
Like dan komentarnya ya. Gratis
***
Pagi ini Lula tercengang menemukan Primus di depan pintu rumahnya. Cowok itu sudah siap menjemput Lula untuk berangkat bersama. Mata Lula menyipit, memerhatikan lamat-lamat perubahan yang terjadi dari penampilan sahabatnya itu sehingga sejak detik pertama matanya tak berkedip melihat Primus.
"Primus...." kaget Lula.
Seulas senyum tersungging di bibir cowok itu. "Iya, La. Kenapa?"
Primus ikut mengernyit sendiri. "Kok lo kaget gitu lihat gue? Emangnya gue hantu. Pagi-pagi ya kali ada hantu ganteng kayak gue."
Susunan gigi Primus yang putih tertampak ketika cowok itu semakin melebarkan senyum. Primus memainkan alis. "Ada yang beda ya? Hehehe."
Lula maju selangkah dan menyentuh seragam Primus. "Astaga, Prim. Gue gak salah lihat?"
"Tumben lo masukin baju."
Bahu Primus bergidik. "Iya, dong."
Tangan Lula beralih memegang dasi primus yang terpasang rapi. "Pake dasi juga lagi."
__ADS_1
Primus bersiul. "Gimana? Rapi, kan?"
Kepala Lula menggeleng kemudian menempatkan telapak tangannya di dahi Primus. "Lo gak lagi sakit kan, Prim?"
Primus menangkap tangan Lula, mengembuskan napas sebelum berbicara pada perempuan di hadapannya. "Lula...."
Suara Primus terdengar santai dan kalem. Cowok itu juga mencoba merangkul bahu sahabatnya. "Sekedar informasi. Mulai sekarang lo harus membiasakan diri lihat penampilan gue seperti ini."
Primus mengerdipkan mata. "Gue mau jadi anak baik-baik gitu."
Menyaksikan Lula yang terpana, Primus melanjutkan dialognya. "Siapa tahu langsung dapat ranking satu di kelas."
Lula merasa gemas. Perempuan itu nyaris melompat-lompat saking gembiranya. Matanya berbinar terang menatap Primus. "Primus! Akhirnya lo dengerin gue juga!"
Primus mengalihkan muka dari Lula, langsung naik ke motornya. "Enak aja. Gue seperti ini supaya Beby gak takut deket-deket sama gue." Ucapan Primus itu menyingkirkan binar mata Lula yang bercahaya.
Sambil mengenakan helm, Primus berbicara. "Gue yakin, Beby tambah tergila-gila sama gue."
"Iya nggak, La?" tanya Primus di sana dengan sebuah senyum.
"Kok lo jadi diam gitu?"
__ADS_1
Kekakuan menyerbu diri Lula. Rasa senang yang dirasakannya beberapa saat lalu menguap begitu saja. Hatinya sempat gemetar melihat Primus yang tampil berbeda, tetapi getaran itu kini karena rasa sedihnya mengetahui alasan Primus berubah hanya karena untuk Beby. Bukan karena untuk dia.
Lula jengah. "Ga-gak kok. Iya, iya. Lo keren. Gue juga senang lo akhirnya mau berubah, Prim."
Primus mengangguk. Akhirnya dia bisa membuat Lula gembira. "Jadi mulai sekarang gue gak capek lagi deh dengerin lo ngomelin gue mulu."
"Ya sudah, La. Buruan naik. Entar kita telat lagi kalau lo mandangin gue terus." Primus mengulurkan helm untuk Lula. "Nih, pake."
Lula mengambil benda itu kemudian perlahan-lahan naik ke motor. Biarlah Lula simpan perasaan dan rahasia ini sendiri. Lula menyadari bahwa tugasnya kini sudah selesai. Ada perempuan lain yang akan memerhatikan Primus dan mengubah cowok itu menjadi lebih baik seperti sekarang ini.
*****
Gimana nih, lanjut gak hehe?
Penasaran bab selanjutnya?
Halooo, yang baca komentar hai di sini hehe :)
Kalau udah baca buat sg dan tag aku ya: hendra.putra13
Sebentar lagi ada kuis, yang aktif vote dan komentar disetiap pragraf bakal dapat hadiah, aku pantau ya hehehe
__ADS_1
Selamat membaca :)