Surat Dari Primus

Surat Dari Primus
SEMBILAN: PRIMUS DAN LULA


__ADS_3

Hal sederhana yang membuat aku bahagia\= Follow instagram aku: hendra.putra13


***


Bintang-bintang sedang bertaburan di gelap gulitanya langit. Berkilapan menemani sebuah bulan yang bersinar terang. Sesekali terdengar suara jangkrik memecahkan keheningan yang tercipta di antara Primus dan Lula.


Di belakang rumah Lula, keduanya duduk bersila di sebuah paviliun. Tempat istirahat sederhana yang dibentuk dari kayu dan beratapkan daun kering. Sambil menatap satu bintang, Lula bersuara. "Gue mau nanya sama lo, Prim."


Primus menjawab tanpa tolehan kepala. "Kalau mau nanya, nanya aja kali gak usah pake izin."


Lula menahan suaranya sejenak. Perempuan itu mencoba menerka isi hati Primus dan merasa amat gelisah. "Lo suka Beby, Prim?" Kalimat itu akhirnya meluncur gemetar dari mulut Lula.


Kernyitan menghiasi dahi Primus. Seketika cowok itu memalingkan wajah menatap Lula. "Kenapa lo nanya begitu, La?"


Lula memilin bibirnya. "Gak pa-pa sih. Gue cuma nanya kok."


Primus mendengus. Cowok itu bingung harus menjawab apa karena sebenarnya Beby memang tak pernah ada di hatinya. "Kalau gitu, gak pa-pa juga kan kalau gue gak jawab?"


Bahu Lula terangkat kemudian berpaling memandang bintang. "Terserah lo sih mau jawab atau nggak."


Hening sejenak. Mata Primus memerhatikan lamat-lamat sisi wajah Lula. Selanjutnya cowok itu menyeletuk saja. "Lo siap waktu gue kebagi gitu untuk perempuan lain, La?"

__ADS_1


"Maksud gue, entar siapa yang nganterin lo ke mana-mana?" Sebelah Alis Primus terangkat. "Kalau gue pacaran, pasti gue sibuk dengan pacar gue lah."


"Semuanya cepat atau lambat pasti berubah, La." tukas Primus, setelah mendesah panjang.


Bening air mata hampir saja menitik di pipi Lula kalau saja perempuan itu tidak menahannya. Senyumnya yang terlihat saat ini hanya untuk menutupi kesedihannya. Dia tidak pernah merasa sesedih ini sebelumnya.


Meski berupaya bersuara tenang, tetapi getaran dalam nada suaranya tak terhindarkan. "Gue senang kok kalau lo punya pacar."


"Berarti lo gak ngerepotin gue lagi, kan?"


Lula menunduk dan mengusap-usap tangannya yang dingin. "Dan lo pasti bakal ngerubah diri lo jadi lebih baik."


"Lo gak suka berantem lagi," Lula kembali menoleh sambil menepuk bahu Primus. "Pokoknya gue dukung lo, Prim."


Pertanyaan itu membuat hati Lula seketika dibanjiri perasaan terluka. Itu bukan yang dia mau. Itu bukan yang dia inginkan. Itu bukan yang dia harapkan. "Kalau itu yang terbaik buat lo, ya gue dukung lah, Prim."


"Kebahagiaan lo kebahagiaan gue juga kali." Sekali lagi Lula menepuk bahu Primus.


Lula menarik napas berat. Mencoba mengembalikan suaranya. "Tapi... kalau lo sudah pacaran jangan lupain gue ya."


"Janji?" Lula mengacungkan kelingkingnya ke udara sambil tersenyum.

__ADS_1


Primus tak ingin menautkan jari di kelingking Lula. "Gue gak bisa janji."


Primus setelah itu tertawa, mengundang Lula untuk menggelitiki perut cowok itu. Primus menggeliat dan terbahak-bahak mendapat serangan Lula. "Iya. Iya. Enggak mungkinlah gue lupa sama lo yang selalu ada buat gue, La."


Mendadak terlintas gagasan jail di otak Primus. Cowok itu berseru pada Lula. "La, La, itu apaan?" Tangan Primus sambil menunjuk ke langit.


Lula mendongak mengikuti arah yang ditunjuk oleh Primus. "Ada apaan, Prim?"


Dalam waktu cepat, Primus menyelipkan kentang goreng di sudut bibirnya seolah itu taring panjang layaknya vampir. Cowok itu menepuk lengan Lula, alhasil Lula kaget setengah mati saat mendapati wajah Primus yang berekspresi menyeramkan. Dia lantas mengejar Primus yang kabur lalu mengacak-acak rambut lebat sahabatnya itu. Mereka tertawa bersama. Tawa yang tidak ada satu orang pun yang akan tahu, mampukah itu untuk bertahan lama.


*****


Gimana nih, lanjut gak hehe?


Apa kabar kalian?


Menurut kalian ceritanya gimana nih?


Kasih satu kata dong hehe


Jangan lupa buat sg ya kalau udah selesai baca. Tag aku: hendra.putra13

__ADS_1


Vote dan komentar di setiap bab nanti bakal dapat hadiah spesial novel loh


Selamat membaca ya makasih


__ADS_2