Suamiku Tajir & Arogan (Season 1)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 1)
BAB X


__ADS_3

Rafael meninggalkan Delia di ruangan rias pengantin, entah kenapa hatinya sangat sakit saat melihat keadaan Delia yang menyedihkan, ia begitu marah pada Katrina Dowell, namun ia tidak bisa menyakiti seorang wanita. Ia hanya menyesal telah menyeret Delia ke dalam masalahnya.


Sejak awal Rafael memang sudah tertarik pada Delia saat wanita itu ada di restoran. Ide nya seketika muncul untuk memanfaatkan wanita itu demi untuk membatalkan pertunangannya, namun sebenarnya ia benar-benar ingin sekali Delia berada di sampingnya.


 *****


Flashback On.


Rafael bersama Jodhi sedang makan siang di restoran setelah mereka bertemu dengan seorang klien untuk membahas properti di daerah Sulawesi. Setelah mendapatkan hasil kesepakatan, keduanya tetap berada di restoran.


Saat itu Rafael juga sedang membahas masalah pembatalan pertunangannya dengan Jodhi. Pria itu sudah kehabisan akal untuk menghindari pernikahan bisnis tersebut.


Ketika keduanya terus sibuk mencari cara. Pandangan Rafael terpaku pada wanita cantik yang baru saja masuk ke dalam restoran sendirian. Rafael terus memperhatikan gerak gerik wanita itu ketika menikmati makanannya. Ia juga tak sadar sering tersenyum melihat wanita cantik itu.


Jodhi memperhatikan tatapan Rafael yang terus ke arah lain.


"Anda tertarik dengannya pak?" tanya Jodhi.


Rafael menatap Jodhi, "mungkinkah ia bisa membantuku?"


"Maksud anda tentang pembatalan pertunangan dengan nona Katrina?"


Rafael menganggukkan kepalanya.


"Tapi bagaimana caranya?" tanya Jodhi lagi.


"Aku juga tak tahu, aku hanya asal bicara saja," jawab Rafael.


Tentu saja pria arogan sepertinya paling anti mendekati wanita terlebih dahulu, tapi entah kenapa ia ingin sekali mengenal wanita itu. Rafael tersedak saat mendengar teriakan seorang wanita, ia mencari asal suara dan terkejut saat melihat seorang wanita paruh baya menghampiri wanita itu dan memakinya sebagai wanita simpanan dan lain sebagainya.


Rafael justru menyunggingkan senyumnya, "aku tahu caranya Jod," ujarnya seraya beranjak dari tempat duduknya membuat Jodhi bingung.


Wanita itu terlihat sangat berani saat menghadapi makian yang tidak menyenangkan. Ide Rafael muncul seketika dan berhasil mendekati wanita itu. Ia berpura-pura membantunya, namun sebenarnya ada niat lain di balik itu semua.


Flashback Off.


 *****


Dan sekarang Rafael benar benar berhasil menjerat Delia untuk memutuskan pertunangannya sekaligus bisa menjadi miliknya. Namun ketika melihat Delia disakiti Katrina, rasa bersalahnya tumbuh semakin besar.


Ia tahu membawa Delia ke dalam masalahnya akan menyakiti wanita itu, namun ia tidak ingin melepaskan Delia, perasaannya semakin besar untuk melindungi Delia. Dan mungkin saja ia mulai jatuh cinta pada wanita itu.


Rafael hanya bisa menunggu kedatangan Delia di altar dengan cemas. Ia berharap kemarahan wanita itu tidak berlangsung lama. Rafael sebenarnya memahami apa yang dirasakan Delia saat ini, ia janji kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali. Ia akan melindungi Delia sampai kapanpun.


 *****


Satu jam kemudian...


Panitia mengumumkan bahwa pengantin wanita akan segera memasuki altar. Dengan cemas Rafael menatap pintu masuk gereja. Rafael bernafas lega saat melihat Delia datang. Wanita itu tidak berpikir untuk lari dari pernikahannya membuat Rafael tersenyum lebar.


Delia yang sebelumnya berantakan sudah terlihat rapi kembali, walaupun gaun pengantinnya sedikit kusut akibat keributan yang dibuat Katrina, namun ia tetap terlihat cantik. Pengantin tercantik yang pernah dilihat oleh Rafael. Didampingi oleh ayahnya Derry Laros, Delia melangkahkan kakinya menuju altar, dimana Rafael sudah menunggunya.


