
Mira lalu mulai membersihkan kan kamar yang akan di tempatinya, sedang Bara istirahat di kamarnya sendiri.
"Itu orang kenapa ngelarang Aku naik ke atas, ada apa sih di atas,, apa lagi pake ngancem mau kasih hukuman lagi kalau Aku masuk ke kamarnya,, di suruh masuk pun ogah ,ngapain kekamarnya,, kamar sendiri sih enak,, "Sambil beres beres Mira ngomong sendiri.
Setelah beres beres selesai, Mira lalu menjatuhkan badanya di kasur.
"Ahirnya selesai juga,, nyamanyaaa,,, kasurnya benar benar empuk,, "
Setengah jam kemudian bel pintu berbunyi, dan Mira yang membukanya, karena Bara tadi sebelum naik ke atas menelfon rumah dan menyuruh supir untuk mengantarkan tas pakean Mira.
"Terimakasih ya Pak,, "kata Mira pada Pak sopir.
"Iya Non, saya langsung pamit ya non, "
"Ngga mau minum dulu Pak, "
"Ngga usah non,, permisi,, "
Supir pun pergi dan Mira membawa tas bajunya ke kamar, lalu akan menatanya di lemari, saat membuka lemari ternyata banyak baju, dan baju bajunya masih baru.
Mira lalu pindah ke lemari sebelah dan ternyata penuh oleh tas tas bermerek, lalu mira geser lagi ke lemari terahir, ternyata banyak sepatu.
"Ini katanya kamar buat Aku tempati, tapi kenapa setiap lemari penuh dengan baju dan barang lainya,, bajuku taro di mana ini,, "Mira lalu tidak jadi membereskan bajunya, dan membiarkanya tetap di tas.
Tok tok,,,
"Mir,, Mira,,, "Bara memanggil Mira.
"Iya tunggu,, "Mira lalu membuka pintunya.
"Ada apa,,? "saat pintu udah di buka.
"Kita sudah di tunggu sama temen temen, kamu cepatlah bersiap,, "
"Emang mau kemana,, ?"
"Mau ke clab tempat kekasihmu bekerja, "
"Oh baiklah, tunggu bentar yah,, "
__ADS_1
Lalu Mira pun bersiap, sedang Bara sebenarnya tidak begitu semangat, karena Farel dan Mira pasti akan bersama.
Mira keluar dengan baju yang model punggungnya terlihat, Bara lalu menegurnya.
"Ganti bajunya, Aku ngga suka lihatnya, kaya wanita murahan saja,, "
"Tapi kan cuman punggung yang terlihat, sedikit lagi ngga lebar kok,, "
"Kanti pake kaos,, buruan,, "Mira sedikit berfikir.
"Apa mau Aku yang pakekan bajunya,, "
"Ngga,, baiklah Aku akan ganti,, "
Mereka pun turun bersama, dan langsung menuju parkiran mobil. setelah Mira ganti baju dengan menggunakan kaos.
"Mas,, itu di kamar yang Mira tempati, kok lemarinya banyak baju wanita sih, itu punya siapa,, dan dua lemari lainya pun sama penuh tas sama sepatu,, "tanya Mira saat sudah di dalam mobil.
"Itu semuanya buat kamu dari Mamah,, "
"Apa,,, serius,, "sambil teriak.
"Bisa ngga jangan teriak,, brisik tau,, "
"Kok Mamah kemaren ngga bilang sih, itu kan baju bajunya bermerek, dan tas juga sepatunya,, pasti sangat mahal ya Mas,,"
"Mana Aku tau,, tanya aja sendiri sama Mamah,, "
"Iya baiklah nanti Aku akan tanya Mamah aja,biar jelass,, "lalu keduanya diam.
Sampai di clab, seperti biasa ada ruangan kusus untuk Bara dan teman temanya. dan semuanya sudah berkumpul.
"Wah penganten baru kita sudah datang nih, "
"Terlihat loyo nih,, pasti habis kecapean karena tempur terus,, "Ledekan dari teman teman Bara pun terlontar, sedan Farel yang duduk tiba tiba bangun, semua sudah sedikit ancang ancang takut ada baku hantam, ternyata Farel bangun dari duduknya dan mendekati Mira.
Farel langsung menarik pinggang Mira agar menempel di badanya, setelah itu Faren langsung mencium Mira di depan semuanya, dan semuanya pun membulatkan matanya, tapi tidak dengan Bara ,karena Bara sudah memprediksinya, Bara lalu duduk dengan samtainya, lalu menelfon seseorang.
"Ka,, kalian,, "kataEko terbata karena saking kagetnya.
__ADS_1
Mira pun merasa malu, dan menundukan kepalanya, danFarel langsung merangkul Mira untuk duduk.
"Ini ada apa sih kita ngga ngerti, "Bima berkata.
"Kalian mempernainkan pernikahan,, parah,, "kata Panji.
"Mereka menikah karena di jodohkan, dan mereka menerimanya karena ingin melihat keluarga mereka bahagia,, jadi Mira tetap menjadi kekasihku,, "jawab Farel demgan tegas.
"Bar,, ini serius,, "Bara hanya mengangguk.
"Jadi kalian ngga berci*nta dong,, "Farel melotot, sedang Mira menggeleng.
"Oh pantas jalanya terlibat normal,, "
"Apa sih lu Ji,, dari tadi kamu lihatin Mira jalan, "Panji tersenyum.
"Gila lu,, "kata Eko.
Bara mentlaktir semua temanya untuk minum, dan Bara yang merasa kesal pun ikut Minum.
Tidak lama wanita pesanan Bara pun datang.sekitar satu jam mereka minum minum, dan Bara terbakar cemburu karena melihat Mira dengan Farel selalu menempel,ahirnya Bara pun memutuskan untuk pergi.
"Aku akan pergi, kamu tau pin pintu apartemen kan,, "kata Bara pada Mira, dan Bara sudah merangkul wanitanya.
"I,, iya,, "jawab Mira.
Lalu Bara pun pergi, tapi sebelum pergi bara sudah membayar semua pesanan teman temanya.
Sampai di Hotel wanita sewaan Bara pun terus meraba raba, tapi tidak tau kenapa milik Bara tidak mau berdiri, dan tidak teran*gsang.
karena Bara selalu memikirkan Mira terus.
"Brengsek,, "kata Bara dengan kesalnya, karena Mira telah membuatnya gilaa.
"Mas,, ayo Kita nikmati malam ini,jangan fikirkan pekerjaan yang membosankan, lebih baik kita bersenang senang saja,, "Sambil menciumi Bara.
Bara lalu mendorang si perempuan itu ke kasur, setelah itu Bara mengambil gesper yang dia pakai, dengan kasarnya Bara memukuli wanita itu.
"Aww,, sakit,, sakitt,, sudah,, tolongg,, jangan,, "perempuan itu pun kesakitan sambil teriak kesakitan, lalu Bara tidak sampai itu, Bara mengikat kaki dan tangan si perempuan itu dengan gesper.
__ADS_1
Malam ini benar benar nasib buruk telah menimpa wanita panggilan itu, setelah Bara puas menyiksa, Bara mentranfer uang 10 juta untuk perempuan itu, dan Bara pun pergi setelah selesai.
Jamgan lupa, like komen dan votenya trimakasih...