
Kandungan Mira sudah masuk 8 bulan,dan Dokter menyarankan untuk melahirkan cesar dua minggu lagi,karena Mira dan dua bayinya sama sama sehat.
Mira sekarang sudah susah tidur juga berjalan jauh,karena sering merasa ngap,Bara dan Mamah selalu menjaga Mira dengan siaga.
"Mas,,Aku susah tidur,,rasanya engap banget,"Sudah jam 11 tapi Mira belum juga bisa tidur sedang Bara yang sudah terlelap di bangunkan Mira dengan di goyangkan lengan Bara agar bangun.
"Iya sayang,Mas usap usap perutnya yah,,"Bara membuka matanya.
"Iya Mas,,coba deh siapa tau Aku bisa tidur,"
Bara lalu duduk sambil matanya merem dan mengusap perut Mira.
Tapi Mira belum juga bisa tidur dan dadanya terasa ngap aja.
"Mass,,Aku ngga bisa tidur aja,gimana ini,Aku udah ngantuk Mas,,"
"Tidurnya agak duduk coba yah,,"Mira menjawab Iya.
Bara lalu membantu Mira bangun dan menata bantal agar bisa buat bersandar dengan nyaman,setelah itu Mira pun menyandarkan kepalanya,Bara mengusap perut Mira yang sudah besar.
__ADS_1
Ahirnya Mira pun tertidur,Bara bernafas lega,karena merasa kasihan kalau Mira tidak bisa tidur.
"Ya Tuhan terimakasih telah memberiku jodoh perempuan yang sangat baik untuku,dia wanita terhebat ,yang tidak pernah mengeluh,dan selalu ada di sampingku saat suka maupun duka,,"berkata dalam hatinya,sambil mengusap perut Mira.
"Semoga saat nanti melahirkan di beri kelancaran,anak anakku dan istriku semuanya sehat,,,,,amin,"Bara mencium kening Mira,lalu Bara lanjut tidur lagi.
Pagi harinya Mira bangun duluan karena pengin pipis,Mira ke kamar mandi untuk pipis dan cuci muka.
Mira kalau di kamar mandi cukup lama,karena suka berdiri depan cermin yang ada di kamar mandi.
"Aku jadi gendut banget gini ,apa nanti bisa kurus lagi ,kalau Aku gendut gini pasti jadi jelek,Mas Bara masih tetep suka ngga yah sama Aku,,"sambil mengusap pipinya yang tembem.
"Mas ngga akan berpaling ke wanita lain,walau wanita itu menurut orang cantik tapi bagi Mas kamu wanita tercantik di dunia ini,"Bara rupanya dengar saat Mira bicara.lalu mendekati Mira dan memeluknya dari belakang.
"Jangan bicara yang aneh aneh,karena ucapan kita biasanya adalah doa,percaya sama Mas,,Mas sangat mencintai kamu sayang,dan tidak akan berpaling kewanita lain,kamu adalah nyawaku dan tulang rusuku,"sambil mencium pipi Mira.
"Tapi Mas ngga bohong kan,soalnya Aku jadi jelek,jadi gendut,apa lagi jerawatnya jadi banyak,,"
"Ngga,,Mas ngga bohong,soal gendut Mas malah suka kamu jadi kelihatan se*xsi,kalau jerawat kan kata Dokter juga nanti sembuh saat kamu lahiran,itu karena hormon ibu hami lasayang,jadi jangan terlalu di fikirkan yah,,"Sambil melepas pelukanya dan bara lalu berdiri depan Mira.keduanya tersenyum.
__ADS_1
"Sudah yuk kita ke kamar,udah selesai kan bercerminya,,?"Mira mengangguk,Bara lalu menuntun Mira ke kamar.
"Mau jalan jalan pagi ngga,,?"tanya Bara.
"Entar aja Mas,ini masih terlalu pagi,belum ada matahari juga,"
"Trus mau di kamar aja dulu,,?"Mira mengangguk.
"Mas mau ambil minum dulu yah,Mas juga pengin kopi,,"
"Iya,,tapi jangan lama lama,,"Bara menjawab Iya.
Bara keluar dari kamar sedang Mira dusuk di kasur sambil bersandar,dan.memaunkan Hpnya,Mira lalu mengirim.pesan pada ibunya untuk datang dua minggu lagi karena mau.lahiran.
Bara datang dengan membawa cangkir berisi kopi juga Su*su untuk Mira,serta cemilan.
"Sayang ini minum dulu Su*sunya,selagi hangat,"Bara memberikanya pada Mira,dan Mira meminumnya.
Bara juga menikmati kopinya,setelah itu Bara memijit kaki Mira,Mira sering mengeluh kakinya pegel,mungin kakainya sering sakit karena Badan Mira yang makin besar karena hamil anak kbar.
__ADS_1
"Sayang,,,eemmm,,kan bentar lagi Kamu lahiran ,tar kalau sudah lahiran kan Mas libur lama,mumpung belum lahiran Mas minta boleh ngga,itung itung nengokin anak kita,,?"
Jangan.lupa like komen dan votenya,trimakasih...