
Bara melihat ke Mira dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Apa kamu merindukanya,,? "tanya Bara sambil melepaskan tanganya yang ada di pinggang Mira. Mira menggeleng.
"Ngga,, justru Aku menanyakanya karena Aku sudah tidak mau melihatnya lagi, hatiku masih sakit dan terluka karena penghianatanya padaku,, "Bara tersenyum dalam hatinya.
"Apa kamu tidak ingin bicara lagi padanya, "Mira menggelengkan kepala.
"Tapi dia akan datang nanti, mau tidak mau kamu akan bertemu denganya,, "Mira terdiam.
"Bicaralah denganya, kalian dulu jadi sepasang kekasih baik baik kan dan begitupun sekarang, selesaipun harus baik baik juga,, "
"Apa kamu takut, takut menghadapinya karena masih ada rasa cinta di hatimu,? "
"Rasa cinta sudah tidak ada, yang ada sekarang hanya rasa benci dan kesal, kenapa dia bisa menghamili seorang perempuan di saat Aku berusaha mencari jalan agar hubunganku denganya akan tetap terjalin, "
"Apa kamu percaya Takdir dan jodoh yang di beri oleh Tuhan,,? "
"Percaya,, "
"Kalau Aku berkata, mungkin Farel bukan jodoh yang Tuhan kasih untukmu, melainkan Akulah jodoh yang Tuhan takdirkan untukmu, apa kamu percaya itu,,? "Mira diam.
"Kalau memang Farel itu jodohmu tidak mungkin dia menghamili wanita lain, pasti hubungan kalian akan berjalan lancar tanpa ada kendala, dan kamu sekarang istriku dan hubungan kita seperti di permudah oleh Tuhan, seperti sekarang kita bisa lebih dekat dan saling membutuhkan, dan hubunganmu dengan Farel justru makin menjauh bahkan sudah berantakan,, apa perkataanku benar,,? "
"Iya mungkin benar yang Mas katakan,, "
"Apa kamu mau menerima pernikahan ini, belajar untuk mencintaiku dan membuka hatimu untuku, juga menerima pernikahan ini, Aku butuh jawabanmu sekarang, kemarin Aku sudah pernah bilang padamu untuk memikirkanya, sekarang apa jawabanmu,,? "Mira menundukan wajahnya.
"Kalau kamu menolaku katakan saja, biar Aku tidak terlalu berharap padamu, karena jujur Aku sudah menyukaimu, Aku serius,,,, "
"Kalau kamu diam terus seperti itu,berarti jawaban kalau kamu menolaku,, "Bara pun berjalan mundur dan berbalik untuk pergi, tapi saat baru satu langkah Mira memeluknya dari belakang.
"A,, Aku mau Mas,, Aku mau membuka hatiku untukmu, dan menerima pernikahan ini, "Bara lalu membalikan badanya, sekarang mereka saling hadap,kedua tangan Bara memegang pipi Mira dan tersenyum senang.
__ADS_1
"Terimakasih,,, Aku sangat senang dan bahagia, "kata Bara dan Mira tersenyum, Bara lalu memeluk Mira dengan sangang, dan mencium kening Mira juga.
Lalu keduanya memutuskan jalan jalan mengelilingi kebun teh menggunakan motor, sambil menunggu sore dan teman teman pada datang.
"Peganglah yang kencang, nanti takut jatuh, "Sambil menarik tangan Mira untuk memeluk perutnya. Mira hanya menurut.
Bara membawa motor klx agar bisa naik dan turun di jalan yang terjal, karean Bara tinggi jadi tidak susah untuk membawa motornya.
"Indah ya Mas,, udaranya segar lagi,, "sambil tangan Mira di bentangkan.
"Hemm,, iya,, mau foto ngga,, "
"Mau,, "Lalu Bara berhenti di tempat yang cukup bagus untuk berfoto. dan mereka berfoto menggunakan hp Mira.
Bara dan Mira turun dari motor, lalu mereka berselfi bersama ,Bara memeluk Mira dari belakang dan mencium pipi Mira saat Mira menekan tombol foto. Mira langsung kaget saat Bara mencium pipinya.
"Coba lihat,, "Bara langsung mengambil hpnya dan melihat hasilnya.
"Iihhh,, kamu tuh iseng banget sih Mas, "
Keduanya lanjut berfoto, setelah cukup banyak dapat foto keduanya pun lanjut melakukan perjalananya dengan motor.
Sekitar dua jam muter muter Bara dan Mira lalu pulang ke Villa karena sudah merasa cape dan haus.
Saat sudah sampai di Villa, ternyata sudah ada dua mobil yang terparkir.
"Wah,, tuan rumah ternyata habis jalan jalan, pantas di tungguin lama ngga datang datang,, "Kata Bima, Mira dan Bara langsung turun dari motor.
"Kalian sudah lama sampainya,, ?"tanya Bara sambil mendekati semuanya, sambil menggandeng tangan Mira.
"Sudah dari setengah jam lalu,, "Bara dan Mira lalu bersalaman dengan semuanya.
Eko,Bara,Panji juga dengan pacar pacar mereka duduk di sofa, lalu Bara dan Mira pun ikut duduk.
__ADS_1
"Farel mana,,? "tanya Bara.
"Tadi ke dalam,, istrinya lagi muntah, katanya mual,, "
"Istri,, "kata Mira lirih, tapi semuanya dengar.
"Kamu ngga tau kalau Farel 3 hari yang lalu menikah,,? "kata Eko, Mira hanya menggeleng.
Lalu Farel keluar sambil merangkul Abet, yang terlihat pucat.
Mira pun melihat tapi cuman sekilas kearah Farel dan Abet, keadaan sedikit sunyi karena semuanya merasa tidak enak.
"Bar,, kamar buat kita mana nih,, kita pengin istirahat,, "Kata Panji.
"Iya nih Bar, Badan rasanya sudah pengin rebahan, "Bima juga bertanya juga.
"Oh iya,, kalian silakan pilih mau kamar yang mana aja, yang pentong jangan yang itu dan itu, "Bara menujuk kamar orangtuanya dan kamar miliknya.
"Ok lah,, ayo teman teman kita istirahat, "Eko yang bicara sambil menggandeng pacarnya, di susul panji dan Bima.
Sekarang tinggal ada 4 orang, ada Bara, Mira, Farel dan Abet.
"Kalian bicara lah, Aku akan ke kamar dulu, "Bara bangun dari duduknya.
"Mas,,, "Mira memegang tangan Bara sambil menggeleng.
"Kalian harus bicara, biar kalian ngga ada beban,, "
"Benar yang di katakan Mas Bara, Aku juga akan ke kamar dulu,, "Abet juga ikut bangun dari duduknya. Farel yang memang ingin bicara 4 mata dengan Mira, mengizinkan Abet ke kamar dulu.
Bara dan Abet masuk ke kamar, sedang Mira dan Bara duduk saling diam belum mau ada yang bicara duluan.
"Mir,,,, "Farel memanggil Mira.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trmakasih...