
Instagram: Hendra.putra13
Beby menghampiri Lula dan langsung mengajak perempuan itu bicara. "La, gue mau bicara penting sama lo."
"Ayo ikut gue!"
Siska yang baru saja ikut keluar dari kelas bersama Lula, langsung menyambar. Teramat ketus karena dia ingin menunjukkan ketidaksukaannya pada Beby. "Bicara di sini bisa kali."
Mata Beby menatap sengit ke Siska. "Lo gak usah kepo. Gue mau bicara empat mata sama Lula."
Siska membalas dengan kadar ketajaman yang sama. "Santai aja kali, gak usah nyolot."
Lula menoleh cepat ke Siska, mencoba menahan amarah temannya itu dengan senyumannya meskipun dia juga tidak suka terhadap sikap Beby yang sangat arogan. "Sudah, Sis. Lo di sini aja ya."
Lula dan Beby pun beranjak dari sana. Di tengah perjalanan, terasa ketegangan yang kuat bersinggungan di antara mereka. Ketika mendapat tempat yang cukup sepi, di pojok koridor, Beby mengungkapkan kegelisahan hatinya. "La... gue gak mau lihat lo dekat-dekat sama Primus."
Lula terkejut, bahkan sampai ingin berdeham. "Maksud lo apaan?"
"Gue minta lo menjauh dari Primus." tukas Beby, tegas di setiap patah katanya.
Lula masih menatap Beby tak percaya namun tetap membiarkan Beby lanjut berbicara. "Biarin Primus dekat sama cewek lain, La."
__ADS_1
Kali ini Lula benar-benar terusik oleh perkataan perempuan di hadapannya. Dahinya tampak berkerut. "Gue gak pernah ngelarang Primus untuk dekat sama siapa pun."
Beby mengibaskan tangan di hadapan Lula. "La... kita sama-sama cewek. Gue tahu lo pasti punya perasaan kan sama Primus?"
"Lo suka, kan?"
Lula menimpali dengan cepat. "Primus sahabat gue, Beb."
Beby terkekeh masam. Menggeleng-geleng dengan sanggahan Lula. "Sahabat? Lo pasti suka kan sama Primus?"
Lula yang merasa tersudut mengeluarkan suara gemetar. "Gak usah nuduh-nuduh gue yang gak jelas deh, Beb."
Kepala Beby mengangguk-angguk, memanfaatkan dalihan Lula dengan mencetuskan sebuah gagasan. "Oke kalau memang gak ada perasaan sama Primus, berarti lo bisa kan menjauh mulai detik ini?"
Beby membentak. Satu kakinya dientakkan ke lantai. "Lo jangan egois dong, La."
"Gimana gue mau dekat sama Primus kalau lo masih nempel-nempel sama dia?" Beby merendahkan nada bicaranya namun masih sangat tajam. "Gue minta sama lo baik-baik La, jangan jadi penghalang hubungan gue sama Primus."
Lula kali ini berbicara tegas. "Beb, gue gak pernah ngalangin hubungan lo sama Primus!"
"Tapi dengan lo terus dekat-dekat sama Primus, itu artinya lo gak mau Primus dekat sama cewek lain." Beby maju selangkah sambil melipat tangan di dada. "Sekarang jawab pertanyaan gue. Lo cinta sama Primus?"
__ADS_1
Beby berdecak karena Lula hanya diam seribu bahasa. "Kenapa lo diam? Bingung mau jawab?"
Napas Lula memburu karena mencoba meredam amarah yang mulai memuncak terhadap Beby. "Gue suka Primus atau gak itu bukan urusan lo, Beb."
Beby menatap Lula dengan kedua alis yang nyaris bertaut. "Itu urusan gue lah. Gue suka sama Primus dan gue ngerasa lo itu penghalang di hubungan gue, La."
Primus yang baru saja turun dari tangga pun berhenti. Tak sengaja melihat dua perempuan yang dikenalnya terlibat percakapan, Primus menjejakkan kaki ke sudut koridor. "Lagi bicarain apa nih? Kok mukanya pada tegang gitu?"
Lula terperangah di tempat sementara Beby mengulas senyum sinis. "Lula mau ngomong sesuatu sama lo, Prim." ungkap perempuan itu.
Primus lantas memusatkan tatapannya pada Lula. "Mau ngomong apaan, La?"
Masih bersedekap, Beby terus berupaya memojokkan Lula. "La... kok lo jadi diam gitu? Akui aja deh sekarang perasaan lo sama Primus."
Primus mengernyit, bergantian menatap Lula dan Beby menunggu sebuah jawaban. "Perasaan? Maksudnya?"
Beby memutar bola matanya, tak sabar. "Kalau lo gak bisa bicara, biar gue yang kasih tahu Primus."
"Prim... sebenarnya Lula mau bilang kalau dia itu—"
"Kalau gue mau... kalian berdua cepat jadian." potong Lula secepat debaran jantungnya saat ini. Dia terpaksa berbohong. Ini semua dia lakukan untuk persahabatan dirinya dan Primus. Lula tak mau Primus mengetahui perasaan yang ada di hatinya. Lula takut Primus akan marah jika mengetahuinya. Lula takut Primus menjauh dari kehidupannya karena cinta ini.
__ADS_1
****