
Ricky mulai menurunkan retsleting gaun adelia, mencium pundak adelia, dengan tangan yang sudah merabah pada area favorit nya.
juan yang menunggu kedua majikan yang ada di dalam ruang ganti, sudah dapat mengerti apa yang saat ini mereka lakukan. mengingat tuan mudanya tidak tahu tempat jika dia melakukan sesuatu pada istrinya.
Adelia sudah keluar dengan wajah yang tertunduk malu, karna di luar ada juan dan manejer butik yang sedang menunggu mereka.
tentu tidak dengan ricky, dia justru dengan wajah yang penuh dengan senyum yang tergambar di bibirnya.
Huuu dasar tuan muda yang melakukan hal-hal mesum, tidak tahu tempat.
"Juan! ini gaun untuk di pakai istriku" Ricky berucap sembari menunjuk gaun yang sudah terpakai kembali dengan rapi di patung manekin.
Ricky dan adelia sudah pergi meninggalkan Juan dan manejer butik. Tuan muda dan nona muda nya menunggu di dalam mobil,
sementara di dalam mobil Ricky kembali menggoda adelia.
"Ada apa?" tanya Ricky "Apa kau marah?" tambahnya
"Tidak! dalam hal apa aku harus marah"
"Aku fikir kamu marah. karna hal tadi yang belum selesai" Ucap Ricky menggoda adelia, adelia sudah dengan wajah yang kembali tertunduk dan bersemu merah
"Tidak! aku hanya merasa sedikit mengantuk" ujar adelia dengan menutup mulut nya memperlihatkan pada Ricky kalau dia sedang menguap
"Oh..... jadi begitu ya.. "
Tidak lama setelah itu Juan sudah keluar dari dalam butik,
__ADS_1
"Maaf tuan membuat Anda menunggu"
"Lama sekali kau!" Nada Ucapan ricky sedikit meninggi "Apa kau berpacaran dengan nya? sehingga kau begitu lama"
Yaaa ampun tuan muda ricky. ternyata kau juga se posesif ini pada asisten mu, aku tidak menyangka kau tampan tapi ternyata posesif dan overprotectif.
"Pulang ke rumah juan!" Ucapan ricky hanya di angguki kepala oleh juan sebagai jawaban
Yaaa.... yaa... yaa.... pantas saja. ternyata asisten mu ini juga seperti ini, tuan dan asisten sama saja. sungguh menjengkelkan ada di anatara kalian.
"Memang tidak kembali ke kantor?" Adelia mencoba bertanya
"Tidak!"
"Ouhhh..... tapi ini kan masih siang"
"Ouh.... lalu aku?"
"Pulang!"
Adelia tidak lagi membantah kata-kata Ricky, karna kalau dia sudah berkata 'Pulang' ya tetap harus pulang.
Adelia sesekali melirik pada pria tampan yang berada di samping nya, perawakan yang hampir sempurna,
kenapa pakai kata hampir? karna parangai nya kurang baik. sering berbuat semaunya tanpa memperdulihkan orang lain.
******
__ADS_1
"Ada apa menatapku?" Ucap Ricky yang sudah duduk bersandar di sandaran ranjang
"Tidak! emm.... aku hanya ingin tidur siang"
"Oh... kemarilah" Ricky berucap sembari menepuk-nepuk ranjang
"Emm.... aku.. aku"
"Cepat mendekat!"
Meskipun Ricky sudah beberapa kali mengungkapkan cintanya, tetapi adelia tetap masih merasa ragu untuk membantah apa lagi untuk berdebat dengan suaminya.
Adelia sudah menaiki ranjang, ranjang dengan ukuran big size membuat adelia dan Ricky lebih bebas melakukan setiap aktivitas mereka.
Fyuuuuuhh..... aku sudah mengerti apa yang dia maksud pekerjaan di rumah, pasti untuk mengerjai ku.
"Bukankah kau masih punya pekerjaan?"
"Ya... pekerjan ku tadi tertunda" Ucap Ricky dengan tangan dan bibir nya yang sudah mulai bereaksi di sembarang tempat.
"ummmppp.... itu.. aku... tung... tunggu sebentar"
"Ada apa lagi?" Ricky menghentikan aktivitasnya wajah yang terangkat menegedah pada adelia
"Aku... aku hanya. merasa mengantuk"
"Tapi! yang ku lihat belum terlalu mengantuk"
__ADS_1
Ricky kembali dengan aktivitasnya mencium tengkuk adelia, dan di tempat-tempat area favoritnya.