
"Mir,,,"Farel memanggil Mira.Mira diam tidak menjawab.
"Aku minta maaf ,Aku telah menyakitimu,tapi Aku sungguh tidak berniat menyakiti hatimu dan membuatmu terluka,Aku hilaf,,"
"Semenjak kamu menikah ,kita jadi jarang bertemu,dan Aku juga sering ada kerjaan di luar kota,rasanya Aku menjadi setres dan putus asa,Aku setres karena selalu memikirkamu dan selalu takut juga berfikiran kamu dengan suamimu melakukan hal layaknya suami istri,dan keputus asaanku karena Aku kadang berfikir apa kamu bisa kembali padaku,sedang Aku dan suamimu bagai langit dan bumi,pasti setiap perempuan lebih memilih laki laki yang kaya,apa lagi suamimu orang yang sangat kaya,orangnya baik dan tampan juga keluarga yang kumplit.suamimu tidak punya kekurangan,sedangkan Aku hanya seorang DJ yang tidak punya apa apa,bahkan orang tua pun Aku tidakpunya,"
"Tiap hari entah itu siang atau malam Aku selalu memikirkan itu,sampai ahirnya Aku bertemu Abet,Abet adalah teman kecilku,kita sama di besarkan di panti asuhan,"
"Dia sering menemaniku saat Aku keluar kota ,dan dia tempatku bercerita,sampai suatu malam Aku mabuk berat,dan Aku melakukan hal yang harusnya tidak di lakukan kepadanya,dan ahirnya Abet hamil anaku,,"
"Maaf,,Maafkan Aku ,,sungguh Aku tidak bermaksud menyakitimu,Aku mohon maafkan lah Aku,,dan Aku juga sudah menikah dengan Abet ,walau ngga ada rasa cinta tapi Aku bertanggung jawab dengan apa yang Aku perbuat padanya"
"Aku memang merasa sangat sakit atas penghianatan kamu Mas,tapi sepertinya memang ini sudah takdir dari Tuhan,dan kita memang tidak berjodoh,"
"Aku memaafkanmu Mas,kita sudah sama sama mempunyai pasangan ,jadi kita sekarang hanya sebagai teman,Kamu harus bisa mencintai istrimu.karena dia adalah ibu dari anakmu,Aku pun sama akan membuka hatiku untuk suamiku,dan menerima pernikahan ini,"
"Maaf Mas Aku permisi dulu,Aku mau istirahat,,"Mira bangun dari duduknya.lalu Mira menyodorkan tanganya untuk bersalaman dengan Farel,Farel lalu menyalami tangan Mira.
"Kita menjadi kekasih dengan baik baik,dan sekarang kita pisah juga harus baik baik juga,kita sekarang teman ya Mas,jangan ada rasa benci apa lagi cinta di antara kita,"Sambil tersenyum tipis.Farel juga memalas senyum Mira.
Tangan pun terlepas,Mira lalu pergi meninggalkan Farel,Mira dari tadi terlihat biasa saja,tapi sebenarnya Mira merasakan sakit dan sedih,bagai manapun rasa cinta masih ada di dalam hatinya,tapi rasa benci ,kesal dan marah lebih besar,membuatnya sakit di hatinya,Mira berjalan menuju kamar Bara dengan air mata yang mengalir dari matanya.Mira langsung membuka pintu kamar Bara.
Bara sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya,saat melihat Mira yang masuk dan menangis,Bara bangun dan mendekatinya,lalu Mira memeluk bara sambil menangis.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu lebih baik,,"sambil Bara mengusap kepala Mira.
__ADS_1
Untung kamar Bara kedap suara,jadi Mira menangis sedikit kencang pun tidak akan terdengar keluar.Setelah sekitar 10 menit ahirnya Mira sudah berhenti menangis dan lebih tenang,baju Bara di dada sangat basah karena terkena air mata Mira,dan ingus Mira juga menempel.
"Sudah nangisnya,sudah enakan,,?"tanya Bara,Mira lalu mengangguk.
"Duduk dan minumlah,,Aku mau ganti baju dulu,ini bajuku basah kena air matamu dan ingusmu,,"Sambil Bara membawa Mira ke sofa,dan setelah itu Bara melepas bajunya.
Setelah Bara ganti baju,Bara ikut duduk di sofa dan dekat Mira.Mira menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Kenapa,,sakit kepalanya,,?"Mira menggeleng,karena Mira memijit keningnya.
"Ngantuk,,"jawab Mira.
"Ya sudah sanah tidur,,"
"Tapi nanggung ini sudah mau mahrib,trus kalau Aku tidur acara bakar bakarnya gimana,masa Aku ngga bantuin,,"
"Tapi Temenin tidurnya sama Mas yah,,"Bara tersenyum melihat tingkah Mira.
"Ya udah Ayo Mas temani,,"Mira langsung bangun dan menarik tangan Bara.
Mereka berdua lalu naik ke kasur,dan Mira langsung tiduran,Bara juga ikut tiduran,Mira memeluk Bara dan Bara pun membalas pelukan Mira.keduanya pun ahirnya tertidur.
Sedang Panji juga Bima keluar dari kamar,karena mereka sudah merasa lapar,dan di lihat jam ternyata sudah jam 9 malam.
"Mang,,Bara mana,,?"tanya Panji pada Mang dadang.
__ADS_1
"Belum keluar Mas dari tadi Den Baranya,"
"Kita sudah lapar nih Mang,,kita siapin aja dulu yuk nakar bakarnya,biar nanti Bara keluar sudah tinggal makan,"kata Bima.
"Oh gitu ya Mas,ya silakan aja,Mamang mah ikut aja,,"
"Iya Mang,,"
Lalu Panji memanggil Eko dan Farel,dan pacar mereka juga di suruh keluar buat bantu menyiapkan bakar bakar.
Perempuan membuat Bumbu juga sambal,sedang para laki laki ada yang bersihin ikaN dan Ayam,juga bikin bara api.
"Bara bangunin sanah Ko,,"kata Panji.
"Iya sanah bangunin,biar dia juga ikut bantu,sepertinya mereka ketiduran,,"Bima juga bicara.
"Iya kalau mereka tidur,kalau sedang main kuda kudaan gimana,,kamar mereka kan kedap suara,,"Farel yang mendengar perkataan Eko pura pura tidak dengar.
"Di coba dulu aja sanah,,"Panji mendorong Eko,ahirnya Eko pun mengetuk kamar Bara.
"Bar,,,Baraaa,,bangun udah malamm,,,"Bara yang mendengar ketukan pintu lalu bangun.
Bara melepaskan pelukan Mira,dan membuka pintunya.
"Maaf ganggu,,kita sudah mulai bakar bakar,"
__ADS_1
"Eemmm,,Aku cuci muk Dulu yah,"Eko mengangguk lalu pergi,sedang Bara lalu membangunkan Mira agar bangun.
Jangan lupa like,komen dan votenya,terimakasihhh...