
Meskipun keadaan adelia sudah cukup membaik, tapi ricky tetap merawat adelia dengan penuh perhatian. dia yakin jika dengan usaha pasti semua akan indah pada waktunya. untuk memiliki keturunan,
Perhatian ricky pada adelia membuat adelia merasa itu terlalu berlebihan,
Ricky terus mengerahkan seluruh perawat dan dokter untuk mengurus istrinya dengan tenaga yang ekstra.
Adelia bisa merasakan ketulusan ricky,
Hari ini keadaan adelia sudah cukup membaik, dia sudah di perbolehkan untuk pulang. dengan banyak istirahat adelia bisa pulih kembali,
"Sayang" sebut adelia dengan nada lirih "Aku sudah bisa pulang kan?" tanya kembali adelia
"hummmpp.... tentu saja"
"Sayang! aku tidak memiliki penyakit lain bukan?" tanya adelia dengan wajah bertanya-tanya
Aku tidak bisa jika tidak memberitahu kebenarannya, akan lebih baik jika dia mengetahui nya.
"Sayang! emmmm...." jawab ricky menggantung "bagaimana jika kita bicarakan ini saat sudah kembali ke rumah"
"Jika kau tidak mengatakan nya aku tidak akan kembali ke rumah mu"
__ADS_1
"Heyy... adelia kau jangan kelewatan yaa... jangan lupa kau istri siapa!" ucapan ricky membuat nyali adelia menciut
tetapi Adelia masih dengan wajah cemberutnya, meski dia sudah bisa merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi jika dia terus seperti itu,
"Baiklah aku akan mengatakan nya" ucap ricky dengan mengehembuskan nafas nya dengan kasar
"Ayoo cepat katakan sayang!" ucapan adelia tidak sabaran ingin mengetahui kebenarannya
ricky kembali mendengus sambil mengusap wajahnya dengan kasar,
"biar dokter yang akan menjelaskan nya." ricky menekan bell yang ada di samping adelia untuk memanggil dokter "Sayang berjanjilah kau harus tetap berada di sampinku jika kau mendengar nya nanti?" ucap ricky yang di angguki kepala oleh adelia.
Adelia merasakan hal tidak baik terjadi pada dirinya, namun dia harus tetap mengetahui kebenaran nya,
"Selamat pagi tuan muda ricky dan nona adelia" sapa dokter wanita pada ricky dan adelia
"Jelaskan keadaan istriku"
Dokter kaget! karna juan yang berkata kalau keadaan nona muda adelia harus di sembunyikan. tetapi melihat raut wajah ricky dan ekspresi ingin tahu adelia,
"Cepat jelaskan!" ucapan ricky membuat dokter wanita itu sedikit takut, tapi perlahan dia dapat mengusai dirinya.
__ADS_1
"Nona adelia anda tidak memiliki penyakit yang kronis." ucap seorang dokter wanita menatap lurus pada adelia "Namun anda harus tetap menjaga kondisi tubuh anda" ucap nya kembali
"Jangan banyak bertele-tele! cepat jelaskan pada intinya" ucap ricky menegaskan
"Maaf tuan!" ucap seorang dokter dia kembali menatap adelia "Nona adelia. anda memiliki tumor pada kandungan," Ucap nya yang membuat pupil pada bola mata adelia "Atau bisa di sebut dengan kista. kista memiliki berbagai macam jenis, kista yang anda pada kandungan anda itu adalah kista ovarium itu bukanlah kista yang ganas namun" ucap seorang dokter menggantung yang di mendapat tatapan dari adelia
"Cepat katakan padaku!" Ujar Adelia dengan nada berteriak
"Anda akan susah untuk hamil. tetapi jika anda menjaga kondisi anda dengan baik" Ucapan dokter langsung di sela oleh adelia
"Cukup! cukup saya bilang cukup! kau tidak berhak berkata kalau saya tidak bisa hamil."
Ricky hanya diam menatap respon adelia, dia ingin mendengar apa respon adelia tentang memiliki keturunan atau tidak.
"Maafkan saya nona"
"Kau fikir kau Tuhan haaa? aku percaya kalau Tuhan akan memberikan mujizat padaku" Ucap adelia berteriak sambil menarik rambut nya sendiri
Ricky segera memeluk tubuh adelia untuk bersandar pada pundaknya. menepuk-nepuk bahu adelia dan mencium puncak kepala nya.
Ricky memberi kode pada juan agar segera menyuruh dokter itu pergi.
__ADS_1
"Adelia. ku mohon tenang ada aku disini, jangan menyiksa dirimu sendiri" Ucap Ricky mengusap-usap puncak kepala adelia,
Kita pasti bisa melewati semua ini sayang....!!!!