
''Juan apa semua sudah kau persiapkan'' ujar ricky memecah keheningan di tengah perjalanan,
Semua sudah siap tuan sesuai dengan kamauan anda! jawab juan sambil menatap lurus kedepan menyetir mobil.
Mereka tiba di depan kampus Universitas ternama di kota ini. adelia memang memiliki cita-cita dan rencana untuk melanjutkan kuliah nya di luar negri, tapi saat ini berbeda lagi asal dia boleh kembali berkuliah sudah senang. dia harus mengikuti kemauan tuan muda besar yang saat ini menjadi suami nya.
"Nona anda bisa turun sudah ada yang menunggu anda" ucap juan terlihat sudah ada yang berjalan menuju mobil yang mereka tumpangi.
"Baik asisten juan" tapi sebelum adelia membuka pintu tangan nya di tahan oleh ricky "Apa ada lagi"? tanya adelia sambil menatap suaminya.
Tanpa menjawab ricky memberi kecupan di kening adelia. Adelia hanya diam seribu bahasa, wajah nya yang langsung memerah dia belum terbiasa dengan itu.
"jangan lakukan hal yang tidak perlu kau lakukan" ucap Ricky sambil menatap lurus kedepan.
baik tuan!
"Nona mari ikut dengan saya, akan saya antar menuju kelas anda" ucap seseorang yang menunggu dan menyaksikan perlakuan Ricky padanya.
betapa malu nya aku. kenapa harus melakukan itu di depan banyak orang seperti itu sih.
__ADS_1
gumam adelia sambil berjalan mengikuti langkah orang di depan nya.
di tempat lain vivian bersama ibu nya sedang bercengkrama, tentang adik nya yang saat ini sedang dalam keadaan berbunga-bunga itu.
"bu tidak perlu khawatir lagi ibu lihat kan, saat ini adelia tampak begitu bahagia dengan pernikahan nya." ucap vivian sambil mengusap lembut punggung tangan ibunya.
"ibu senang bisa melihat adelia bahagia." ucap raisa menatap vivian dengan senyum yang bahagia di matanya, seorang ibu pasti juga akan turut bahagia jika melihat putri nya bahagia.
"perkenalkan namaku Marco" menjulurkan tangan memperkenalkan nama nya.
Adelia! ucap adelia dengan senyum kecil di bibirnya
*Cuih berani sekali kau! gumam Ricky sambil berjalan mendekati adelia di ikuti juan dari belakang bersama dengan Marco teman baru di temui nya.
"Sayang bagaimana dengan kuliah mu? apa kau senang?" duduk tepat di depan Marco, terlihat tatapan yang Ricky layangkan pada sesama jenis di depan matanya itu bagaikan membunuh tanpa menyentuh.
Adelia sedikit kaget dia tersenyum ada rasa khawatir di dalam dada nya dan takut di balik senyum nya.
"eeemmm umm" adelia terlihat seperti orang ling-lung
__ADS_1
"Ada apa dengan mu sayang?" sambil merangkul bahu adelia "Kau tidak berbuat kesalahan padaku kan?" ucapan Ricky terdengar seperti nada mengancam bagi adelia.
"ummm tidak!" setengah berteriak "maksud saya, saya tidak berbuat kesalahan dan kuliah hari ini lancar" ucap adelia kembali.
"bagus kalau begitu apa kau lelah?" tanya Ricky
"Aku hanya merasa sedikit capek"
"Kalau begitu kau tidak usah datang kuliah besok" ucap Ricky terlihat tidak senang jika ada yang membantah nya.
Marco hanya mematung melihat obrolan antara Adelia dan Tuan Muda Ricky.
"Adelia kalau begitu aku kembali ke kelas" ucap Marco
"Sayang siapa dia? cepat sekali kau menemukan teman di hari pertama mu." ucap Ricky masih dengan nada yang sama
"Saya marco! saya hanya menyapa kekasih anda tadi" ujar Marco menjelaskan dia tidak ingin berada dalam masalah.
Tapi tidak dengan pria di depan nya. dia tidak senang jika tidak mencari tahu lebih jelas.
__ADS_1