Suamiku Tuan Muda Tampan

Suamiku Tuan Muda Tampan
pemuas ranjang


__ADS_3

Adelia dan Ricky sudah tertidur pulas di bawah selimut. Adelia merasakan sakit pada badan nya, tidak dengan Ricky dia justru ingin mengulang lagi permainan yang tadi mereka mainkan.


Ricky membuka matanya. di luar sudah benar-benar gelap, bintang-bintang di langit sudah bermunculan pertanda malam telah tiba.


Ricky sudah terbangun tapi dia enggan untuk turun dari ranjang, dia terus memeluk tubuh adelia. sesekali di mencium kening adelia,


adelia sudah merasai ada yang terus mengusap puncak kepala nya, bangun dan membuka mata nya secara perlahan.


"Kau sudah bangun" ucap adelia dengan suara srak lirih klas orang baru bangun tidur.


"Hummmpp... iya, kenapa kau tidur seperti **** semakin di garuk-garuk semakin nyenyak" ucap Ricky santay yang membuat mata adelia memplototi nya,


"Lalu kenapa kau menyukai **** seperti ku? " adelia kesal di katai seperti **** oleh Ricky dia berbalik memunggungi Ricky ingin dia menendang Ricky hingga jatuh terkapar di lantai tapi dia belum berani melakukan itu.


Ricky hanya mengerutkan alis nya tidak mengerti, bukan kah dia berkata benar.


Dia selalu bicara seenak nya padaku bilang aku berat, gendut, sekarang dia bilang aku seperti ****, aku tahu kau tampan tuan muda. tidak ada yang setampan mu, dan sekaya dirimu. tapi aku benci jika kau mengejek ku seperti itu. adelia frustasi dengan setiap kata-kata Ricky.


adelia begegas menuruni ranjang tapi Ricky segera memeluk nya dari belakang.


"Kau mau kemana? suami mu masih berada disini dan kau sudah akan meninggalkan nya"?


adelia mengertakan gigi nya. Ricky sudah membuat adelia marah dengan setiap kata-kata nya, tapi adelia enggan untuk berkata pada Ricky. karena saat ini dia belum punya keberanian untuk itu.

__ADS_1


"Aku akan membersihkan diri" ucap adelia datar


"baiklah karna kau memancing ku bagaimana kalau kita mandi bersama" Ricky segera turun dari ranjang dan menggendong tubuh adelia


hei dasar pria sedingin es, tidak peka, tidak memiliki perasaan, aku sedang marah apa dia tidak melihat nya lewat tatapan mataku. adelia terus membatin Ricky tidak peka sama sekali


mereka berdua sudah berada di dalam bathup mandi bersama ricky menyuruh adelia menggosok bagian punggung Ricky. begitu pula dengan Ricky dia melakukan hal yang sama.


di dalam ruang ganti adelia sudah memilih pakaian yang memang di sediakan untuknya. adelia tidak perluh pergi keluar untuk shoping atau belanja pakaian nya. karna semua telah di sediakan,


Untuk wanita lain mereka akan merasa begitu di manja seperti seorang putri, tapi bagi adelia ini adalah penyiksaan level 1.


Adelia sudah terbiasa keluar jalan-jalan,


berubah 180° derajat.


*


Vivian di dalam kamar yang di sediakan mereka untuk nya, dia mulai berfikir sudah lumayan lama adelia menikah tapi kenapa dia belum juga hamil. vivian memang bukan dokter spesialis kandungan,


jika dia menggunakan alat kontrasepsi pasti akan ada tanda tubuhnya, bahkan perubahan tubuh adelia. tapi vivian tidak dapat melihat itu,


Apa jangan-jangan tuan Ricky tidak mau, vivian memijat pelipis nya, aku harus bertanya padanya. jika tuan Ricky tidak menginginkan keturunan dari rahim adelia. vivian menghela nafas perlahan dan membuang secara kasar, huuuuu adelia pasti akan sedih jika dia hanya menjadi pemuas ranjang tapi tidak untuk memiliki keturunan,

__ADS_1


vivian sudah berfikir kemana-mana.


tok


tok


tok


suara ketukan pintu menyadarkan vivian dari lamunan nya.


"Sedang apa?" sapa jerry pada vivian di depan pintu kamar


"Tidak. ada apa? aku baru selesai membersihkan diri" ucap vivian sambil mengelengkan kepala nya.


"Ayo. kita makan malam. " ucapan jery langsung di ikuti dengan gerakan tangan nya menarik vivian.


*


di meja makan sudah ada adelia dan Ricky juga bersama juan,


"duduklah asisten juan, makan bersama kita" ucap adelia pada juan yang berdiri tegak di belakang Ricky, "hei kak. kau masih disini? " tambah adelia yang melihat vivian dan jerry


Adelia spontan berdiri dan menarik tangan juan agar duduk bersama. karna bagi adelia terasa canggung jika mereka ber empat duduk dan juan yang berdiri seperti patung manekin.

__ADS_1


__ADS_2