
setelah selesai dengan makan siang adelia bergegas untuk kembali ke kantor.
Juan! ucap Ricky
"Nona adelia! ini adalah pak Hendri, mulai sekarang dia akan menjadi supir pribadi anda!" ucap Juan
"Ooh! baiklah! trima kasih asisten Juan! apa saya sudah bisa kembali ke boutik?"
"Hei...!" teriak Ricky yang merasa tidak ingin berpisah dari adelia "Kau melupakan sesuatu" sambil berjalan mendekati adelia
Uuummmaach.... kecupan di kening adelia,
Wajah adelia kembali merah merona, saking malu nya adelia segera memutar balikan badan nya menuju ke arah mobil.
Huhuuuu sadar adelia, tak henti-henti nya dia menepuk-nepuk pipi nya, kebodohan apa yang kau lakukan adelia. kenapa wajah mu harus merah seperti itu sihhh. sungguh memalukan..!
Pak Hendri yang tidak sengaja melirik spion, hanya bisa menahan tawa melihat kekonyolan adelia,
"Sudah sampai nona adelia" ujar pak Hendri
"Oh! iya Pak! kalau bapak bosan menunggu saya, bapak bisa kok jalan-jalan sebentar" ucap adelia tidak lupa dengan senyum manis nya.
"tidak apa-apa! ini sudah menjadi pekerjaan saya."
"Baiklah! saya masuk ya pak"
__ADS_1
Di dalam ruangan adelia tengah sibuk dengan pekerjaan nya, begitu juga dengan Luna..
"Del...! gimana kalau nanti malam pulang kita makan bareng?" ucap Luna memecah keheningan di ruangan itu.
"Lain waktu saja ya Lun, soalnya banyak yang perlu aku lakuin" ucap adelia terus menatap layar laptop di depan nya.
"Kamu masih punya hutang cerita sama aku del.!"
"Ya sudah lain kali saja. aku tidak bisa telat pulang" ucap adelia
Luna yang melihat ekspresi adelia seperti itu, dia mengerti kalau saat ini pasti ada sesuatu yang belum dapat di ceritakan adelia padanya..
"Lun.! kamu tidak apa-apa kan kalau pulang sendirian" ucap adelia memegang bahu sahabat nya.
"Sudah pulang sana kamu di tunggu suami mu"
setidak nya saat ini ada Luna. yang selalu ada buat nopang aku, aku memang beruntung punya teman seperti kamu Luna.. gumam adelia yang tiba-tiba tersadar kalau teman sehidup semati nya pasti sedang menunggu nya saat ini..
-
-
-
Mungkin pekan ini aku harus mengunjungi ibu dan kakak. tapi aku harus memohon pada dia agar mengijinkan ku, hidup ku menjadi seribet ini sih!
__ADS_1
Adelia memasuki rumah utama, dia berjalan dengan menundukan kepala. tidak menyadari kalau Ricky menunggu nya di ruang utama.
"Nona adelia!" ucap Juan menyapa
"Heii.! asisten juan! kau mengagetkan ku seperti itu" jawab adelia dengan nada suara sedikit meninggi
"Tuan sudah menunggu anda nona"
"Lalu kenapa kalau dia menungguku?" ucap adelia "Lain kali jangan memanggil ku tiba-tiba seperti itu, kalau aku mati jantungan kau akan berurusan dengan suamiku." ucap adelia lagi dia begitu kesal dengan Juan yang mengagetkan nya.
Ricky sudah menyaksikan semua perdebatan, bahkan semua coleteh-coleteh dari bibir istri nya.
*Kau terlihat manis seperti itu sayang.! gumam Ricky dalam hatinya
"Juan! Apa yang kau lakukan pada istriku?" tanya Ricky sambil menatap Juan memberi kode untuk tidak menjawab pertanyaan nya.
"Kau! kau sudah pulang? sudah jangan hiraukan dia, tadi asisten Juan hanya mengagetkan ku saja" adelia berusaha maenjelaskan dengan bibir yang sedikit bergetar.
"Tunggu! aku tidak salah dengar tadi kau berkata akan berurusan dengan suami mu?" tanya Ricky yang berpura-pura tidak mengerti
"hmmmm.... tadi asisten Juan eee... aku bagaimana aku tidak marah, jadi! eeee.." ucapan dari bibir adelia menjelaskan bibir bergetar dia merasa sedikit gerogi*.
Ricky mengelus-elus rambut adelia.
"Sayang! cepat jelaskan? atau aku" ucap Ricky yang langsung di potong oleh adelia.
__ADS_1
"Aku bilang padanya kalau suamiku akan menghukum mu. kalau sampai mengagetkan ku" ucap adelia, menutup matanya dengan nada berteriak..
"hmmm.... baiklah! aku akan menghukum mu Juan, telah membuat istri ku kaget!"