
hmmmm baik lah jika kau ingin bekerja! ucap ricky..
Apa! kau bersunggu-sungguh aku bisa bekerja? ujar adelia dengan suara setengah berteriak manatap ricky dengan memelototkan mata nya..
begitu pun Ricky dia menatap adelia dengan mengerutkan dahi nya, dia merasa kaget, lucu, dengan teriakan adelia.
Tapi ada syarat nya! ucap ricky
terlihat adelia begitu antusias bertanya hanya lewat tatapan sambil menganguk-anggukan kepala nya. apa yang harus di lakukan nya agar ricky bisa mengijinkan nya bekerja.
Kau tidak bisa bekerja di tempat ibu mu.
Aku telah menyiapkan pekerjaan untuk mu,
Kau menyukainya atau tidak itu pilihan mu.! ucap ricky tanpa memandang wajah adelia.
*Kau hanya perlu menjawab iya atau tidak! ucap Ricky kembali
Mungkin aku harus berkata iya mengikuti kemauan nya saja,
dari pada harus terus berdiam di disini.
bukan kah sekarang hidup mati ku ada di tangan nya.! Adelia membatin keras, jika tahu kalau Ricky benar-benar akan menjijikkan nya dia mungkin akan lebih memilih untuk kembali kuliah.
Baiklah saya menyetujui nya.! ucap adelia menatap Ricky dengan penuh senyum manis tersunging di bibir nya*.
__ADS_1
-
-
-
Di ranjang terlihat Ricky ataupun adelia hanya berdiam tidak ada yang di bicarakan,
hanya diam seribu bahasa sampai mereka berdua larut ke dalam mimpi masing-masing.
Malam semakin larut, Ricky terbangun dari tidur nya, dia menatap lekat wajah adelia. terlihat wajah yang penuh dengan ketenangan. dia mendekap erat tubuh kecil istri nya, tak lupa memberi kecupan bagi istri nya.
Terimakasih kau sudah hadir dalam hidup ku! gumam kecil Ricky yang tanpa sengaja keluar dari mulutnya. Ricky berlarut dengan memeluk adelia sampai pagi menjelang.
sanggat sulit menggerakan tubuh nya, Ricky terlalu erat memeluk nya hingga adelia tidak bisa keluar dari dalam pelukan Ricky. dia terus bergerak-gerak berusaha agar bisa terlepas dari pelukan Ricky, tapi tanpa di sadari ada sesuatu yang sudah mengeras menempel pada bagian punggung nya.
Hei! apa kau sengaja menggodaku.? ucap Ricky dengan mata yang masi tertutup.
Sial Mati aku kenapa aku tidak memikirkan resiko nya.! adelia membatin
Kau telah menggoda ku. kau harus bertanggung jawab,! ucap Ricky sambil tangan terus menjamah setiap inci bagian sensitif Adelia.
adelia tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang ini.
-
__ADS_1
-
-
-
-
Mobil berhenti tepat di depan butik, adelia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh suami nya, tapi saat ini untuk bisa keluar dari rumah hanya ini yang bisa dia lakukan menuruti kemauan Ricky.
Untuk apa kita kesini? ucap adelia bertanya pada pria yang ada di samping nya. siapa lagi kalau bukan suami nya.
*Juan jelaskan padanya.! ucap Ricky
Nona adelia ini butik yang tuan sediakan untuk nona, sekarang butik ini milik nona. nona bisa memulai karir nona lewat butik ini.! ucap juan menjelaskan pada adelia tanpa ekspresi*.
Apa tapi aku bukan minta di belikan butik. aku ingin bekerja sebagai desainer! itu saja! ucap adelia terlihat dia tidak begitu senang dengan pemberian Ricky.
*Maaf nona butik ini tuan berikan bukan cuma-cuma, tuan ingin melihat seperti apa usaha kerja keras yang akan nona adelia lakukan hingga bisa mengembangkan butik kecil ini.! ucap juan hanya itu satu-satunya alasan agar adelia bisa menerima pemberian Ricky.
**Baiklah! aku yakin jika butik ini bisa lebih maju di tangan ku***, ucap adelia sambil tersenyum menatap ke arah Ricky.
kau benar tuan. jika di beri tantangan pasti nona adelia akan menerimanya.
ffHyuuuu kau yang lebih mengertinya.... juan membatin
__ADS_1