untuk pulang.
"Sebaiknya kau langsung pulang saja Richard". ucap James, ia sengaja menyuruh sahabatnya itu pulang terlebih dahulu agar tidak menanyakan hal yang aneh-aneh menurutnya.
"Kau belum menjelaskannya bro...". ucap Richard
"Oke..oke baiklah,kau masih berhutang pertanyaan dariku bro,dan aku akan menagihnya lain waktu". ucap Richard yang langsung berdiri sambil mengedipkan matanya pada James.
Gadis itu berterimakasih pada sahabatku,sahabatku menatap gadis itu,aku sedikit tidak suka melihat mereka berkenalan.
"Terimakasih dr Richard". ucap Dila
"ah sama-sama nona.." ucap Richard
"Namaku Dila,dokter". ucap Dila
"Ya ..nona Dila". ucap Richard
"eheemmm" James sengaja batuk, yang langsung mendapat tatapan dari Dila,Richard dan ibunya Julie.
"Apa..., sudah selesai berkenalannya,sudah sana cepatlah pulang dan istirahat" ucap James pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"ahaa..haha..ya..ya..oke baiklah,kalau begitu aku pulang dulu tante,Dila". ucap Richard sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terimakasih nak,kau sudah datang malam begini". ucap Julie
"he.he..Sama-sama tante,Itu sudah tugasku.Permisi". ucap Richard
"iya nak". Ucap Julie
Setelah Richard pulang,kulihat ibuku ingin bertanya,namun tiba-tiba kudengar suara perut dari gadis itu terdengar begitu jelas,membuat ibuku tidak jadi bertanya,gadis itu terlihat sedang menahan malunya,namun aku merasa dia terlalu imut ketika sedang terlihat malu,membuatku ingin mencubit pipinya yang sedang memerah itu,lalu ibu menyuruh kami untuk makan malam bersama,aku lalu berdiri hendak menggendongnya,tapi tiba-tiba suara dering ponselnya berbunyi,sepertinya itu pacar gadis itu pikirku,ia pun menjawab panggilan telponnya.
" Iya aku sudah pulang,sudah dulu ya aku capek". ucap Dila sambil memasukkan ponselnya kedalam tas.
Sepertinya gadis itu sedang kesal pada kekasihnya,lalu aku memberanikan diriku untuk bertanya padanya,mengapa ia berbohong.
"Kenapa kau berbohong?". tanya James
"Cari cuma sebatas cafe doang,, haah" ucap gadis itu tanpa ia sadari aku mendengarkan apa yang dikatakannya.
"hei kalian berdua ..Ayo kita makan..". Ucap Ibu Julie kepada dua orang di belakangnya sambil berbalik
Aku menggendongnya ke ruang makan dan mendudukkannya dikursi tepat di sampingku,aku merasakan jika ia mulai terbiasa akan perlakuanku padanya.
Setelah kami makan malam,aku lalu mengantarnya pulang kembali ke apartemennya,sesampainya kami disana,gadis itu ingin berjalan sendiri,ia memaksakan untuk berjalan sendiri,aku tau ia hanya tidak terbiasa di perlakukan seperti itu,dan aku merasa pacarnya belum pernah menggendongnya seperti itu,dan itu membuatku sedikit berbahagia menjadi orang pertama yang memperlakukannya seperti itu.
Ia pun menyerah dengan keputusannya yang ingin berjalan sendiri,membuatku semakin gemas melihat tingkahnya itu,yang menurutku sangat lucu,aku lantas menggendongnya masuk kedalam apartementnya,didalam apartemen yang terlihat sangat nyaman,walaupun tidak terlalu besar namun membuatku nyaman,aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan melihat tempat tinggal gadis yang mulai mencuri hatiku.
"Kau tinggal sendiri?". tanya James sambil matanya menyusuri ruangan.
"Ya". ucap Dila
"Lalu kedua orang tuamu?". tanya James
"hmm aku yatim, kedua orangtuaku sudah lama meninggal dunia,semenjak usiaku 17 tahun". ucap gadis itu yang terlihat risih ditanya,apalagi kami hanya berdua di dalam ruangan apartemen.Akupun pamit pulang,dan bergegas keluar dari apartemennya.
Itulah awal pertemuanku dan dirinya,yang tidak terduga.
.
.
__ADS_1
.
.Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.