
Mira menelfon Farel sampai 3 kali tapi tidak di angkat, dan membuat Mira kesal.
"Mungkin Farel tidak dengar hpnya bunyi, nanti lagi kan bisa telfon lagi,, "kata Bara sedikit menghibur. Mira hanya tersenyum tipis.
"Kita lansung pulang atau mau mampir kemana dulu nih, mumpung kita masih di luar,,? "
"Aku mau pulang langsung aja lah Mas,, "
"Baiklah kalau gitu,, kita pulang, "
Sampai di apartemen Bara membantu Mira menata barang belanjaan di dapur.
Mira masih terlihat murung, Bara lalu sedikit menghiburnya.
"Ini makan lah,, "sambil menyodorkan es krim ke mulut Mira.
"Tapi Aku kan ngga pengin Mas,, "
"Iya Aku tau, tapi dari tadi wajahmu cemberut terus ngga enak di lihatnya, biasanya perempuan kalau di kasih es krim kan langsung seneng dan senyum lagi,,jadi makan lah aaaa,,, "Mira pun tersenyum dan membuka mulutnya.
"Tapi Aku kalau sedang marah atau kesal obatnya bukan di Es krim ,,tapi maunya Bunga Mas,, "sambil Mira sibuk lagi menata belanjaan, sedang Bara yang lanjutin makan es krimnya.
"Oh bunga,, baiklah akan Aku ingat, kalau nanti kamu marah, Aku akan belikan bunga yang banyak,, "
"Tapi ngga sembarang bunga ya Mas,, "
"Emangnya kamu sukanya bunga apa,,? "
"Eemmm,, bunga bank,, "sambil tersenyum.
"Hemmm,, bunga bank sih ngga cuman kamu aja yang suka, semua orang juga suka itu mah,, "
Saat Bara mau membuang tempat es krim, tiba tiba Mira mau jatuh, karena Mira mau meletakan gula ke lemari yang sedikit tinggi, Bara langsung menangkapnya dari belakang.
__ADS_1
Posisi mereka ,Bara seperti memeluk mira dari belakang, dan tangan Mira memegang tangan Bara, untung gulanya tidak jatuh karena sampai di atas.
Mira lalu mendongakan wajahnya dan Bara sedikit menunduk, mereka sekarang sedang saling pandang. Mira masih sedikit kaget karena hampir jatuh.
Entah siapa yang duluan, tapi bibir mereka sekarang sudah menempel. kepala Mira yang bersandar di dada Bara, membuat sedikit susah, Bara yang ternyata sadar dan tidak ingin melewatkan kesempatan ini langsung merubah posisi Mira, sebelum Mira sadar dengan apa yang di buatnya.
Bara lalu mengarahkan badan Mira agar berdiri, dan setelah berdiri, tangan Bara yang satu memegang punggung Mira dan yang satunya leher belakangnya.
Bara langsung melanjutkan ciumanya, dengan sangat lembut dan hati hati, Mira yang tadinya tidak membuka bibirnya, berlahan membukanya, Bara tidak melewatkan kesempatan itu, Bara langsung mel*umat bibir Mira atas dan bawah, sedang Mira yang merasakan bibir dan lidah Bara terasa manis karena habis makan es krim,berlahan ikut melu*mat Bibir Bara.
Mereka untuk sekian menit saling melu*mat,sampai ahirnya Mira sadar apa yang sedang di lakukanya.
"Aawww,,,sakit,,, "teriak Bara saat ibirnya di gigit Mira.
"Iihh,, Mas kamu tuh kenapa cium Aku sih,, "Mira sedikit kesal sambil mengusap bibirnya yang basah.
"Kamu juga tadi menikmatinya kok ,, kamu tuh kenapa pake gigit sih, nih berdarah kan,, "Mira yang melihat darah di bibir Bara keluar banyak pun langsung kaget.
"Kok berdarah,, banyak lagi, aduh gimana nih Mas,, "sambil mendekati Bara.
Setelah itu Bara lalu duduk di bangku sambil menahan perih.
"Coba Aku lihat,, separah apa,, "lalu Mira memegang bibir Bara dan melihat lukanya.
"Maaf ya Mas,, lagian tadi kamu main cium sih,, "setelah melihat lukanya.
"Ya kalau kamu tadi ngga mau di cium, kenapa tadi kamu membalas ciumanku,, "Mira langsung menunduk malu dan pipinya langsung memerah.
Bara yang melihatnya tersenyum tipis, Mira yang malu langsung pergi dari situ dan masuk langsung ke kamarnya, di kamar Mira menjatuhkan badanya dikasur, lalu memukuli bantal karena kesal pada dirinya sendiri.
"Iihhh,,, kenapa Aku tadi bales ciumanya sih,, malunya Akuu,,, pasti Mas Bara pikir Aku cewe gampangan, yang mua aja di ciuminya,, bodoh bodohhhh,,, "sambil terus memukuli bantal.
Setelah Mira pergi dan barang belanjaan belum selesai di tata, ahirnya Bara yang melanjutkanya menatanya.
__ADS_1
Bara sambil tersenyum sendiri karena mengingat wajah Mira yang malu dengan pipi merahnya saat Bara bilang padanya kalau dia juga menikmati dan membalas ciumanya.
Setelah selesai membereskan barang belanjaan, Bara lalu keruang depan, Bara merebahkan badanya di sofa, sambil memegang bibirnya yang luka.
Bara lalu memejamkan matanya dan tertidur,Bara bangun karena perutnya bunyi ,Bara membuka matanya dan ternyata sudah jam 7 malam.
"Pantas perutku terasa lapar, rupanya sudah malam,, "Bara bangun lalu menyalakan lampu.
Setelah itu Bara masuk ke dapur, dan melihat sisa makanan tadi siang. masih ada sup daging sapi walau sedikit, Bara pun memakanya karena lapar,dan merasa kepalanya sedikit pusing.
"Mas,, kamu sedang apa,,? "Mira tiba tiba datang dan membuat Bara kaget.
"Makan lah,, kamu tuh bikin kaget aja sih, "
"Maaf,, Mas makan pake apa,,? "
"Ini ada sisa sup yang tadi siang,, "
"Emang masih enak,,, "
"Masih,,, tadi Aku hangatkan,, "
"Oh ya udah Aku ngga usah masak kalau Mas udah makan, tadinya Aku mau masakin buat Mas,, "
"Emang kamu mau masak apa,,? "
"Cumi sama udang,, di masak saos padang,, "
"Bikin gih,, kayanya enak, Aku mau makan lagi nanti,, "
"Iya udah Aku masak,tapi bantuin yah,, "
"Iya Aku bantuin,, "
__ADS_1
Mereka berdua lalu masak bersama,Bara membantu membersihkan dan mengupas udang, serta cuminya, sedang Mira membuat bumbu.
Jangan lupa like ,komen dan votenya, trmakasih...