
Juan sedang melihat ponsel di tangan nya. mimik wajah nya sedikit ada perubahan dan ricky menyadari itu,
"Apa yang kau lihat juan?"
Juan memberikan ponsel pada ricky untuk memperlihatkan vidio yang di kirim dari pengawal. yang mengawasi adelia secara diam-diam,
"Dasar wanita bodoh!" melempar ponsel di sembarang tempat "Apa dia tidak bisa berbicara dengan baik, sehingga harus menyuruh wanita gila itu untuk menyuruh ku menceraikan nya." ucap Ricky dengan wajah merah padam menahan kemarahan.
"Tapi tuan! bukan kah nona adelia tidak menerima tawaran uang darinya." Juan setengah berpikir saat berbicara "dia menganggap, kalau suami nya orang terkaya nomor 1 itu berarti dia menganggap anda adalah suaminya"
Hump kau benar Juan!
Hari sudah hampir sore. terlihat adelia masih mengerjakan pekerjaan nya. urusan butik sudah kembali normal,
Tok Tok Tok
Masuk!
"Ayo cepat kita pulang bersama"
__ADS_1
Adelia mengangkat kepala nya, dia terlalu sibuk dengan layar laptop sehingga dia tidak melihat siapa yang masuk. Ricky telah berdiri di depan nya.
"Emmm kenapa tidak bilang kalau datang kesini" Sapa adelia pada Ricky yang sudah berjalan mendekati nya, Ricky mengisyaratkan pada luna dengan jentikan jari nya, untuk keluar dari dalam ruangan itu.
"Apa aku perlu memberi tahu mu! kalau aku ingin datang" Ucap Ricky yang langsung menggendong tubuh adelia untuk duduk di pangkuan nya.
"Bu bukan begitu hanya saja," ucap adelia
"Hanya apa sayang? Kau tidak rindu padaku?" tanya Ricky sambil mengelus-elus bibir adelia.
Saya sangat merindukan mu!
"Lalu kenapa tidak menciumku?" Ucap Ricky sambil memutar-mutar bola matanya. "Bukan kah kalau orang rindu ketika bertemu harus cium" ucap Ricky melirik ke arah bibir seksi adelia.
"Baiklah kalau kau tidak mau mencium ku, biar aku yang cium kamuu" Ricky langsung ******* bibir manis adelia. begitu lama dia melakukan nya,
Kenapa bibir mu seperti permen. manis dan membuatku ketagihan.!
Ricky dan adelia sudah berada di dalam satu mobil. Ricky sesekali menggoda adelia, dia begitu senang membuat wajah adelia kemerahan seperti tomat.
__ADS_1
"Hump kenapa tidak menolakku lagi?" tanya Ricky karna apa yang dia lakukan. sudah tidak mendapat penolakan dari sang pemilik tubuh itu.
"Lakukan semau mu aku milikmu" Ucap adelia sembarangan
"Kau memang milikku. jangan pernah berfikir untuk meninggalkan ku" Tutur Ricky dengan mengenggam erat jemari adelia.
Apa yang aku lakukan kenapa kata-kata nya seperti itu. dan memegang tangan ku segala lagi. aku memang benar-benar sudah jatuh cinta padamu.
"hump bagaimana kalau kita. akhir pekan berkunjung ke rumah ibu" Ucap adelia berusaha mengalihkan pembicaraan yang canggung ini
"Kau mengambil keuntungan dariku" dengan nada sedikit meninggi. tapi tetap mengenggam erat tangan adelia.
"Tidak! aku hanya iseng"
"Sudahlah! jika nanti ingin berkuniung pergi sendiri. aku masi punya banyak pekerjaan"
Adelia tidak menjawab dia hanya diam seribu bahasa. begitu juga dengan Ricky.
Aku tidak mengerti jalan fikiran mu tuan seringkali kau baik huuuf aku benar - benar bingung dengan jalan fikiran mu. gumam adelia dalam hatinya.
__ADS_1
Ternyata yang dia rencanakan tidak sesuai dengan hipotesa nya, tidak berjalan dengan baik.
Mobil memasuki rumah utama terlihat seperti biasa pembantu ber jejeran menunggu tuan dan nona rumah itu.