Suamiku Tuan Muda Tampan

Suamiku Tuan Muda Tampan
wanita tercantik


__ADS_3

Sekarang adelia sudah kembali pulang ke rumah. meski suasana hati nya tidaklah baik. tapi dia tetap berusaha tersenyum, agar tak mempengaruhi orang-orang di sekitar nya,


sebenarnya adelia memang merasa sedikit bagus, jika memang dia belum bisa memiliki anak. tapi yang membuat dia kepikiran! jika dia memang tidak memiliki sama sekali.


Tidak! kalau aku tidak bisa memiliki anak, sesayang apa dia padaku. pasti dia akan meninggalkan ku.! adelia membatin


Adelia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. dengan memejamkan matanya dia berlarut dalam fikirannya, apa yang di fikirkan adelia? tentu mengenai kehamilan nya.


Adelia kembali mengelengkan kepala nya. kenapa semua bisa menjadi seperti ini, ada banyak yang tidak di mengerti olehnya.


tok


tok


tok


suara ketukan pintu, seseorang sedang berada di luar


"Masuk!" ucap adelia


Ceklek.. suara pintu terbuka ternyata disana ada bibi mey.


"Nona makan siang sudah siap. dan anda juga harus minum obat siang ini" ucap bibi mey


"Oke.. bibi duluan saja. turun kebawah nanti saya akan menyusul"

__ADS_1


"Baik saya permisi nona adelia" bibi mey pergi berlalu meninggalkan adelia


adelia menuruni anak tangga, dia berusaha menguatkan hatinya agar tidak terlalu memikirkannya.


di depan meja makan adelia makan dengan tenang, saat ini hanya ada dirinya sendiri bersama dengan bibi mey yang berdiri di sampingnya.


Adelia selesai dengan makanan nya.


dia pergi berjalan menuju ke taman belakang, dia mengangkat tangan nya agar tidak di ikuti oleh bibi mey. dia berjalan sendiri namun tetap di awasi oleh sepasang mata dari kejauhan.


bunga-bunga yang tumbuh dengan mekar indah enak di pandang mata, memiliki warna yang berbeda-beda.


Adelia menghirup udara dan wangi dari bunga-bunga itu. dia menarik nafas nya panjang dan duduk di kursi taman,


Mensedekapkan tangan nya, dan menjulurkan kaki nya terurai ke depan, saat ini Dia begitu menikmati suasana yang tenang seperti saat ini.


*****


di kantor Ricky sedang sibuk dengan kertas-kertas dokumen di depan nya.


dia mengingat adelia. apa yang di lakukan nya? apa sudah makan? karna sudah lewat jam makan siang.


suara ketukan pintu terdengar dari luar, juan masuk ke dalam.


"Tuan muda. ada undangan" sambil menyerahkan kertas kepada Ricky. Ricky menyunggingkan bibir nya saat membaca.

__ADS_1


"Juan! aku harus membawa istriku" ricky berucap dengan mensedekapkan kedua tangan nya.


"Apa saya perluh menyediakan keperluan untuk anda dan nona. tuan?" tanya Juan, keperluan itu tanda nya dari hal terkecil sperti make-up, sampai gaun, tuxedo dan lain-lain menjadi tanggung jawab nya.


Ricky mengangkat tangan nya "Kau sediakan!" Ricky berucap "Tapi! gaun istriku. biar jadi urusanku"


"Baik tuan!"


"Tunggu Juan ada lagi.! besok saya akan membawa istriku ke butik minta mereka kosongkan" ucapan Ricky hanya di angguki oleh Juan


Aku akan membawa wanita tercantik ku. Ricky bergumam


Adelia sudah kembali ke kamar nya. dia merasa kalau dia sudah pulih, hanya menunggu Ricky pulang dia akan berusaha membujuk nya untuk mengijinkan dia bekerja lagi.


Adelia terlalu bosan berada di rumah. apa lagi dengan kondisi nya yang sudah pulih,


Dia bergegas untuk menghubungi ibunya.


untuk sekedar bercengkrama,


Tetapi handphone yang di gengam nya tiba-tiba berbunyi,


Notifikasi pesan dari luna sahabatnya.


Luna: "maaf yang aku belum menjenguk mu sayang!" dengan menggunakan emoticon menangis

__ADS_1


Luna: "Pengen jenguk tapi belum ada waktu, kamu ninggalin butik yang lagi banyak pekerjaan"


Adelia tidak membalas pesan dari luna. dia hanya tertawa geli, mengingat seperti apa wajah luna kalau sedang kuatir.


__ADS_2