
Mira tersenyum mendengar permintaan Bara,tapi Mira pun mengangguk karena merasa kasihan.Bara langsung tersenyum.
Lalu Bara menaikan baju Mira ke atas,dan mencium perut Mira dulu.
"Mas,,Pelan yah,takut anak kita ke tekan,,"
"Iya sayang,,Mas akan pelan dan hati hati,,"
Bara lalu menciumi perut Mira dan ciuman itu terus turun ke bawah,sampai di inti tubuh Mira,dan kaki Mira di bukanya .
Bara lalu membasahinya dulu dengan men**jilatinya sebentar,seyelah cukup basah,Bara membuka celananya,dan setelah celana terlepas Bara mengarahkan miliknya ke inti tubuh Mira.
Bara mendorongnya dengan pelan,setelah masuk Bara tidak mendorongnya lagi,milik Bara yang masuk hanya seperempat saja.
Bara terus saja menggerakan pinggulnya,walau hanya seperempat yang masuk ,bagi bara itu sudah enak,karena takut anaknya yang ada di dalam perut Mira ke sodok,jadi nyari aman asal enak.
"Mas,,enak masss,,terus mas,,"kata Mira membuat Bara makin semangat.
"Iya sayang,,ini nikmat,,"sambil Bara menggengam kedua tangan mira.
Bara tidak lama lama bermainnya,hanya sekitar 7 menit milik Bara sudah menembakan laharnya.
__ADS_1
"Sayangg,,makasih yah,,"sambil mencium kening Mira.Mira hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah itu Bara membersihkan milik Mira yang mengeluarkan lahar milik Bara,karena tadi tidak masuk ke dalam banget,jadi lahar Bara pun meluber dan keluar.
Bara membersihkanya dengan tisu basah,setelah milik Mira bersih,Bara ke kamar mandi untuk membersihkan miliknya.
Sekitar jam delapan pagi,semuanya sedang sarapan.Mereka sambil mengobrol tentang kesiapan Mira lahiran.
"Papah udah belikan box bayi yang untuk bayi kembar,nanti bisa di taro di kamar kalian,takutnya sempit barang yang sekiranya tidak penting pindahkan saja,,"
"Iya Pah,,makasih udah belikan boxnya,nanti Bara akan atur kamarnya kalau box nya sudah datang,,"
"Mira pengin apa,biar nanti papah belikan,,?"
"Kalau itu sudah pasti,papah akan doakan untuk kelancaran kamu nanti saat lahiran,semoga kamu dan kedua cucu papah semuanya selamat dan sehat,"
"Amin,,,"semuanya menjawab Amin.
Papah dan Bara berangkat ke kantor,sedang Mira dan Mamah masih mengobrol di ruang makan.
"Ibu kamu kapan dayangnya Mir,,?"
__ADS_1
"Mira suruhnya jangan nunggu lahiran Mah,Mira penginya sebelum Mira lahiran Ibu sudah datang,"
"Trus ibumu jawab apa,,"
"Katanya di usahakan,,"
Tidak lama ada mobil Box yang datang,dan ternyata membawa pesanan Papah.Papah tidak hanya membeli box bayi,tapi segala macam keperluan lainya,seperti mainan gantung ,hiasan dinding dan pelak perlik lainya,Mira memfoto semua barang belanjaan dan mengirimkan ke Bara.
"Mas lihatlah apa yang Papah belikan buat anak anak kita,ini sih toko perlengkapan bayi di beli semua,"itu pesan yang di kirim Mira pada Bara.
"Ya Tuhan Papah,,itu rezeki anak anak kita sayang,kita harus menerima dan bersukur sudah ada yang belikan,oh iya biarkan barang barangnya di luar kamar dulu,nanti Mas pulang,biar Mas yang rapikan dan di tata langsung,"
"Iya Mas,,Mira danMamah hanya mengambil popok dan baju bayinya saja kok,"
Pesan pun berahir,Mira di temani Mamah dan Mba untuk menata baju dan popok bayi,karena mau di cuci.
Dua minggu pun berlalu,dan hari yang di tunggu tunggu pun datang,Mira sudah bersiap untuk ke rumah sakit,semua ikut mengantar,ada Bara,Ibu,Mamah,Ayah dan Papah.mereka mengantarkan Mira ke rumah sakit untuk melahirkan.
Ibu dan Ayah sudah dua hari datang ke jakarta,karena Mira ingin orang tuanya juga mendampinginya saat lahiran.
Mobil pun melaju menuju rumah sakit,Mira dari tadi malam sudah merasa takut dan deg degan.tapi Bara selalu memberi dukungan dan kekuatan untuk Mira.
__ADS_1
***Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
Mungkin dua atau satu episode lagi ,cerita Bara dan Mira akan tamat yah***,,,