
Mira membeli makanan buat Ibu dan Bara juga dirinya, Mira rupanya beli bubur ayam 3 bungkus, dan kopi hangat buat Bara.
Setelah selesai Mira pun masuk ke dalam rumah sakit lagi, karena Mira membeli makanan di luar rumah sakit.
"Mas,, apa Aku gugurkan kamdunganku ini saja, "sambil menangis si perempuan bicara.
"Jangan, kamu itu ngomong apa sih, dia tidak berdosa, kita jangan menambah dosa lagi dengan membunuhnya, "
"Lalu kita harus gimana, Aku tau Mas tidak mencintaiku karena Mas mempunyai kekasih, Aku tidak ingin anak ini lahir tanpa seorang Ayah, kita saja pernah merasakanya kan Mas, kita hidup di panti asuhan tanpa kasih sayang orang tua kita ,rasanya sungguh menyedihkan, Aku ngga mau nasib anak ini lahir menderita kaya kita Mas,, "Laki laki itu langsung memeluk si perempuan.
"Jangan menangis, kita akan menikah, "
"Mas Farel,,,, "
Ternyata Mira saat masuk ke dalam rumah sakit mendengar orang yang sedang mengobrol, dan Mira sangat faham dengan suara laki laki itu, Mira pun mendekatinya, dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Mira sangat kaget saat melihat siapa orang itu, dan ternyata Farel.
"Mi,, Mira, ka,, kamu,, "Mira sudah beruraiyan air mata, Farel lalu melepaskan pelukanya pada Abet.
"Mir,, biar Aku jelaskan,, "
"Jangan mendekat,, Aku ngga butuh penjelasanmu,, kamu benar benar menjijihkan rupanya,, "
"Mir,, Aku minta maaf Mir,, tapi.. "
"Cukup,, jangan sebut dan pangil namaku lagi, kita sekarang putus,, jangan temui Aku lagi karena Aku tidak ingin melihatmu lagi,, dasar laki laki brengsek,, "saat Mira akan pergi Farel mencegahnya. sampai kantong yang berisi bubur ayam dan gelas kopi terjatuh karena Farel menarik tangan Mira.
"Tunggu Mir, Aku mau bicara dulu denganmu, "Abet hanya diam sambil melihat ke arah Farel dan Mira yang sedang berdebat.
"Lepas,,Aku ngga mau dengar penjelasan darimu,, "
Keributan mereka membuat bebeorang yang lewat jadi melihatnya.Bara yang merasa Mira sudah pergi cukup lama ahirnya menyusulnya. saat sedang berjalan Bara melihat Mira yang sedang jadi perhatian orang, dan Bara langsung mendekatinya.
__ADS_1
"Mira Ada apa ini,, Farel,, "kata Bara yang kaget melihat Farel juga di situ.
"Mas tolong Mas,, Aku ngga mau lihat dia lagi Mas, Aku pengin Mas,, "Bara yang melihat Mira menangis dan seperti kesakitan langsung menarik tangan Farel.
"Lepas kan tangan Mira Rel,, kamu menyakitinya,, "Bara langsung menarik Mira ke pelukanya setelah terlepas dari tangan Farel.
"Aku hanya ingin menjelaskan kesalah pahaman saja Bar, bantu Aku bilang pada Mira,, "
"Aku ngga mau Mas,, Aku mau pergi,, Aku ngga mau melihat dia lagi Mas,, "Mira sambil memeluk Bara.
"Rel,, Aku ngga tau ada masalah apa di antara kalian sekarang, tapi sebaiknya kamu pergi aja sekarang, besok kalau Mira sudah lebih tenang kalian bisa bicara lagi baik baik,,"
"Baik lah Bar, Aku akan menelfonmu nanti,, Aku pergi dulu,, "Mira terus saja memeluk Bara tanpa mau melihat Farel pergi.
Farel melihat ke Mira, tapi dia tetap tidak mau melihat ke arahnya, lalu Farel pun mengajak Abet untuk pergi dari situ.
"Ayo kita duduk di taman dulu, tenangkan dulu dirimu,, di sini banyak orang yang melihat kekia, "Bara lalu merangkul Mira menuju taman rumah sakit.
"Aku ngga tau masalahnya, tapi kalau dengan menangis kamu bisa lebih tenang, menangislah sepuasnya, tapi jangan lama lama karena matamu akan bengkak takutnya Ayah juga ibu nanti jadi curiga kalau kamu sedang ada masalah,, "Bara sambil mengusap pundak Mira.
"Mas Farel,,, Mas Farel selingkuh Mas, dan selingkuhanya sekarang sedang hamil,, "
"Apa,, bagaimana kamu bisa tau,,? "Bara langsung kaget.
"Aku tadi tidak sengaja mendengar obrolan mereka Mas,, kenapa Mas Farel tega menghianati Aku,, "
"Sudah jangan menangis lagi,, tenangkan dirimu, sekarang Ayah lagi sakit, jangan menambah beban fikiranya dia lagi,, "Mira mengangguk lalu mengusap air matanya.
"Mana sarapanya, sudah beli belum,,?"
"Tadi Aku udah beli, tapi tumpah saat Mas Farel menarik tanganku,, "
"Ya udah Aku beli dulu, kamu lebih bsik cari toilet buat cuci mukamu itu,, biar ngga terlihat berantakan,, "Mir pun mengangguk.
__ADS_1
lalu Bara pergi untuk membeli sarapan, sedang Mira mencari toilet.
Bara menelfon Mira, menanyakan ada di mana saat ini, karena Bara sudah membeli sarapan. dan ternyata Mira menunggu Bara,mereka lalu masuk ke ruang rawat Ayah bersama sama.
"Kalian itu beli sarapan di mana sih, kok lama banget,,? "tanya Ibu, Mira melihat Bara untuk membantu menjawab.
"Iya Bu maaf lama, soalnya ngantri dulu tadi di tempat penjual bubur ayamnya,, "
"Oh nggantri,, "
"Ayo bu kita sarapan dulu,, "ajak Mira.
Lalu Mereka bertiga sarapan bersama, sedang Ayah memakan buah yang tadi di potongin oleh Ibu.
"Mir, nanti habis makan temani Ibu ke ruang Dokter yah, soalnya tadi Dokter habis periksa Ayah bilang ke ibu untuk datang ke ruanganya, "
"Iya Bu, nanti Mira temani,, "
Selesai sarapan, Mira dan Ibu pergi keruangan Dokter, sedang Bara menemani Ayah, mereka mengobrol bersama.
Sekitar setengah jam, Mira dan Ibu pun datang, dan bilang kalau Ayah sudah boleh pulang.
"Sukur lah kalau Ayah sudah boleh pulang, "kata Bara.
"Iya Mas, kata Dokter Ayah cuman harus jaga kesehatan dan ngga boleh cape,, "Bara mengangguk.
"Ya udah kamu bantu Ibu bersiap, Aku akan ke bagian administrasi dulu yah, "
"Ngga usah Mas biar Mira aja yang ke sana,, "
"Sudah ngga usah ,biar Mas aja,, "Bara lalu keluar dari ruang rawat Ayah, dan Mira langsung membantu Ibu bersiap untuk pulang.
Jangan lupa like komen dan votenya, trmakasih...
__ADS_1