
Adelia Dan Ricky tertidur dengan posisi saling memeluk erat, seperti tidak ingin melepaskan Satu dengan yang lain.
Malam telah berlalu Matahati telah terbit kembali menyinari bumi. Adelia mulai membuka kedua matanya.
Dia merasa sangat sulit untuk menggerakan tubuhnya, karna dia berada di dalam pelukan Ricky.
Ricky yang merasa terganggu dengan pergerakan dari tubuh adelia. semakin mengeratkan pelukan nya.
"Humpppp....." Ricky berpura-pura kalau dirinya sedang bergumam
"Kau Sudan bangun?"
"Hummmppppp..... tutup kembali matamu!"
"Tapi. ini sudah pagi"
"Aku tahu. tapi aku tidak ingin bangun"
"Aku ingin tuan muda Ricky" Ucap adelia yang sudah mulai kesal dengan suaminya
"OH.... baiklah... aku kira semalam cukup melelahkan bagimu, ternyata kau masih ingin di pagi hari"
*Si*al... dia salah menanggapinya badan ku masih pegal akibat semalam.
"Baiklah bagaimana kalau kita mandi bersama"
Ricky berucap langsung menggendong adelia turun dari ranjang menuju ke kamar mandi
"Tapi... aku ingin mandi sendiri"
"Sudalah... jangan pura-pura nikmati saja, aku Akan memandikanmu"
Ricky melepaskan semua pakaian nya Dan adelia. Adelia menutupi era-era sensitifnya dengan kedua tangan nya.
__ADS_1
"Apa yang perluh di tutupi sayang?"
Ricky menarik adelia masuk ke dalam bath-up bersamanya.
Ricky melakukan apapun yang di inginkan pada adelia. terdapat beberapa kissmark pada bagian-bagian tertutup adelia,
******
Di ruang utama Ada Ricky Dan adelia. mereka sudah selesai sarapan pagi,
"Kau cantik hari ini Dan..." Ucap Ricky menggantung
"Dan apa?"
Huuuu kau pasti Akan mengejek ku tuan, dengan stelan seperti ini membuatku gerah.
"Dan aku suka" Ucap Ricky dengan santay "Juan! Let's go"
Kemana manusia-manusia ini Akan membawaku.
berkencan saja harus di atur, huuuu aku bisa gila kalau begini.,,,
Mobil sudah berhenti di sebuah taman dimana banyak orang, yang ber'aktivitas seperti lari pagi Dan bersepeda.
"Untuk apa kesini?" Adelia Bertanya dengan alis yang berkerut menatap suaminya
"Tentu untuk bersepeda"
"Apa??..... "
Huuuu ini sunggu gila. aku ingin berkencan bukan untuk lari marathon...
"Aku tahu kau Akan suka ini. Tidak perluh berterima kasih"
__ADS_1
Siapa yang Akan berterima kasih. justru aku ingin berteriak sekencang mungkin agar semua orang bisa mendengar kekesalan dalam hatiku...
Adelia terus mengayuh pedal sepeda nya,
Dia melihat kebelakang hanya Ada Ricky tidak Ada Juan disana.
Untung saja asisten gila itu tidak ikut, pasti dia sedang bersembunyi di tempat aku tidak melihat nya.
"Kita berhenti disitu" Adelia menunjuk tempat duduk di tepi sungai
Mereka berdua turun dari sepeda duduk di di tepi sungai.
dengan keringat yang sudah membasahi tubuh mereka,,
"Apa kau lelah?"
"Tidak! ini sehat"
"Baguslah... lihat disana" Ricky menunjuk sepasang suami istri yang sedang mengajar anak mereka menaiki sepeda.
"Apa kau Iri melihat mereka?"
"hummmppp.... tidak!"
"Maafkan aku" Adelia berucap dengan kepala tertunduk
"Hei.... Adelia Putri kita hanya perluh berusaha lebih keras lagi agar bisa" Ucap Ricky mengangkat wajah adelia menghadap pada nya
"Tapi.... aku kan sudah di vonis..." Dengan cepat Ricky segera memotong perkataan adelia dengan jari telunjuk melekat di bibir adelia
"Shuuuttt..... bukankah kau yang berkata tidak Ada yang mustahil di dunia ini" Ricky merasa menyesal di kencan pertamanya dia sudah membuat adelia bersedih "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu mungkin bagi Tuhan"
Adelia mengangkat wajah nya menengadah pada Ricky. dia seperti mendapat suntikan semangat, merasa beruntung? tentu saja pria seperti ricky Adalah pria idaman semua wanita....
__ADS_1