Suamiku Punya Kelainan Dalam Bercinta

Suamiku Punya Kelainan Dalam Bercinta
Bara Kesal


__ADS_3

Bara dan Mira keluar dari kamar,dan mereka langsung menuju dapur,Mira membuat sarapan untuknya,sedang Bara duduk dan menemaninya.


Setelah Mira membuat mie instan ,dia juga membuat teh hangat,tapi tanpa gula.


"Kayanya enak Mienya,,"saat Bara melihat Mie masakan Mira.


"Jelas enak dong,tapi Mas ngga boleh minta,Mas kan lagi sakit,,"


"Besok kalau sudah sembuh Aku masakin yang seperti itu yah,,"


Mira menjawab Iya,lalu memakan Mienya,dan mereka sambil mengobrol ,selesai makan Bara dan Mira gabung sama yang lain.


Mereka sedang mengobrol tentang rencana pulang ke kota,Mira dan Bara lalu duduk di sofa sambil berdekatan.


"Bar,,kita mau balik nanti siang,,kamu mau balik bareng apa gimana,,?"tanya Eko.


"Penginya sih balik bareng,soalnya Mira besok harus kerja,tapi badanku belum fit nih,ada yang mau bareng sama Aku ngga,biar bisa nyetir,Aku ngga kuat masih lemas nih,"kata Bara.


"Kamu demam Bar,,?"tanya Panji.


"Iya,,,"Bara lalu menyandarkan kepalanya di pundak Mira.


"Sama Aku aja gimana,kontrakanku kan searah sama apartemenmu Bar,,?"Farel yang berkata,Bara lalu melihat ke Mira.Mira hanya mengedipkan kedua matanya tanda setuju.


"Ya udah ,tapi kamu yang nyetir ya Rel,,"


"Iya,,Aku yang nyetir,,"


Lalu mereka lanjut ngobrol,lalu panji dan pacarnya pergi menggunakan motor untuk jalan jalan,sedang Bima ,Eko dan Farel main catur,di temani pacar pacar mereka.


"Mir,,kita ke kamar yuk,Aku pengin istirahat,"


"Ya udah ayo,,"Lalu Bara pun berpamitan pada semuanya,bilang mau istirahat.

__ADS_1


Di kamar Bara langsung tiduran,sedang Mira merapikan baju baju yang kotor dan akan di bawa pulang.


"Baju kita yang kotor ngga usah di bawa,biar di sini saja,nanti mang dadang yang akan membereskanya,"


"Tapi kasian Mas,,"


"Kasian gimana,nanti kan istrinya mang dadang juga bantuin,,sudah sini kita tidur aja yuk,,"Mira pun mengangguk dan naik ke kasur.


"Aku boleh lihat luka di lehermu ngga Mir,"


"Ngga usah Mas,udah sembuh kok,udah kering,,"


"Aku tapi pengin lihat,,buka yah,,"Mira ahirnya membolehkan Bara melihat luka di lehernya.


Bara menarik baju tebal yang Mira pakai,Bara tau yang Mira pakai itu bajunya,dan Bara juga tau itu baju untuk menutupi lehernya,Bara membukanya agar lukanya terlihat ,Bara mengusap pelan di setiap luka itu,lalu Bara menikan baju yang Mira pakai.


"Mas,,kamu mau apa,,?"sambil memegang tangan Bara yang mau menarik bajunya keatas.


"Aku mau lihat luka yang di dadamu,,"


Tapi Bara tetap menarik baju Mira ke atas,dan Bara langsung bisa melihat luka itu,memang sudah kering,tapi pasti sakit.


"Maaf,,,"saat Bara melihatnya.


"Sudah Mas,,Aku ngga papa kok,,"Bara lalu mencium dada Mira yang luka,Mira justru merasa seperti tersetrum aliran listrik,ada perasaan aneh saat Bara menciumnya.


"Aku tidak akan mengulainginya,bagiku asal kamu ada di sampingku,Aku akan tetap bahagia,Aku tidak mau menyakitimu lagi,karena Hatiku juga merasa sakit melihatmu terluka oleh perbuatanku,,"kata Bara dalam hati sambil menciumi dada Mira.


"Mas,,udah yah,,Aku malu,,"kata Mira sambil menurunkan bajunya ke bawah.


Lalu keduanya pun tidur dengan saling berpelukan.sekitar jam satu Mira bangun karena pintu kamar di ketuk.


"Maaf kak Abet ganggu,Abet di suruh bangunin karena kita sebentar lagi berangkat,"

__ADS_1


"Oh iya,,ngga ganggu kok,ya udah saya siap siap dulu,makasih ya Bet,,"Abet mengangguk lalu pergi.


Mira membangunkan Bara,setelah itu Mira langsung mandi ,setelah Bara bangun.


Sekitar satu jam semuanya tinggal berangkat,dan 3 mobil beriringan keluar dari Villa.


Di depan Farel di temani Abet,sedang Bara dan Mira duduk di bangku tengah.


"Mas,,kamu kok anget lagi sih badanya,tadi kamu ngga minum obat yah,"saat Bara menyenderkan kepalanya pada pundak Mira,Mira merasakan kening Bara Anget.


"Hemmm,,,Aku lupa tadi ngga minum,kamunya ngga kasih,,"Farel dan Abet hanya jadi pendengar.


"Ya Tuhan Mas kamu kok kaya anak kecil sih harus di kasih tau minum obat,kan Mas ngerasanin pusing harusnya ya minum obat,"


Bara diam karena memang dia salah.


"Mas Farel nanti kalau ada apotik tolong berhenti sebentar yah,Aku mau beli obat dulu,"Farel hanya Menjawab Iya.


Lalu Mira menyuruh Bara tiduran dan kepalanya di letakan di pangkuanya.Mira mengusapi juga memijit kening Bara.


Farel selalu melirik ke sepion yang ada di atas kepalanya,Mira terlihat sangat perhatian pada Bara,Farel sungguh merasa iri dan cemburu melihatnya,tapi Farel juga tidak mau egois.


Abet yang tau Farel teris saja melirik ke Mira,Abet lalu menyandarkan kepalanya di pundak.


Setengah jam kemudian mobil berhenti di apotik,Mira langsung turun dan membeli obat,di depan apotik ada penjual jus buah,Mira langsung memesan 4,Mira juga membeli roti untuk Bara.


Mira masuk mobil dan langsung membagi minumanya.


"Maaf ya Bet,Aku ngga tau kamu suka jus apa,Aku beli jus alpukat buat kamu,dan ini Mas Farel jus mangga,,"sambil memberikanya pada mereka.


"Kamu masih paham sama kesukaan ku ya Mit,makasih,,"Farel berkata seperti itu,dan Bara yang tidak suka langsung menatap Mira dengan tatapan kesal.Mira tidak menjawab hanya diam dan langsung sibuk membuka roti dan jus melon buat Bara.


"Ini Mas makan dulu rotinya,biar bisa minum obat,"sambil menyodorkan ke mulut Bara,Bara menurut tapi masih terlihat kesal,Mira yang melihatnya justru merasa lucu,dan Mira tersenyum tipis.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih..


__ADS_2