
Hari pun berlalu, sekarang sudah hari kamis, dan besok sore Bara akan menjemput Mira di Bandung,sekarang mereka berdua sudah makin akrab dan sering mengirim pesan atau telfonan.
"Mas ngga sibuk apa,, kok tumben jam segini telfon,,? "tanya Mira karena sekarang jam 3 sore.
"Ngga,, semua dah selesai, Aku mau ngecek Restoran makanya tadi di percepat kerjaanya,"
"Oh gitu,,, "
Saat Bara dan Mira sedang telfonan, tiba tiba pintu ruangan Bara ada yang masuk, Bara yang sedang duduk melihat ke arah jendela kaca, jadi tidak tau siapa yang masuk, tiba tiba langsung dan mendekati Bara.
"Mas Baraaaa,,,,, kenapa sih lama ngga ada kabar,, kok sekarang ngga pernah telfon Tere,,"sambil memeluk Bara, Bara yang kaget langsung mendorongnya karena dia sedang telfonan dengan Mira.
"Lepas,, apaan sih kamu,datang datang langsung main peluk aja,, keluarr,,, "sambil berdiri dari duduknya.
"Kok Mas Bara tumben galak, biasanya kalau Tere dateng langsung seneng,, "
"Aku lagi sibuk,, pergilah,,dan ini ambil,, "sambil memberikan uang .
"Mas Bara kok tau kalau Tere lagi butuh uang,, makasih yah,, "sambil mendekati dan Mengambil uangnya,Tere rupanya akan mencium Bara.
"Pergi,, ngga usah macam macam,,"Bara memundurkan badanya.Tere ahirnya pergi dengan sedikit cemberut tapi dalam hatinya kegirangan karena dapat uang tanpa penyiksaan dulu.
Saat Tere keluar, Bara baru sadar dari tadi telfon masih terhubung dengan Mira.
"Mati Aku,, "kata Bara dalam hatinya.
"Hallo Mir,, kamu masih dengar kan,,? "Bara dengan pelan berbicara.
"Mas Bara sama aja,, "Mira menjawab dengan kesal dan langsung di matikan telfonya.
Bara langsung membuang nafasnya dengan kasar,dan menjatuhkan badanya di bangku kerjanya.
"Pasti dia marah,, "kata Bara pelan.
Lalu Bara langsung menelfon Eko untuk mengajaknya bertemu di restoranya. setelah itu Bara pun langsung pergi, tapi sebelumnya berpamitan pada sekertarisnya dulu.
__ADS_1
Bara di mobil juga masih saja memikirkan suara Mira yang tadi terlihat kesal. sampai di restoranya Bara langsung masuk ke dalam ruanganya.
"Tumben mukamu kusam gitu,,? "tanya Eko saat masuk ke dalam ruangan Bara dan langsung duduk di depanya.
"Mira tadi kesal sama Aku Ko,, "Eko lalu duduk di bangku depan meja Bara.
"Kesal gimana, emang Mira udah pulang, bukanya besok kamu mau jemputnya,, "
"Iya Mira belum pulang, tadi ceritanya Aku tuh lagi telfonan denganya, tapi tiba tiba Tere masuk dan langsung memeluku, Aku langsung mendorngnya dan juga mengusirnya tapi dia tidak mau, ahirnya dia pergi setelah Aku kasih dia uang,Aku tuh lupa kalau hpku ternyata masih terhubung dengan Mira, dan Mira mendengar semua pembicaraanku dengan Tere,, saat Aku memanggilnya dia langsung bilang katanya Aku sama aja,, dan di matikan langsung telfonya,, "Eko tersenyum saat mendengar cerita Bara.
"Aku harus gimana sekarang,, "
"Coba aja telfon ,dia mau angkat ngga,, kalau sampai ngga di angkat berarti dia benar marah,, "
Bara lalu mencoba ide Eko, Bara menelfon Mira, sudah 3 kali tapi tetap ngga di angkat.
Ternyata Mira saat ini sedang mengobrol di kamar Ayah dan Ibunya, dan hpnya ternyata tidak di membawa dan hpnya dalam mode senyap.
"Besok malam Mira akan pulang, Ayah dan Ibu jaga kesehatan yah, "
"Ayah dan Ibu doakan saja yah, semoga Mira cepat di beri kepercayaan oleh Tuhan,, "
"Pasti kita doakan buat kebahagiaan kamu, "
Mereka bertiga mengobrol sampai malam, dan tidak terasa sudah jam 10 malam, lalu Mira pun pamit ke kamarnya untuk tidur.
Sampai di kamar Mira mengambil hpnya, dan ternyata banyak sekali panggilan dan pesan dari Bara yang masuk.
"Mir,, kamu marah,, angkat dong telfonku, "
"Mir,,, angkat telfonku,, kamu kenapa sih, "
"Mir kamu beneran marah,, "
"Kalau kamu ngga angkat telfonku, Aku akan ke Bandung sekarang,,, "
__ADS_1
Itu semua pesan yang Bara kirim kepada Mira. dan Mira hanya tersenyum membacanya.
"Ngga mungkin lah Mas Bara mau ke sini sekarang, ini pasti cuman ancaman agar Aku mengangkat telfonya, "kata Mira bicara sendiri.
Mira lalu meletakan hpnya lagi, dan Mira bersiap untuk tidur, karena sudah merasa mengantuk.
Dan ternyata Bara benar benar serius dengan pesan yang di kirim untuk Mira, karena Mira ngga mau angkat telfonya,jadi Bara jam 9 malam berangkat ke Bandung, dan membawa mobilnya sendiri, padahal Bara seharian ini sibuk dengan kerjaanya dan tidak istirahat sama sekali.
Jam sebelas malam Bara sampai di depan rumah Mira, karena sudah malam dan pastinya semua sudah tidur, Bara bingung antara mau turun atau tidur di mobil.
Ibu bangun ingin ke kamar mandi, saat akan masuk kamar Ibu mendengar suara mobil di depan rumahnya, lalu Ibu membuka korden kaca rumah, Ibu melihat mobil Bara.
"Nak Bara,,, "Ibu rupanya keluar dari rumah dan mengetuk pintu mobil.
"Ibu,, "kata Bara yang langsung keluar dari mobilnya.
"Loh kok udah datang, bukanya besok malam,"Bara hanya tersenyum.
"Oh,, dah kangen yah,, sama Mira,, ya udah yuk masuk,, "
"Iya Bu,, maaf ya bu jadi mengganggu ibu,, "
"Ngga kok,, Ibu ngga keganggu, tadi Ibu dari kamar mandi, trus denger suara mobil, jadi ibu melihat dari jendela, "sambil mereka berdua masuk ke dalam.
"Sanah masuklah ke kamar, pasti nak Bara sudah mengantuk, "
"Iya Bu,, makasih ya Bu, "Bara lalu masuk ke kamar Mira.
Bara langsung mendekati Mira yang sedang tertidur dengan nyenyaknya. Lalu Bara membuka jasnya dan melepaskan berapa kancing bajunya juga, setelah itu Bara langsung ikut tidur di samping Mira, dan Bara lalu berani menarik Mira untuk di peluknya.
Mira rupanya di alam sadarnya juga langsung ikut memeluk Bara.
"Mas Bara,,,, "kata Mira Lirih tapi matanya masih merem, Bara yang mendengar Mira memanggil namanya hanya tersenyum. lalu Bara pun langsung ikut tidur.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1