
🌸🌸Selamat Membaca🤗
.
.
.
Sebulan sudah aku berada di indonesia tepatnya di Jakarta,negara yang paling disukai almarhum ayahku jika melakukan perjalanan liburan,ibuku bilang ayah selalu mengajaknya ke pulau Bali,pulau dewata yang sudah sangat terkenal akan keindahan alamnya yang mendunia,dari dulu aku ingin sekali berkunjung ke Bali,bukannya aku tidak bisa kesana namun kesibukanku akan dunia pekerjaanku yang membuatku lupa akan hal itu,jangankan hal itu,ke diskotik saja untuk sekedar melepaskan kepenatanku selama mengurus perusahaan saja aku tidak pernah melangkahkan kakiku kesana,karena aku lebih suka pulang kantor langsung ke mainsion,oleh sebab dari itulah sampai sekarang aku belum pernah merasakan pacaran,walaupun banyak wanita yang mencoba mendekatiku,aku tidak pernah sekalipun tertarik,bukannya aku tidak normal,namun aku masih terlalu malas untuk memulai hubungan yang serius.
Siang hari ini aku menyempatkan waktuku pergi ke restoran yang baru sebulan lalu aku resmikan,aku duduk sambil menikmati pemandangan laut yang sangat indah dan memanjakan mata,tiba-tiba saja aku melihat gadis yang aku kenal,ya dia adalah gadis itu,gadis yang selalu bersama ibuku,melihatnya membuatku bersemangat,namun aku melihat disampingnya berdiri seorang pria menggandeng tangannya mesra,kurasa dialah pacar gadis itu,aku berfikir seandainya saja aku yang berdiri disitu menggandeng tangannya dan tersenyum padanya,namun aku hanya membayangkannya dalam hati,biarlah Tuhan yang mengatur segala sesuatu,jika memang dia adalah jodohku,aku akan sangat bersyukur.
Kulihat mereka sedang memesan hidangan pembuka yang disediakan restoran kami,aku melihatnya sedang tersenyum sambil berbicara dengan pria itu,namun tiba-tiba senyuman itu memudar dan berganti dengan wajah yang sedikit murung,dalam hatiku bertanya apa yang membuatnya bersedih,rasa hatiku ingin kesana sambil memeluknya dan berkata apa yang membuatnya bersedih,namun tentu saja aku tidak akan melakukan hal yang akan membuatnya bertanya akan sikapku padanya,orang yang tidak dia kenal tiba-tiba saja datang dan memeluk dirinya,aku tidak mau jika hal itu akan membuatnya membenciku.
Kuraih saku jasku dan mengambil ponsel dan menghubungi Jhon asistenku.
"Jhon segeralah kemari" ucap James dengan nada memerintah.
"hah apa,kemana tuan?" tanya Jhon memastikan pendengarannya.
"Kemari Jhon,ke Indonesia Jhon" jawab James.
"Tuan..ada apa tuan menyuruhku kesana?" tanya Jhon,dia tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan bosnya ini.
"Jhon apakah kau mau dipecat,kau terus saja bertanya,datanglah sekarang juga Jhon jika kau tidak ingin ku pecat" jawab James.
"Jangan tuan,jangan pecat saya,baik saya akan segera kesana". ucap Jhon.
Tiba-tiba saja ponselku berbunyi,
kring...kring..kring.(bunyi suara ponsel)
"hallo bu" ucap James.
"nak,,ibu sudah indonesia dan sekarang berada di mainsion sayang,datanglah kemari" ucap Julie.
"baiklah bu" ucap James sambil menutup ponselnya.
Aku lalu melangkah keluar restoran menggunakan mobil sport merahku,melaju membelah jalan ibu kota,setibanya aku di mainsion,ibu sudah menyambutku disana juga ada bibi Jesie dan paman Smith.
"Hai ibu" ucap James lalu memeluk dan mencium pipi Julie.
"Hai nak,ibu merindukanmu sayang" ucap Julie membalas pelukan anaknya.
__ADS_1
"Ibu kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu bu?" tanya James.
"Ibu memberikan kejutan padamu" jawab Julie.
"Lalu siapa yang menjemput ibu di bandara?" tanya James.
