
Langit sudah tampak mendung. angin yang kencang sudah menyapu pepohonan di luar, kilat membela langit cahaya menyilaukan mata sudah menerangi semua penjuru. geledek yang terdengar sudah bergemuru.
adelia semakin mengeratkan pelukan pada ricky, Ricky pun membalas pelukan adelia dengan pelukan yang hangat,
"Apa kau takut suara geledek? " tanya Ricky pada adelia yang berada dalam pelukannya.
"Iya. aku takut, jangan lepaskan pelukan mu" ucap adelia sambil mengeratkan kembali pelukan pada tubuh six pack Ricky
"Tenang. jangan takut, aku ada disini untuk mu."
tanpa disadari tangan Ricky sudah meraba lekuk tubuh adelia di dalam selimut. birahi nya sudah bangkit kembali,
"Ummmm... sayang.." adelia sudah mulai terbawa suasana dengan sensasi yang di berikan Ricky
Ricky melihat adelia tidak menolak. dia kembali melakukan aksi nya, adelia mendesah setiap bagian sensitif nya di jamah oleh Ricky,
"Adelia..." Ucapan dari bibir Ricky bergetar dengan gairah yang sudah bergejolak "Aku ingin lagi sayang" bisik Ricky mencium bagian belakang teling adelia
Adelia hanya menganggukan kepala. dia juga menginginkan itu, setiap desahan adelia dan alunan yang Ricky buat, menutupi rasa takut adelia pada hujan petir geledek yang ada di luar.
"Sayang.... aaa... akuu" ucap adelia lirih
__ADS_1
Ricky kembali membungkam mulut adelia dengan bibir nya. tubuh adelia bergetar pertanda kalau dia sudah mencapai puncak kenikmatan dalam permainan yang di mainkan oleh keduanya.
dengan hentakan yang semakin cepat. adelia mengcengkram pundak Ricky dengan keras, hingga tanda cinta tergambar disitu. garukan pada pundak Ricky, seperti penambah stamina bagi dia.
Ricky selesai dengan permainan nya Mereka kembali tertidur, dengan tubuh yang telanjang hanya tertutupi selimut.
*
di luar sana vivian yang duduk bersama dengan juan dan jery,
"Wooaww... gledek nya sangat keras" ucap jery
"sudah tidak usah memikirkan adikmu. atau kau mau di marahi lagi oleh suaminya"
"Aku hanya kuatir biasanya dia akan menangis jika dia sendiri dalam keadaan cuaca seperti ini"
juan melirik ke arah jery dan vivian, sambil menghela nafas nya membuang secara kasar.
"Kau tidak perlu kuatir saat ini nona adelia ada bersama dengan suaminya" ucapan juan membuat jery dan vivian menatap nya "fikirkan saja dirimu! jangan fikirkan tuan dan nona" juan kembali meneguk soda yang ada di dalam gelas nya.
"Hey. juan kau bahkan sudah jadi sama seperti Ricky, lihat wajah mu tidak memiliki ekspresi sama sekali" ucap jery kesal dengan juan yang memojokan vivian
__ADS_1
"Sudah-sudah biarkan saja. memang benar tidak perlu menghawatirkan adeli, dia bersama dengan suaminya sekarang" ujar vivian menatap jery
*
sementara Ricky dan adelia kembali berolahraga di tengah cuaca ekstrim. di luar ada orang-orang yang menghawatirkan mereka,
suara desahan Ricky dan adelia mengemah di dalam kamar, dengan berbagai macam gaya yang di peragakan Ricky dan adelia membuat desahan dan erangan semakin ikut bergemuru disana,
keringat bercucuran, setiap hentakan yang di berikan Ricky pada adelia membuat adelia kelelahan.
akhirnya mereka selesai dengan adelia yang beberapa kali keluar, dan Ricky yang hanya sekali tapi membawa dia pada kepuasan tingkat dewa. karna adelia yang begitu berinisiatif.
Ini pertama kali nya adelia begitu berinisiatif, dan melakukan kemauan Ricky. biasa nya dia akan memperlihatkan wajah menolak. tapi kali ini dengan inisiatif nya sendiri.
rasa takut adelia hilang pada saat dia melakukan nya bersama dengan Ricky. padahal dia memiliki rasa takut sendiri pada cuaca ekstrim seperti ini.
*
waktu adelia masih duduk di bangku sekolah menengah dia pernah hampir di lecehkan oleh seorang teman nya. dan itu terjadi pada cuaca ekstrim seperti ini. beruntung ada teman nya luna, yang menyadari kalau adelia tidak berada di dalam tenda perkemahan sekolah.
adelia trauma dan takut jika cuaca ekstrim seperti saat ini. dia akan mengingat dimana dia hampir di lecehkan.....!
__ADS_1