
Ricky tidak ingin adelia sakit. itu sebabnya dia menyuruh juan untuk membawa beberapa dokter spesialis untuk memeriksa istrinya,
"Bagaimana keadaan nona adelia? " tanya juan pada seorang dokter
mereka semua menjawab satu persatu, sesuai dengan apa yang mereka periksa.
"Hei.! tunggu" ucap Ricky berjalan menuju dimana beberapa dokter dan juan berada disana juga ada vivian dan jery. "Juan suruh yang lain nya pergi. kau dan kau tetap disini" Ujar Ricky menunjuk ke arah vivian dan jerry. juan mengaggukan kepala mengikuti perintah Ricky
"Kau bisa menjadi dokter untuk istriku" Ucap Ricky menunjuk pada vivian
"aku bersedia tuan! jika itu untuk adikku" jawab vivian dengan menundukan kepala
"Hey! dia istriku bukan adik mu."
"Maaf. tuan Ricky"
jerry hanya menggeleng tidak percaya kalau keposesifan Ricky juga pada wanita.
"Tetap tinggal disini sampai aku dan istriku kembali." Ucap Ricky
jerry tidak Terima jika harus berdiam disini. bahkan tidak tahu kalau kapan bisa pergi dari sini. pekerjaan nya begitu banyak menunggu.
"Hey. Apa maksudmu? aku masi memiliki banyak pekerjaan, jangan menahanku disini" Ucap jerry tidak Terima dengan penuturan Ricky
__ADS_1
"Aku tahu kau mengerti maksudku, pekerjaan kata mu.? jika kau ingin kembali, pergilah. posisi mu sebagai OB disana jika keu pergi dari sini " Ucap Ricky berdiri untuk melihat keadaan adelia.
"Dasar pria gila! " jerry menendang sofa yang ada di depan nya. dia tidak bisa membantah kata-kata Ricky
juan melihat jerry dengan senyum sinis nya. vivian hanya diam melihat tingkah para pria di depan nya.
"Hey. kenapa kau tersenyum sperti itu padaku?" ucap jery pada juan
tidak di balas oleh juan, hanya tatapan tajam dan senyum sinis yang di lihat dari ekspresi wajah juan.
"Sudahlah. tidak ada guna nya kau marah-marah seperti itu" Ucap vivian pada jerry yang berdiri di sampingnya.
"pekerjaan ku masih banyak disana"
"Baiklah. lagi pula kita bisa bersenang-senang sedikit disini"
"TIDAK! Tidak ada yang bisa bersenang-senang disini selain nona muda dan tuan" ucap juan mengagetkan jerry dan vivian
"Terlalu lama kau ikut dengan nya kau jadi mengikuti nya juan" ucap jerry
"Hummmppp.... aku sudah memperingati mu" ucap juan
huuu dasar pria jomblo. dan satu perjaka tua yang baru menikah! gumam kecil di bibir jerry
__ADS_1
juan tidak ingin ada yang bersenang-senang selain Ricky dan adelia. selain itu juga mungkin juan cemburu karna sampai sekarang dia masih jomblo.
*
di dalam kamar Ricky sudah duduk di samping adelia yang tertidur. adelia membuka mata nya. karna dia merasakan ada tangan yang terus mengelus kepala nya.
"Bagaiman apa kau sudah merasa baikan? " tanya Ricky dengan tatapan penuh ketulusan
" sayang kau terlalu berlebihan, aku hanya kelelahan kau sudah menelpon dokter."
"itu sudah menjadi resiko bagi mereka" jawab Ricky
"Tapi! bagaimana mungkin mereka bisa berada disini dalam waktu 15 menit"
"Sayang apa kau lupa. siapa yang menjadi suamimu"?
adelia terdiam. benar jika yang menjadi suami nya tuan muda Ricky mo. apapun bisa dilakukan, dengan satu kata, dimanapun kaki nya berpijak pasti selalu menjadi sorotan setiap banyak orang, apa lagi cuma mengerahkan para medis.
"aku tidak ingin kau terluka," Ujar Ricky dengan jari-jemari memijat jidat "padahal tadi pagi aku sudah memberikan suntikan energi untuk mu" tambah Ricky.
adelia hanya memutar bola mata nya tidak percaya. kenapa suami nya bisa seperti ini,
"Say...... " belum adelia menyelesaikan kata-kata mulut nya langsung di ***** oleh Ricky.
__ADS_1
Ricky menjamah kembali setiap lekuk tubuh adelia, dengan jari-jari nya. tapi tetap dalam posisi ******* bibi adelia.