
Bara lalu keluar dari kamar setelah membangunkan Mira.
"Mana Miranya Mas,,?"tanya pacar Eko.saat Bara keluar dari kamar dan melewati para perempuan yang sedang menyiapkan bumbu.
"Masih di kamar,sebentar lagi keluar,,"jawab Bara.
Bara gabung dengan para laki laki ,mang Dadang membuatkan kopi dan teh manis panas untuk semuanya,biar badan mereka hangat.
Mira keluar dari kamar dan langsung gabung dengan para perempuan.
"Maaf yah,Aku ketiduran tadi,,"
"Ngga papa Mir,,ini kita juga belum lama kok mulainya,,"
Mira lalu ikut membantu,dan Mata Mira melihat ke Abet,dan rupanya Abet juga sedang menatapnya,lalu keduanya tersenyum.
"Perkenalkan kak Aku Abet,,"sambil mengulurkan tanganya.
"Mira,,"jawab Mira sambil menjabat tangan Abet.
"Kak Mira mau kan kalau kita jadi teman,?"
"Iya,,kita teman,,"
"Maafkan Abet ya kak kalau gara gara Abet kaka dan kak Farel jadi berpisah,,"
"Bukan gara gara kamu,ini semua sudah takdir dari Tuhan,memang kita bukan jodoh,semoga pernikahanmu dengan Mas Farel bahagia yah,dan selamat atas kehamilanmu,"
"Iya kak terimakasih,,"
Rupanya Farel melihat dan mendengar Mira dan Abet yang sedang mengobrol,Farel sebenarnya masih sangat mencintai Mira,tapi saat dengar perkataan Mira kalau sudah takdir dari Tuhan Farel pun menyadarinya.semua sudah Tuhan atur,dari rezeki ,jodoh dan kematian,Farel lalu langsung sadar.
"Cinta tak harus memiliki,asalkan kamu bahagia Aku pun ikut bahagia,kita mungkin memang tidak berjodoh,,"kata Farel dalam hati.
Lalu Farel mendekati Abet dan memberikan jaket padanya karena makin malam udara makin dingin..
__ADS_1
"Pake jaketnya,,udaranya sangat dingin,"Memberikan jaketnya pada Abet,dan Mira yang melihanya langsung menunduk dan sibuk dengan memotong sosis,Mira tidak ingin melihatnya karena mencoba untuk tidak peduli.
"Iya Kak,,makasih,,"Setelah itu Farelpun pergi gabung dengan laki laki.
"Abet gimana rasanya orang hamil,katanya orang hamil bau yang aneh aneh suka mual,?"tanya pacar Panji.
"Hamil menyenangkan kok,kita jadi sering di perhatikan oleh pasangan kita,dan soal bau emang iya sih suka mual,tapi sekarang tumben ngga,,mungkin anak Abet tau kali yah mamahnya sedang kumpul dengan teman temanya jadi ngga rewel,,"
"Kok bisa gitu yah,aneh,,"
"Emang kadang bawaan bayi beda beda sih,,"
"Mir,,kamu belum ada tanda tanda hamil nih,kamu kan dah duluan nikah,,"
"Iya Mir,,kamu belum hamil,,"Mira menggeleng.
"Doakan saja semoga secepatnya,,"jawab Mira.
"Apa Mas Bara letoy Mir,kurang perkasa gitu,"Mira sedikit kaget dengan pertanyaan itu,karena Mira ngga tau apa apa tentang Mas Bara,karena mereka belum pernah berhubungan In*tim.
Dan semua pun tertawa karena Mira terlihat malu dan jadi grogi,apa lagi pipinya kelihatan merah.
"Kita becanda kok Mir,kita tau lah pasti Mas Bara perkasa,badanya aja terlihat kekar gitu,"Mira tersenyum Tipis.
Malam makin larut,dan semua makanan sudah matang,mereka lalu duduk melingkar dan saling berdekatan dengan pasanganya masing masing.
"Kita makan satu piring aja ya Mir,,"
"Boleh,,Aku ambil dulu ya Mas,,"Mira mengambil nasi ,ikan bakar dan ayam bakarnya juga.
"Sambalnya jangan banyak banyak,Aku ngga suka pedes,,"Bara berkata lagi.
Lalu Mira pun mengangguk,semuanya makan sambil mengobrol dan tertawa bersama.
"Coba ini Mas,ikan guramehnya kaya yang kemaren kita makan,aaa,,,"Mira menyuapi Bara,Bara langsung membuka mulutnya.
__ADS_1
"Gimana,,enak kan,,"Bara menjawab Iya.
Bara mengambil tisu untuk mengusap bibir Mira yang kotor.
"Diam lah,bibirmu kotor,"Mira lalu diam dan mengusap bibir Mira.
Rupanya dari tadi ada yang memperhatikan Bara dan Mira,ya itu Farel.Farel sesekali melirik ke arah mereka.
Acara makan makan pun selesai,sekarang mereka sudah duduk santai karena habis makan.
"Rel,,nyalakan musiknya,kita berdansa yuk,malam ini kita bersenang senang,,"Eko berkata.
"Iya ,,"Bima dan Panji juga menyetujuinya.
Acara bakar bakar ini tidak di bolehkan meminum minuman yang beralkohol oleh Bara,jadi semuanya dalam kondisi sadar dan normal.
Farel menurut,lalu musik pun di nyalakan,Panji menarik pacarnya untuk berdansa,lalu Eko dan Bima pun menyusul.
"Mau dansa,,?"tanya Bara pada Mira.
"Aku ngga bisa Mas,malu,,"
"Ngga usah malu,dansa hanya menggerakan badanya pelan saja kok,ayo kita coba,"Bara bangun lalu mengulurkan tanganya pada Mira.Mira lalu menyambut tangan Bara.
Sedang Farel dan Abet berdiri di depan piringan musik yang di gerakan tangan mereka berdua.
Bara memeluk pinggang Mira dan Mira mengalungkan tanganya di leher Bara,mereka menikmati musik sambil mereka saling tatap dan tersenyum.Bara berlahan mencium kening Mira dengan sayang,Mira pun memejamkan matanya.
Semua menikmati alunan musik,dan berdansa dengan pasangan masing masing.Tatapan Bara ke mira mengandung arti karena mata Bara terus menatap ke bibir Mira.tiba tiba Bara menggendong Mira di depan,Mira yang kaget dan takut jatuh langsung mengalungkan tanganta di leher Bara dengan kencang.
Dan Bara langsung berjalan menuju kamarnya,sambil menggendong Mira.
"Woyyy,,,mau kemana,,"teriak Panji ,semua pun melihat ke arah Bara yang menggendong Mira.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1