
Mira mengikat rambutnya ke atas,srtelah rambut di ikat,Mira melihat ke lehernya,dan ternyata ada 3 yang luka,dan Mira lalu membersihkanya dulu dengan kapas ,Mira sambil meringis kesakitan.
Bara di kasur rupanya belum tidur,Bara terus melihat ke Mira yang sedang mengobati lukanya,hati Bara merasakan sakit yang amat sangat,karena wanita yang dia cintai terluka olehnya.
Mira memberi salep ke lehernya,setelah selesai Mira membuka kancing bajunya,Mira akan mengobati pun**ting su**sunya yang terluka juga,yang satu hanya merah sedang satu lecet.
Mira membersihkanya dulu dengan tisu,setelah itu baru memberi salep,Mira di bagian ini merasakan sangat perih ,Mira sampai menggigit bibirnya,salep yang Mira pake memang saat di pakai perih,tapi besoknya luka itu kering langsung dan tidak membekas bekas lukanya.Bara yang masih melihatnya langsung bangun karena tidak tega melihat Mira yang kesakitan.
"Maafff,,,"sambil memeluk Mira,Mira yang kaget karena Bara belum tidur dan memeluknya hanya bisa diam dulu.
"Iya Mas,,Aku ngga papa kok,ini nanti juga sembuh,,"Sambil mira melepaskan pelukan Bara.
Bara lalu berjongkok,dan meletakan kepalanya di pangkuan Mira,Bara ternyata menangis,Bara menangis karena penyakit yang ada didirinya sungguh menyiksa batinya.
"Sudah Mas,,jangan menangis,,Aku ngga papa,,"
"Aku janji ngga ngelakuinya lagi,"sambil menciumi tangan Mira.
"Iya Mas,,,sekarang kita tidur aja yuk,,badan Mas anget,,"sambil memegang kening Bara.
Ahirnya Bara dan Mira naik ke kasur,Bara menarik badan Mira untuk di peluknya.mereka pun tertidur.
Pagi harinya Mira bangun dan ternyata sudah jam 7 pagi,Mira bangun karena merasa hawa banas yang menembpel di badanya,lalu memegang kening Bara,ternyata panas.
Mira akan keluar kamar karena mau ambil obat dan juga minuman hangat,tapi Mira teringat lehernya,lalu Mira mencari baju milik Bara di lemari,Mira mencari caket yang bisa menutupi lehernya.setelah dapat Mira memakainya dan langsung keluar dari kamar.
"Pagi Mir,,,"sapa Bela pacar Eko.
"Pagi,,"Mira langsung masuk ke dapur.
Di dapur ternyata ada Farel,keduanya sedikit kikuk dan saling diam.Farel rupanya mengamati saat Mira berjalan,dan Farel tiba tiba tersenyum tipis tanpa Mira lihat.
__ADS_1
Mira lalu membuat teh manis,dan membuat bubur buat Bara juga.
"Kamu mau buat apa,?"tanya Farel karena Mira merebus nasi di panci.
"Mau buat Bubur,"
"Buat siapa,,?"
"Buat Mas Bara,Mas Bara demam,,"Farel hanya mengangguk.
"Aku duluan,,"kata Farel sambil membawa su*su untuk Abet.
Lalu Eko dan pacarnya masuk dapur,mereka membuat sarapan.
"Mir kamu buat apa,,?"tanya Bela.
"Buat Bubur,mas Bara demam,,"
"Mas Bara dari kemarin juga sudah demam,tapi tidak di rasa,semalam panas lagi,,"
Mira sibuk mengaduk buburnya,sedang pacar Eko sedang merebus mie instan di samping Mira.
"Mir,,itu lehermu merah merahnya masih kelihatan loh,pati di dadamu banyak yah,,"Bela ngeledek Mira,Mira lalu menutup leher atasnya,karena Mira menutupnya takut yang terluka terlihat.
Mira tidak menjawab tapi hanya tersenyum.
"Ngga usah malu gitu Mir,,kita juga udah merasakanya kok,,"Eko yang melihat kemira sedikit aneh,tapi sepertinya semalam tidak terjadi apa apa,karena Mira terlihat sehat dan jalanya pun biasa aja.
"Yang,,udah jangan di ledekin,Mira kasian tuh dah malu,,"kata Eko ke pacarnya.
Bubur Mira sudah jadi,lalu Mira membawa ke kamar dan juga teh manis hangatnya.
__ADS_1
Sampai di kamar Mira membangunkan Bara,dan Bara pun bangun.
"Mas,,badan Mas panas,Mas sarapan dulu yah,biar nanti bisa minum obat,,"Bara hanya mengangguk.
"Mir,,maaf yah Aku selalu merepotkanmu,"
"Ngga kok Mas,Mas ngga ngerepotin,Mas kan suamiku jadi sudah seharusnya,Aku mengurus Mas,suka dan duka,,"
"Makasih,,Aku mencintaimu,,"sambil mencium tangan Mira,Mira hanya tersenyum tipis.
Mira menyuapi Bara,Bara hanya makan 3 suap,setelah itu tidak mau lagi,lalu teh manis hangatnya baru di habiskanya.
Setelah itu Bara minum obatnya,dan di suruh untuk tiduran lagi.
"Jangan keluar,tetap di sini temani Aku,Aku ngga mau kamu di luar bersama mereka,,"
"Emangnya kenapa,mereka kan teman Mas,,"
"Iya teman,tapi Aku ngga suka miliku jadi bahan perhatian oleh mereka,"
"Kamu tuh ngomong apa sih Mas,udah istirahat gih,,Aku mau ambil makan buatku sarapan,Aku juga lapar,,"
"Kalau kamu keluar Aku juga ikut,,"
"Tapi kamu masih sakit Mas,,"
"Sudah sembuh,kan tadi sudah minum obat,"
Mira hanya menggelengkan kepala,ternyata Mas Bara sudah terlihat posesif.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasihhh...
__ADS_1