
Bara melihat Mira tergeletak pingasan langsung merasa takut dan bingung,Vino lalu menelfon Lia untuk bertanya harus gimana menangani orang pungsan.
"Kok bisa Kak Mira pingsan sih kak,Kak Bara apakan Kak Mira,,"Bara lalu diam,karena bingung mau jawab gimana.
"Ya udah kak Bara coba cari minyak angin,lalu usapkan di gidung dan di kakinya,kaka jangan panik,Kak Mira cuman pungsan ini,"
Bara lalu mematikan telfonya setelah menjawab iya.Bara lalu mencari minyak angin di dalam tas Mira,karena Mira sering memakainya.
Setelah mendapatkanya Bara langsung memberi Mira di hidung juga kakinya Mira,setelah itu Bara menutupi badan Mira dengan selimut.Bara duduk di pinggir ranjang sambil menggenggam tangan Mira,Bara merasa takut sekarang dan Fikiranya Bara sangat kacao.rasa kuatir dan takut Mira kenapa kenapa menjadi satu,membuat Bara sedikit gemetar badanya.
"Sayang,,bangun lah,,Mas takut sayang,,ayo bangun lahh,,,"sambil menciumi tangan Mira.
Mira berlahan membuka matanya,dan Bara belum tau Mira sudah sadar.
"Masss,,,"kata Mira pelan,Bara yang mendengarnya langsung menengok.
"Sayanggg,,kamu sudah sadar sangangg,,"Bara langsung menangis bahagia dan menciumi tangan Mira.
"Maafkan Mas sayang,,Mas tidak bermaksud mrnyakitimu,,"sambil mencium kening Mira dan menangis.
"Aku tau Mas,,Mas ngga mungkin menyakiti Aku,Aku ngga papa ,,"Bara tersenyum lalu mengusap air matanya.
"Kenapa Mas menangis,,?"
"Mas takut kamu marah dan benci sama Mas karena membuatmu sakit sampai pingsan,dan juga Mas sepertinya belum sembuh betul,,karena Mas tadi sampai ngga sadar dan ngga ingat kalau kamu kesakitan,,"
"Mas sudah sembuh kok,Aku ngga merasa tersakiti,ini kan mungkin karena Aku baru pertama,dan milik Mas itu memang besar banget,jadi Mira kaget jadi Mira pingsan,nanti kalau sudah biasa kita melakukanya juga Aku ngga bakalan pingsan lagi atau kesakitan,justru Aku nanti merasa ke enakan,,"Mira menghibur Bara,padahal inti tubuhnya Mira sedang merasakan sakit yang sangat sakit dan perih.
Bara tersenyum dan bilang terimakasih Pada Mira,dan hati Bara merasa tenang sekarang saat mendengarkan perkataan Mira.
"Mass,,,Mira haus,,"
__ADS_1
"Ya udah Mas akan ambilankan,,"
Lalu Bara mengambil minum untuk Mira,setelah itu Mira meminumnya.
"Mas,,Aku ngga bisa bangun,rasanya di sini sakit banget,Aku mau ke kamar mandi tapi rakut,gimana ini Mas,,"
"Mas gendong yah,,"Mira mengangguk.
"Aduhhh,,pelan Mas sakittt,,,"saat Bara menggendong Mira.
"Iya sayang,,"darah di inti tubuh Mira sudah terlihat kering,dan di sepreinya juga,mungkin karena terkena ac juga.
Sampai di kamar mandi Mira di dudukan di closet,dan Mira pun pipis.
"Massss,, perihhhh,, sakitt,,"saat Mira pipis kesakitan dan perih.
Bara hanya bisa diam dan memegang tangan Mira,setelah itu Mira membersihkanya dengan air hangat biar lebih enak.
Setelah Bara mengganti seprei,Bara mengambil baju untuk Mira pakai,dari tadi Mira memakai selimut untuk menutupi badanya.
Mira memakai daster tanpa memakai dalaman,setelah itu Bara membawa Mira ke kasur.
Keduanya pun tidur saling berpelukan,karena keduanya merasa lelah membuat tidurnya mereka sangat nyenyak,dan sampai pagi pun datang.
Bara bangun duluan,Bara lalu menelfon pihak hotel untuk membelikan salep luka ,Bara juga memberi taukan merek salepnya.
Setelah menelfon pihak hotel untuk membeli salep dan memesan sarapan untuk di antar ke kamarnya,Bara lalu ke kamar mandi .
Selesai dari kamar Mandi Mira sudah bangun,tapi Mira hanya rebahan karena untuk bangun masih sangat sakit.
"Mau ke kamar mandi,,?"tanya Bara pada Mira.
__ADS_1
"Ngga Mas,"
"Mau bangun,,Mas bantu duduk,,"Mira juga menggeleng.
Pintu di ketuk,ternyata pegawai Hotel mengantar pesanan Bara.
Bara lalu mengambil salepnya,lalu menuju Mira.
"Apa itu Mas,?,"
"Ini salep luka sayang,"
"Siapa yang terluka,,?"
"Ini untuk mengobati lukamu,"
"Luka yang di mana,?"
"Yang di sini,,ini untuk lukamu yang di sini,"
"Ngga usah ah Mas, Aku malu,,"
"Ngga usah malu,Mas udah melihatnya kan,buka lah kakimu,,"
"Ngga Mas,,Aku malu,,"
"Ngga usah malu,,Ini biar lukamu cepat sembuh,"Sambil Bara membuka kakI Mira.
Ahirnya Mira membuka kakinya dan membiarkan Bara mengobati lukanya.
Bara melihat milik Mira yang ternyata sobek,"Pantas kamu pingsan,ternyata sampai sobek,Aku baru merasakan rasa pera*wan ,dan rasanya sungguh membuat gila,sampai Aku ngga bisa kontrol diriku sendiri,"kata Bara berkata dalam hati ,sambil mengoleskan salep pada inti tubuh Mira.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...