
Hari sudah siang tetapi adelia enggan keluar dari kamar, Ricky sedang berada di kantor. saat ini ada pekerjaan yang memerlukan kehadiran nya,
di sudut ranjang. kedua tangan dan jari-jemari adelia meremas perut nya, keringat dingin dan gemetar pada bibirnya. membuat adelia merasa sangat tersiksa,
di meja makan bibi mey sudah menyiapkan makan siang, untuk nona muda nya. bibi mey bergegas untuk memanggil adelia, karna sudah waktunya makan siang.
tok tok tok suara ketukan pintu di kamar adelia, tetapi enggan di balas oleh nya dari dalam. bibi mey merasa kuatir sehingga dia berinisiatif untuk menelfon juan. karna sudah beberapa kali dia mengetok pintu dan memanggil adelia tapi tidak di jawab dari dalam..
***
Juan mengangkat telfon. raut wajah yang berubah dari Juan segera di ketahui ricky.
ricky mengerutkan alisnya, sambil memainkan pulpen di tangan nya.
__ADS_1
"Ada apa Juan?" tanya ricky pada Juan
Juan menjelaskan sesuai dengan yang di katakan bibi mey, tanpa menjawab ricky segera berlari keluar. di ikuti oleh Juan,
di perjalanan pulang Juan berusaha menenangkan ricky, agar supaya tuan nya tidak kuatir.!
"Juan! kau terlalu lambat menyetir nya" bentak ricky pada Juan "Cepat Juan! kalau sampai terjadi apa-apa pada istriku bagaimana?" tambah ricky kembali
Juan melajukan mobil di luar batas kecepatan, sekarang ini bagi ricky yang terpenting adalah segera sampai untuk bertemu dengan adelia.
"Bagaimana istriku?" ricky berteriak pada seluruh pembantu rumah tangga "Aku tidak akan mengampuni kalian jika terjadi apa-apa pada istriku" langkah ricky di percepat menaiki tangga agar bisa cepat sampai
"Juan!. dobrak pintu nya. kenapa aku bisa memberi gaji pada orang-orang bodoh seperti kalian" ricky begitu kuatir pada adelia saat ini,
__ADS_1
BRAAAAKKKK... suara pintu akibat hantaman dari tubuh kekar Juan.
ricky masuk ke dalam mencari keberadaan adelia. dia menemukan adelia sedang tertidur tetapi setelah ricky semakin mendekat dia melihat ada yang aneh dengan istrinya. begitu ricky menarik selimut dan memegang kedua pipi adelia,
ricky kaget melihat sprei yang sudah di penuhi dengan darah segar. dan wajah adelia yang semakin pucat, keringat dingin terus bercucuran di tubuh adelia.
"Cepat sediakan mobil" teriak ricky kuatir Juan akan mengangkat tubuh adelia tapi tangan nya di tepis oleh ricky "berani sekali kau menyentuhnya" bentak nya menepis tangan Juan dan menatap tajam
ricky menggendong tubuh adelia keluar, Juan sudah memberi tahu rumah sakit. kalau nona muda sudah menuju ke rumah sakit.
di perjalanan terlihat ricky mencoba menahan air mata nya agar dia tidak menangis, setiap dia mengusap wajah adelia, dia kembali teringat dengan kedua orang tuanya.
mobil sudah berada di depan rumah sakit. paramedis pun segera membawa adelia, di depan pintu ruang operasi. ricky mondar mandir menunggu kabar keadaan istrinya, disana juga sudah ada ibu dan kakak adelia beserta Juan.
__ADS_1
raisa terlihat begitu kuatir dengan keadaan anaknya. "Vi bagaimana jika terjadi sesuatu pada adikmu? bukan kah tadi kau bilang dia baik-baik saja" Ucap raisa sambil menggenggam erat tangan vivian "tenang lah bu adelia pasti akan baik-baik saja" ujar vivian menenangkan ibunya,
Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu dengan nona adelia. tidak bisa di bayangkan akan seperti apa tuan muda nanti, Tuhan tetap berikan kesehatan pada nona adelia agar itu bisa membuat tuan muda tersenyum!!! Juan tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada adelia akan seterpuruk apa ricky dia baru saja merasakan bagaimana rasanya dicintai dan mencintai