Delia yang sebelumnya marah dan tegang, seketika berubah saat melihat Rafael di depannya, pria itu begitu tampan dengan toksedonya, pria itu tersenyum padanya membuat hati Delia bergetar.


Rafael menatap pengantinnya yang sangat cantik, raut wajahnya sudah tidak ada kesedihan dan kemarahan lagi di balik cadar pengantinnya. Delia seperti seorang ratu di matanya. Derry Laros pun menyerahkan putrinya di tangan Rafael.

__ADS_1


"Aku tak percaya wanita secantik ini adalah seorang wanita simpanan," bisik Huda pada Tyar.


"Dan aku rasa Rafael benar, ia harus menyelidiki masalah ini. Wanita itu terlihat sangat polos dibalik kecantikannya, aku yakin ia bukan wanita simpanan apalagi seorang pelakor," jawab Tyar.


"Jika saja aku bertemu dengannya lebih dulu, mungkin aku akan meninggalkan semua wanitaku dan mempertimbangkan untuk menikah dengannya," kata Huda.


Tyar menahan tawanya, "itu tidak mungkin, kau paling hanya ingin menidurinya saja," ejek Tyar, "aku tak percaya seorang Huda ingin melepas masa lajangnya dan terikat sebuah pernikahan," imbuhnya.


"Sialan..." umpat Huda membuat Tyar akhirnya terkekeh geli.


Suasana pemberkatan pernikahan keduanya sangat tenang, kedua mempelai saling mengucapkan janji pernikahan di hadapan Tuhan.


Sebelumnya Rafael sudah menjelaskan perihal ketidakhadiran keluarganya pada orang tua Delia. Derry Laros dan istrinya hanya bisa mencoba mengerti situasi ini. Walau mereka sangat sedih melihat putri semata wayangnya menikah dengan cara seperti ini, tanpa restu. Mereka hanya berpesan kepada Rafael agar menjaga Delia dengan kasih sayang yang tulus, dan melindunginya dari hal yang akan menyakitinya.


Acara pemberkatan akhirnya selesai, tapi Delia menghindar ketika Rafael ingin menci um bibirnya, Rafael tahu Delia masih marah padanya. Untuk menghindari tanda tanya tamu mereka, Rafael menci um kening Delia, walau Delia masih terlihat enggan.


"Tersenyumlah sayang, maafkan aku, hukumlah aku nanti, tapi jangan di depan orangtuamu," bisik Rafael.


Delia terkejut dengan perkataan itu, Delia menatap kedua orang tuanya, Rafael benar tidak seharusnya ia menunjukkan wajah yang membuat kedua orang tuanya khawatir. Delia akhirnya tersenyum, dan membuat orang di sekitarnya ikut bahagia atas pernikahan mereka.


Setelah acara selesai, mereka tidak mengadakan acara resepsi. Tapi Rafael berjanji akan mengadakan pesta itu jika semuanya sudah membaik dan mengundang mereka semua untuk kembali hadir di hari bahagia itu. Tamu undangan yang menyaksikan pemberkatan pernikahan mereka, sangat memahami situasi yang ada.


Setelah para tamu undangan menikmati hidangan yang disediakan disana, satu per satu mereka pun berpamitan pulang.


 *****


Katrina Dowell sangat geram saat pernikahan Rafael tetap dilaksanakan, ia dengan penuh amarah menuju mobilnya. Namun tiba-tiba seorang pria menghentikan Katrina Dowell yang ingin masuk kedalam mobilnya.


"Siapa kau...?" bentak Katrina.


Bethran tersenyum, "aku yang bernasib sama denganmu," jawabnya.


"Bisakah kita membicarakannya di tempat lain?" tanya Bethran balik.


Katrina menatapnya sangat lama sambil menimbang maksud dari pria itu. Ia menarik nafas panjang.


"Baiklah... masuk ke mobil," perintahnya.


Bethran menggelengkan kepalanya.


"Aku membawa mobil sendiri, kita bertemu di Cafe Horison jam satu siang, bagaimana?"


Sebelum Katrina menolak tawarannya, Bethran meneruskan kata katanya, "Itupun jika kau masih tertarik untuk mendapatkan Rafael," imbuhnya.


Setelah berkata seperti itu Bethran meninggalkan Katrina yang masih bingung ditempatnya.


