
Adelia sedang sibuk dengan pekerjaan nya yang sudah menumpuk, tetapi dengan ketekunan adelia tetap mengerjakan pekerjaan nya.
Huuufft inilah akibatnya adelia jika kau meninggalkan tanggung jawabmu,
"Del... apa yang sedang kamu fikirkan?" sapa luna sekalian bertanya
"Tidak! aku hanya merasa pusing"
"Pulang saja, jika kau tidak sehat"
"Tidak! bukan... bukan maksudku bukan seperti itu" Ucap adelia menggantung "Aku hanya merasa pusing melihat pekerjaan yang sudah menumpuk"
"Hmmpp.... memang kau kemana kemarin? kau belum cerita padaku dell..."
"Aku pergi berkencan!"
"Lalu? cepat ceritakan padaku?"
Adelia menceritakan pada luna kencan antara dia dan suaminya, dari awal berkencan sampai akhir..
"Hahhahaha......" Luna tertawa terpingkal-pingkal dengan sangat kencang "Apa! jadi kencan pun harus di atur!" Ucap luna dengan suara yang masih cekekikan
"Hentikan!" Wajah adelia sudah sangat kesal jika mengingat-ingat, tetapi luna masih tetap cekekikan "Hentikan! Stop! aku bilang cukup....! cukup luna..." Adelia berucap dia mengenal luna jika dia sudah tertawa maka sangat sulit menghentikan nya.
"baik. baik... aku akan berhenti"
"Aku sangat kesal"
"Tapi... kau hanya bisa menikmati itu semua dell" Ucap luna serius
"Benar! benar sekali padamu. saat ini aku memang sangat menikmatinya"
__ADS_1
"Baguslah dell... lagi pula.... " kata-kata luna langsung di potong oleh adelia
"Lagi pula aku tidak akan rugi. suamiku seorang tuan muda yang tampan, dan tentu saja kaya" Ucap adelia dengan tersenyum bangga
Luna menatap sahabat nya itu. dengan ekspresi yang sulit di artikan, mengapa sahabat nya bisa jadi arogan seperti ini...
"Dell.. kamu tidak sakit kan?"
"Tidak luna! yang aku katakan memang benar kan!"
Terserah saja padamu dell. bawaan menikah mendadak makanya kau jadi arogan seperti ini,
Jam makan siang pun tiba adelia bersiap-siap untuk keluar.
"Ayo makan siang dell" ajak luna
"Maaf ya lun lain kali saja, aku akan makan siang dengan tuan muda ricky"
"Tentu saja! ingat! suami ku tampan" Adelia berucap dengan mengedipkan matanya sambil berjalan keluar.
Adelia. Adelia. baguslah kau sudah bisa kembali ke sikap asli mu, ceriah, dan tentu saja percaya diri. tapi kali ini kau bukan hanya percaya diri tetapi sedikit arogan.!!
di dalam mobil adelia hanya duduk diam, memandang keluar jendela pepohonan yang berjejeran. sampai mobil berhenti di depan gedung pencakar langit yang tinggi.
Adelia turun dari mobil, sudah ada juan yang menunggu nya.
"Asisten juan! dimana suamiku?"
"Tuan ada di dalam nona"
"Bukankah kita akan makan siang"
__ADS_1
"Mari masuk nona tuan sudah menunggu anda"
Shitt.. tidak bisa apa menjawab pertanyaan ku, membuat kesal saja.
"Asisten juan apa bisa saya bertanya?"
"Bertanya apa nona?"
"Apa kau memiliki kekasih"
"Maaf nona saya tidak bisa menjawab hal-hal yang bersifat pribadi" jawab juan dengan nada suara senormal mungkin langaung berjalan menuju ruangan ricky
Apa... tidak menjawab langsung pergi dasar asisten sialan...
"Silahkan masuk nona tuan sudah menunggu anda!"
Adelia segera memasuki ruangan ricky,
"Selamat siang suamiku!" Sapa adelia "Kau pasti sudah sangat lama menungguku"
"Hummppp.... ayo kesini!" Ucap ricky menjetikan jari nya memanggil adelia
Adelia menurut mendekat pada suami nya, dan menyandarkan kepala pada pundak ricky.
"Ada apa? kenapa hari ini kau sangat penurut"
"Apa kau tidak suka? aku hanya ingin dekat dengan suamiku"
Ricky tidak menjawab dia hanya mengangkat bahunya, menikmati panas tubuh adelia yang sangat dekat dengannya.
Hari ini adelia terlihat sedikit genit, tetapi ricky menikmati itu. meskipun dia sedikit merasa tidak nyaman.,,,,!!!
__ADS_1