Suamiku Tuan Muda Tampan

Suamiku Tuan Muda Tampan
Akhirnya berakhir di 2 ronde


__ADS_3

Adelia berbaring di samping ricky, malam sudah semakin larut tapi belum ada tanda-tanda kalau ricky akan mengakhiri malam panas mereka.


Adelia dengan nafas yang sudah dapat di atur olehnya, ricky dengan tangan terbuka memangku kepala adelia pada lengan nya. tangan sebelah mengusap-usap puncak kepala adelia, bergantian pada pipi mulus adelia.


"Tidurlah kau besok akan bekerja." ucap ricky mencium puncak kepala adelia " Besok aku akan menjemputmu" ucapan ricky hanya di angguki oleh adelia


Adelia tertidur dengan tubuh yang tidak menggunakan sehelai benang pun. tapi adelia merasa nyaman karna itu adalah ricky suaminya.


Adelia menggerakan badan nya, dia merasa sulit untuk bergerak. karna tubuhnya sedang di peluk dengan erat oleh suaminya.


Ricky tidak berniat melepaskan adelia, dia justru semakin mengeratkan pelukannya.


dengan berbisik di telinga adelia membuat adelia merinding. "seingatku semalam hanya 1 ronde" ucap ricky sembari mencium jenjang leher mulus adelia dan kembali berbisik "kau jangan membodohi ku Adelia Putri"


Ricky kembali ******* bibit mungil adelia, dengan gerakan tangan yang tetap ber'aktivitas. terdengar suara erangan dan desahan kecil dari mulut adelia, membuat Ricky lebih melancarkan aksinya. tidak lupa dengan kedua gunung kembar yang terpampang di depan Ricky, dengan ******* dan gigitan kecil disana.


Ricky kini sudah memagut cinta kasih bersama dengan adelia. kamar yang megah kini di penuhi dengan desahan dari kedua insan yang sedang meraih kenikmatan cinta dan sayang.


Kini adelia sudah terkapar lemah letih lesuh, dengan Ricky yang masih menindi di atasnya. keringat bercucuran membanjiri tubuh mereka.

__ADS_1


Ricky kembali berbisik di telinga adelia


"Huuuufft.... akhirnya berakhir di 2 ronde"


*****


Adelia sudah berada di depan meja rias, merias wajahnya dengan polesan seadanya namun tetap terlihat manis.


Ricky yang keluar dari ruang ganti. berjalan duduk di sofa yang ada di dekat adelia,


"Biar ku pasangkan dasimu" adelia berucap berjalan mendekat pada Ricky


"Mulai sekarang biar aku yang melakukannya" tambah adelia


Ricky tersenyum sembari mengusap-usap puncak kepala adelia, Adelia hanya memonyongkan bibirnya.


Ricky sangat senang melakukan hal itu pada adelia,


selesai makan mereka sudah menuju keluar, di depan pintu rumah utama, Ricky mencium puncak kepala adelia "Saat jam makan siang aku akan menjemputmu" Ricky berucap masuk ke mobil yang telah di bukakan pintu oleh juan.

__ADS_1


juan hanya bisa mengelus dada nya, melihat kemesraan antara adelia dan Ricky yang semakin bertambah.


Tapi ada rasa senang di hatinya melihat perubahan pada Ricky.


Adelia memasuki butik dengan wajah gembira dan senyum yang tampak jelas di wajahnya.


"Selamat pagi" Ucap adelia memberi kejutan pada luna, luna berdiri berjalan mendekat pada adelia,


mereka berpelukan seperti teletubis melompat-lompat sambil berputar-putar.


"Yaa... ampun del baru juga seminggu ngak melihat kamu. kenapa sudah kayak gini?" luna heran dengan sikap adelia


"Hummmppp... sudah deh... aku cuma senang ajah" ucap adelia memonyongkan bibir nya kedepan


luna hanya menggeleng kepala nya heran ada apa dengan sahabat sekaligus boss nya.


luna mendekat ke arah adelia, "Kamu tidak sakit kan?" ujar luna sembari menempelkan tangan nya di dahi adelia


"Jauhkan tanganmu.!" ucap adelia mengibaskan tangan luna dari dahinya "aku hanya senang saja" tambah nya lagi dengan memperlihatkan senyum manis, beserta deretan gigi berjajar rapi.

__ADS_1


Luna bungkam melihat tingkah adelia, dia kembali ke tempat nya. memilih mengerjakan pekerjaan nya,


__ADS_2