
Di ruangan yang begitu luas. di lengkapi dengan berbagai fasilitas mewah, disanalah adelia saat ini. dia tidak membuka mata nya meski saat ini dia sudah melewati masa kritisnya, tapi ricky engan untuk meninggalkan adelia.
dia menyuruh raisa dan vivian pulang ke rumah, tapi Juan tetap setia menemani nya di saat dia memerlukan jika ada hal-hal darurat,
ricky tertidur di sofa yang tidak berada jauh dari adelia, dia terlalu lelah sehingga dia tidak bisa lagi menahan rasa kantuk nya.
* * *
Pagi telah tiba. cahaya matahari sudah menyinari di dalam ruang rawat adelia lewat celah-celah jendela di sudut kamar itu, tapi yang membuat ricky menatap adelia dengan penuh kesedihan yang terpancar dari matanya. adelia sampai sekarang belum juga membuka mata nya.
ricky duduk di samping adelia, dengan kepala yang tertunduk sambil terus mencium punggung tangan adelia. adelia yang sudah membuka matanya perlahan melihat siapa yang ada di samping nya di saat dia membuka mata.
Adelia mengusap puncak kepala ricky, dia merasakan ketulusan ricky di saat seperti ini masih setia untuk tetap menjaga nya.
ricky mengangkat kepala nya. menengadah pada adelia yang sedang terbaring lemah,
__ADS_1
"Sayang. kau sudah bangun" Ucap ricky menatap adelia dengan penuh senyuman "Juan cepat kamu panggil dokter" teriak ricky pada Juan yang ada di depan pintu
dokter datang untuk memeriksa keadaan adelia. saat ini keadaan adelia sudah mulai membaik,
Ricky sudah mengetahui kenyataan pahit yang akan dia Terima. tapi dia percaya jika dengan usaha dan kekayaan nya pasti adelia bisa memberikan keturunan pada nya.
Aku yakin sayang kau pasti akan memberikan ku putra dan putri yang cantik dan ganteng suatu hari nanti. aku akan tetap mencintai mu Tuhan pasti kasih yang terbaik untuk kita. ricky terus membatin dia tetap mencintai adelia meski saat ini dia mengetahui kenyataan nya.
"Sayang" panggil adelia lirih pada ricky
ricky menatap adelia dengan tatapan seolah-olah dengan sorot matanya bertanya apa yang akan adelia katakan.
adelia tidak mengetahui kalau waktu dia berada dalam keadaan kritis, darah yang di donorkan untuk nya 6 kantong. kalau dia alami itu bukan datang bulan biasa melainkan adelia memiliki penyakit lain.
"Jika kau sudah lebih baik kita akan pulang" Ujar ricky berusaha untuk tetap membuat keadaan se normal mungkin
__ADS_1
"hummmppp.... baiklah! lagi pula suamiku tuan muda ricky yang tampan siapa yang berani membantah nya" Ucap adelia dengan memutar-mutar bola mata nya. dia masih sempat menggoda ricky "sayang badan ku terasa sakit" tambah adelia
"Istirahatlah. aku akan keluar.
sebentar lagi ibu akan datang dia akan menemanimu" sebelum keluar ricky mengecup kening adelia
ricky berjalan keluar menemui Juan.
"Juan apa kau sudah memberi tahu mereka?" tanya ricky pada Juan "sudah tuan, nona vivian sudah tahu apa yang harus dia lakukan"
"Juan cari dokter terbaik yang bisa menyembuhkan istriku." ricky menggembuskan nafas nya dengan kasar "Juan dia pasti akan melahirkan anak untuk ku bukan"? tambah ricky dengan wajah yang begitu menyedihkan
"Dokter telah berkata kalau nona adelia rajin meminum obat. dan banyak berolahraga pasti bisa cepat pulih." titah Juan menenagkan
Raisa sudah ada di dalam ruang rawat inap pasien dia sedang bersama dengan vivian, dengan lembut mengelus-elus puncak kepala adelia,
__ADS_1
Rumah sakit ini adalah milik ricky, semua orang yang ada disini harus tunduk padanya. termasuk jerry kepala rumah sakit disini, ricky tahu kalau yang saat ini di alami nya adalah sebuah proses dari Tuhan. pasti bisa untuk di lewati nya.
Jika aku mencintai nya aku harus siap menerima setiap konsekwensi seperti ini, ada anak ataupun tidak serahkan segalanya pada yang di atas. gumam dalam hati ricky berusaha menenangkan menguatkan hati dan fikiran nya sendiri......!!!