
Ricky yang duduk di kursi kerajaan nya, melihat arloji yang melingkar di tangan nya. sudah saat nya dia pergi menjemput adelia.
Juan tetap ikut bersama nya, di dalam mobil Juan melirik lewat spion. Ricky terlihat cengengiran sendiri mungkin karna dia sedang berhayal tentang adelia.
"Tuan anda tidak apa-apa?" Juan berucap seraya menghawatirkan Ricky
"Haa....." spontan Ricky kaget dengan pertanyaan yang tiba-tiba dan khayalan imajinasinya terganggu "Apa katamu juan?"
"Anda tidak apa-apa tuan?"
"Memang ada apa dengan saya?" bukan menjawab mala balik bertanya
"Maaf tuan saya kira sedang tidak kurang sehat"
"Saya sehat Juan. kamu yang perlu periksa ke dokter" Ricky berucap yang hanya di diamkan oleh Juan, juan selalu mengerti dimana dia akan menjawab bertanya bahkan untuk menyampaikan.
mobil sudah tiba di depan sebuah butik, dimana di dalam butik ada seseorang yang begitu ricky cintai.
Juan keluar dari mobil sesuai dengan perintah tuan nya.
__ADS_1
dia memasuki ruangan yang di tempati oleh adelia, Juan membukukan badan nya menyapa adelia,
"Selamat siang nona." yang di balas senyuman tipis dari adelia "tuan sudah menunggu anda di luar" tambah Juan kembali
Adelia membesarkan kedua bola mata nya dengan tampang terlihat terkejut,
"ASTAGA" Ucap adelia menepuk jidat nya. dia hampir lupa kalau dia ada janji dengan suaminya, "Lun! kamu pergi makan siang sendiri yaa, aku ada janji" Adelia dengan tergesa-gesa berlari keluar dia baru ingat kalau Ricky memang berkata akan menjemputnya, kata-kata Ricky baru teringat di dalam otak nya yang kecil Jam makan siang aku akan menjemput mu tak henti-henti nya adelia mengumpat dalam fikiran ya kenapa dia bisa lupa.
Juan membuka pintu mobil mempersilahkan nona muda nya masuk ke dalam.
di dalam mobil sudah ada Ricky. adelia tertegun menatap ketampanan Ricky,
Wow kenapa dia begitu tampan. begitu indah pahatan tangan Tuhan yang ada di sampingku bahkan menjadi suamiku.
"Me.... memang salah kalau aku memandangi mu? " Ucap adelia yang mendapat tatapan sulit di mengerti dari Ricky "Emmmm..... maaf" tambah adelia pelan dengan menundukan kepala dan meremas-remas jari-jari nya
"Untuk apa minta maaf?" Ucapan Ricky memberi jeda "Kau tidak salah kau memang pantas memandang ku." Adelia mengangkat kepala nya memandangi Ricky "Tapi kesalahan mu." Ricky mendekatkan wajah nya pada adelia sehingga tidak memberi jarak lagi antara mereka berdua "Kau tidak cukup dekat untuk memandang ku" Kata-kata Ricky membuat wajah adelia memerah dan berkeringat
Ricky mencium bibir adelia. tidak memperdulihkan ada Juan disana, dan Juan juga tidak terlalu memperdulihkan mereka,
__ADS_1
Ricky melepaskan bibir nya dari bibir adelia,
"Seringkali kau harus lebih dekat jika ingin memandangiku" Ucapan Ricky membuat wajah adelia kembali memerah menahan debaran di dada nya, dan rasa malu kepada Juan
Kenapa harus melakukan itu disini sih. kan bisa nanti di rumah, huuu ingin aku menenggelamkan wajahku di dasar bumi.
Adelia hanya terdiam mematung sementara Ricky, tidak berhenti memandangi adelia mengusap-usap puncak kepala adelia.
Mobil sudah berada di depan restoran berbintang lima. mereka berdua masuk bersama dengan tangan adelia berada di gandengan Ricky, tentu bukan hanya berdua tapi bersama dengan asisten Juan yang tetap setia mengekor di luar.
"Juan kau tidak perluh ikut masuk" Ucap Ricky agar Juan tidak lagi mengikuti mereka berdua. mereka memasuki ruang VIP tempat yang hanya orang-orang tertentu bisa masuk.
di dalam ruangan yang mereka masuki makanan telah tersedia, adelia dan Ricky duduk berhadapan.
Adelia menatap seluruh makanan yang tersedia di meja.
"Apa kau tidak suka?" tanya Ricky yang melihat ekpresi wajah adelia
"Tidak!" jawaban adelia dengan nada sedikit meninggi "Bu.... bukan itu maksudku. aku suka. suka iya aku suka. sudahlah ayo kita makan"
__ADS_1
Ricky hanya menatap adelia tidak memberikan ekspresi apapun padanya. begitu juga dengan adelia dia memakan makanan dengan tenang,
Huuuuu.... ibuku saja datang ke tempat seperti ini jika ada hal penting yang perluh di bicarakan dengan klien, dasar orang kaya. sungguh terlalu boros.