Suamiku Tuan Muda Tampan

Suamiku Tuan Muda Tampan
Akhir Berkencan


__ADS_3

Hari berkencan ricky dan adelia kini sudah berakhir, mereka sudah kembali ke rumah. adelia pamit kepada kakak dan ibunda nya,


mereka berpisah di depan rumah dengan sangat dramatis, saling melambaikan tangan dan melakukan kiss bye bagi ricky itu sangat menggelikan.


"Sayang! terimakasih untuk hari ini" Adelia berucap


"Untuk apa?"


"Kau telah mengajak ku pulang ke rumahku"


"Hummmppp.... itu adalah bagian dari kencan kita"


Apa! jadi bertemu dengan keluargaku itu juga sebagian dari kencan baginya.


"Emmmm.... iya sayang.,, kau memang sangat romantis" Adelia berucap dengan suara yang di buat-buatnya


Aku ingin menarik kembali kata-kataku. bukan romantis tapi kau bodoh!!!


"hmmm.... kau harus memberi ku imbalan!"


"Apa yang kau inginkan sayang?"


Memang apa yang kau lakukan sehingga aku harus memberimu imbalan...


"Cium aku!" Ucap ricky memejamkan matanya menunggu ciuman dari adelia


CUP


"Lagi"


CUP


"Lagi"

__ADS_1


CUP


"Lagi"


Adelia sudah lelah, dia segera menutupi tubuhnya dengan selimut,


"Ternyata kau ingin lebih yaaa...." Ucap ricky tersenyum menyeringai


"Ti...Ti..Tidak"


"Tidak! itu berarti lawan kata nya (IYA)" Ricky segera masuk di dalam selimut bersama dengan adelia, dan tentu saja yang terjadi di antara mereka memang bukan hanya sekedar berciuman saja.


******


Adelia dan ricky sudah tertidur bersama, dengan posisi saling memeluk erat seperti tidak ingin terpisahkan.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 3 pagi, itu artinya mereka sedang berada di dalam mimpi masing-masing.


Adelia terbangun karna dia ingin buang air kecil, melepaskan pelukan ricky pada tubuhnya.


Terimakasih Tuhan! semoga kebahagiaan saat ini akan tetap seperti ini.


Adelia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut, tertidur hingga cahaya matahari pagi menyinari kedua insan yang masih berpelukan dengan erat.


Ricky sudah bangun lebih dulu tetapi enggan melepaskan pelukannya.


Adelia mengucek-ngucek kedua matanya, mengumpulkan seluruh kesadarannya,


"Hooooayeemmmm....." gumam di bibir adelia "sudah pagi. kenapa tidak membangunkanku"


"Kau tertidur dengan nyenyak"


"Aku ada pekerjaan yang harus ku selesaikan"

__ADS_1


"Hari ini tidak perluh ke butik"


"Tapi!....." kata-kata adelia lagi-lagi langsung di potong oleh ricky


"Kau memetingkan pekerjaan mu....." Ucap ricky dengan raut wajah cemberut "Lantas aku tidak penting? memelukku lebih lama sedikit. apa tidak penting bagimu?''


Oh tidak dia salah paham....


" memeluk mu adalah hal terpenting bagiku! dan berada di dekat mu adalah hal paling indah dalam hidupku. tak ada lebih penting selain kamu suamiku" Ucapan adelia dengan penuh rasa percaya diri berharap agar segera mengakhiri perdebatan di antara mereka dan ricky berhenti mengambek padanya.


"Baiklah! kalau itu memang hal terpenting bagimu, hari ini aku ijinkan kau memelukku seharian"


Apa? aku jatuh dalam perangkap ku lagi kali ini...


Adelia memeluk ricky bersandar pada bidang dada kekar ricky, merasakan kehangatan tubuh ricky.


tok tok tok tok suara ketukan pintu


"Selamat pagi tuan muda"


"Sayang kau juga harus ke kantor" Ucap Adelia


"hummmppp.... baiklah siang ini hendri akan membawa mu"


"Kemana?"


"Makan siang dengan ku"


Adelia hanya menganggukan kepala, mereka menuruni anak tangga. sarapan dengan suasana hening, juan sudah siap sedia menunggu tuan nya. berdiri di belakang ricky seperti patung.


"Juan!"


"Ada apa tuan?"

__ADS_1


"Aku sudah selesai!" Ricky berucap "Sayang aku brangkat duluan. Nanti hendri akan mengantarmu" Ricky mencium kening adelia lalu berjalan keluar di antar oleh bibi mey,,,


kebebasanku semua sudah tidak ada lagi. ingat adelia kau adalah istri Ricky Mo kau tidak boleh mengeluh, lagi pula suami mu begitu tampan kau tidak akan rugi..... adelia berulang kali meyakinkan hatinya untuk tidak pernah menyesali pernikahan ini....


__ADS_2