Suamiku Tuan Muda Tampan

Suamiku Tuan Muda Tampan
meluruskan kesalafahaman


__ADS_3

Seisi rumah itu pun menjadi bisu untuk sementara, dengan perlakuan ricky pada adelia.


"Hei! apa yang kau lakukan? disini banyak orang" tutur adelia dengan nada sedikit berteriak tidak senang.


"HEI.! pikirkan baik-baik jika ingin bercerai dengan ku" Ucap ricky dengan nada tak kalah keras dari adelia.


"CEPAT! Ikut aku pulang" Ricky menarik tangan adelia. hingga membuat adelia merasa kesakitan,


"Tuan! tunggu sebentar, jika ada masalah tolong di bicarakan baik-baik saya mohon. jangan sakiti adelia" ucap raisa dia sudah tidak tahan melihat putri kesayangan nya menerima perlakuan seperti itu


JUAN.! Ucap ricky


"Nyonya raisa! anda tenang saja tuan tidak akan menyakiti nona adelia.! saya harap anda tidak akan melewati batas" ujar juan sambil berjalan keluar rumah menyusul ricky dan adelia yang sudah duduk di dalam mobil.


Ricky tidak melepaskan tangan adelia, dia tidak mungkin akan menjadi emosi seperti itu. jika adelia tidak berteriak di depan nya,


Mobil melaju dengan kecepatan normal. sampai mobil memasuki rumah utama, ricky masih terus menarik tangan adelia. hingga memasuki kamar,

__ADS_1


"Apa kau lupa kalau kau punya suami ha?" teriak ricky


"Aku tidak pernah lupa!"


"Lalu kemana saja kau? bukan pulang ke rumah suamimu kau malah pulang kerumah ibumu" tanya ricky dengan nada keras


"Aku pulang ke rumah ibuku karna aku tahu kau pasti akan segera menceraikan ku"


"HAA... jadi kau ingin aku menceraikan mu?" Ricky sudah tidak dapat menahan emosinya "Cepat jawab aku!" sambil meremas pundak adelia


"Iya! cinta pertama mu sudah kembali jadi kau sudah tidak memerlukan ku lagi!"


Mata adelia sudah mulai berkaca-kaca dia sudah tidak tahan dengan perdebatan ini. hatinya terasa sakit jika harus bicara menyebut perceraian.


"Iya! aku bodoh! aku buta! kau jahat.!" tangisan adelia langsung pecah setelah mengatakan beberapa kata.


"HEI! kau memang bodoh" teriak ricky sambil berjalan mendekap tubuh kecil adelia, "Aku Menyukaimu! dia itu masa lalu ku.!"

__ADS_1


hiks hiks hiks hiks


tangisan adelia menggema di dalam kamar besar itu.


"Aku tidak akan meninggalkan mu" ucap ricky terus memeluk erat tubuh adelia.


"HEI...! Tenanglah! tidak ada yang akan menggantikan posisi mu!" Ricky memegang kedua pipi adelia sambil mengusap lembut bulir-bulir air mata yang membasahi pipi cantik adelia


"Maaf!" kata yang terucap dari bibir adelia, dia menyembunyikan wajah nya di bidang dada kekar ricky, dia terlalu malu untuk menatap ricky saat ini.


"Aku tahu kau cemburu! tapi dia itu cuma masa lalu" Ricky menelan salivana nya dan menghembuskan nafas "Bahkan untuk di sebut masa lalu dia tidak pantas" ucap ricky


"Aa Aku tidak cemburu! Kau berlebihan!" Ucap adelia yang tetap membenamkan wajah nya di bidang dada ricky.


"Oke oke. kau tidak cemburu! tapi bisakah angkat kepala mu! kau sengaja menggodaku ya" Ucapan ricky membuat adelia salah tingkah, tapi tidak dengan ricky dia segera berinisiatif mencium adelia, dan yang paling penting dia mencium seluruh bagian sensitif. Ricky sudah mengetahui setiap inci per inci bagian tubuh adelia..


Mereka terus berpacu dalam melody hingga malam semakin larut, adelia yang kecapeaan langsung tertidur membelakangi ricky.

__ADS_1


Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Kau seperti cahaya bagiku.!!!! ricky terus berfikir sampai rasa kantuk menghampiri nya.,


__ADS_2