"siapa lagi kalau bukan bibi dan pamanmu nak" jawab Julie sambil melihat kearah paman dan bibi.
Kami pun duduk bercerita,paman meberitahukan padaku jika sebentar malam aku akan bertemu dengan perusahaan yang ingin kami bekerja dengan perusahaannya.
Malampun tiba aku pergi menemui rekan bisnisku,aku membawa sekertarisku.
Saat rekan bisnis ku datang aku sepertinya mengenali pria didepannku ini,ya dia adalah pacar gadis itu.
Aku tidak terlalu berbicara banyak,karena aku sudah menyerahkan semuanya pada sekertarisku.
"oke terima kasih". ucap James.
"kami yang sangat berterima kasih tuan james,karena anda mau bekerjasama dengan kami,dimana suatu kebanggaan buat kami untuk bekerjasama dengan perusaahaan anda". ucap Adit.
"ya sama-sama tuan ....." ucap James.
"panggil saja saya Adit pak" ucap Adit.
Aku lalu buru-buru keluar dari sana,karena ibuku sedang menungguku pulang.
tiba-tiba dijalan menuju mainsion,
ciiiiiiittttt...(bunyi ban berdecit).
membuat orang yang berada dalam mobil kaget..melihat mobil yang di tumpanginya tiba-tiba berhenti mendadak.
"apa kah kau tidak bisa mengendarai mobil!!! hah..." teriak James yang sedang marah karena mobil berhenti mendadak.
"ma...ma..maaf tu..tuuan..di depan ada seorang wanita yang tiba-tiba ingin menyebrang".ucap supir setengah gagap karena teriakan tuannya sambil setengah berbalik kebelakang melihat tuannya.
"uruslah ,tapi jangan lama-lama..ibuku menungguku dirumah". ucap james sambil menunduk melihat ponselnya
"baik tuan" ucap supir sambil membuka pintu mobil
Diluar didepan mobil seorang wanita terduduk di aspal,sedang memegang kepalanya sambil menutup kedua matanya.
"nona ....apakah nona baik2 saja?". ucap supir.
__ADS_1
Yang ditanya masih terdiam di tempatnya,kerena saking terkejutnya.
"apakah aku sudah mati,haah apa itu suara malaikat maut ..haah ohh ya ampun,ayah ibu..Dila datang". batin Dila.
"nona ...nona..." ucap supir sambil menepuk bahu Dila.
"hah..." ucap Dila kaget ternyata dirinya belum mati.
"nona.. apakah nona baik-baik saja". ucap supir berusaha memastikan wanita yang hampir di tabraknya baik-baik saja.
"tidak jadi mati ya".batin Dila.
"non..." ucap supir.
"iii..i yaa pak saya baik-baik saja". jawab Dila berusaha berdiri namun karena kakinya tadi terbentur dan berdarah dan pergelangan kakinya juga terkilir akibatnya Dila tidak bisa berdiri.
Aku yang berada di dalam mobil sudah gelisah menunggu sopirku yang sangat lama mengatasi masalah sekecil ini,aku pun turun dari atas mobil dan melihat keluar.
"apa yang kau lakukan haah " teriak James pada supirnya.
"iiini tu..tuan nona ini,kakinya terluka" ucap supir.
"heei apakah kau tidak bisa tidak berteriak,kau tidak lihat kakiku sedang sakit" ucap Dila yang tak mau kalah padahal dirinyalah yang salah menyebrang tanpa melihat kekanan dan kekiri.
"wanita itu" batin James.
Aku tidak menyangka akan bertemu gadis ini malam ini,aku melihat kakinya yang terluka,membuat hatiku merasa sedih melihatnya terluka seperti itu.
Aku berjalan mendekatinya,dan menggendongnya awalnya dia tidak nyaman dengan perlakuanku.
"Diam...!! jika masih mau tulang-tulangmu berada dijalurnya.." ucap James seketika membuat Dila diam seperti patung.
"apaan nih,kok tubuhku menurut saja". batin Dila.
Di dalam gendonganku kulihat dia sedang menahan malunya karena berada begitu dekat denganku,aku pun sebaliknya sedang menahan laju detak jantungku yang berada begitu dekat dengannya.
.
.
.
.Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.
__ADS_1