*****


Bethran Markes menunggu kedatangan Katrina Dowell di Cafe Horison. Ia sudah memesan minumannya terlebih dahulu, sudah jam satu lewat lima menit. Wanita itu belum kunjung datang.


"Apa ia tidak mempercayaiku," pikir Bethran sambil memutar gelasnya.


Tapi ternyata sosok wanita itu akhirnya terlihat di pintu masuk cafe. Bethran melambaikan tangannya. Dan Katrina pun menghampirinya.


"Bethran Markes," kata Bethran sambil memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Katrina Dowell," jawab Katrina, "kau bisa memanggilku Kate," imbuhnya.


Bethran tersenyum, "oke Kate, langsung saja pada tujuan awalku, kita berada di perahu yang sama. Kau ingin Rafael dan aku menginginkan Delia," ujarnya.


Katrina terkejut lalu terkekeh, "jadi kau pria yang dibuang oleh wanita murahan itu?" tanya Katrina.


Bethran membelalakan matanya, "jangan sebut Delia wanita murahan Kate, ia wanita baik baik. Dan aku bukan pria yang dibuang, tapi aku pria yang mencintainya sejak SMA, tapi sayangnya aku ditolak."


"Ciiiih... apa bedanya dengan dibuang," ejek Katrina.


Bethran menggertakkan giginya.


"Kau jangan marah, aku hanya bercanda. Jadi apa maumu?" tanya Katrina.


"Kau ingin minum apa?"


"Tidak perlu, langsung saja ke intinya."


"Baiklah, aku hanya ingin mengajakmu bekerja sama untuk memisahkan mereka. Bukankah lebih baik dari pada kita melakukannya sendirian?"


"Lalu apa rencanamu? Sebenarnya aku mampu melakukannya dengan pengaruh papa ku. Tapi jika rencanamu lebih aku sukai, aku akan mempertimbangkannya," jawab Katrina angkuh.


"Brengsek wanita ini merendahkanku," pikir Bethran.


Bethran membisikkan sesuatu pada Katrina. Katrina sangat terkejut dengan yang dikatakan Bethran.


"Apa itu akan berhasil? Apa itu tidak apa apa kita lakukan?" tanya Katrina.


"Tentu saja...! Pikirkanlah...!" jawab Bethran.


Katrina terus memikirkan ide Bethran, setelah ia memikirkannya dengan matang, ia pun akhirnya menyetujuinya.


*****


Di tempat lain...


Frans Dowell menemui Hartanto Widjaja di sebuah restoran ternama, ruang makan dipesan secara privasi untuk pertemuan mereka. Frans sangat marah dengan sikap Rafael yang menikah dengan wanita lain tanpa memutuskan pertunangannya terlebih dahulu dengan putrinya.


"Selamat datang Widjaja. Aku tak perlu berbasa-basi lagi, kau harus jelaskan padaku, ada apa ini?" tanya Frans geram.


"Aku minta maaf Dowell, anakku benar benar tak bisa dikendalikan. Ia berusaha melawanku dengan cara seperti ini," jawab Hartanto.


"Kau tidak bisa mencegahnya, lalu bagaimana dengan putriku? Kau telah mempermalukannya juga menghancurkan reputasi keluarga Dowell," ujar Frans marah.


"Tenanglah Dowell... Ini tidak akan berlangsung lama, biarkan ia melakukan apa yang ia inginkan, tapi aku sudah mencabutnya sebagai CEO sekarang. Itu langkah awal agar Rafael bisa menjadi anak yang penurut. Aku yakin ia akan menyadari kesalahannya dan kembali lagi dengan putrimu."


"Sampai kapan? Aku tidak bisa membiarkan putriku diejek sebagai tunangan yang terbuang," ucap Frans.


"Satu minggu... beri aku waktu seminggu untuk menyelesaikan semua ini, aku tidak akan membiarkan wanita murahan masuk kedalam keluarga Widjaja," kata Hartanto meyakinkan.


Frans menatapnya tajam, "baiklah... satu minggu sesuai keinginanmu, jika lebih dari itu kau akan merasakan akibat dari penghinaan keluargamu ini."


Frans beranjak dari tempat duduknya seraya meninggalkan Hartanto dengan penuh amarah.


Hartanto mengumpat, ia benar-benar kecewa dengan sikap putranya sendiri yang membuat hubungannya dengan Frans Dowell mulai tidak baik.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...


__ADS_2