
Like dan komentarnya gratis gais š„°
***
Primus memasuki sekolah kemudian berpisah dengan Lula di belokan koridor yang disusuri mereka.Ā Setelah mengucapkan selamat belajar kepada Lula, Primus bergegasĀ beranjak ke kelasnya.
Tepat di depan ruang kelas, Eros dan Gino yang memang hobi nongkrong sebelum bel masuk di depan kelas, membelalakan mata, menguceknya lagi, lalu mengerjap berkali-kali takutnya mereka salah melihat.
Gino terkejut luar biasa sambil berseru. "Widih, Prim. Gue gak salah lihat? Ini elo kan?!"
Eros ikut-ikutan bersuara. "Apa-apaan ini." Cowok itu menyentuh heran seragam primus yang dimasukkan rapi ke balik celana. "Keluarin baju lo bro. Bikin malu aja." tambah cowok itu.
Gino mengernyit dan mengacungkan telunjuk ke seragam Primus. "Keluarin! Keluarin! Keluarin tuh baju!"
Primus masih diam saja dan tersenyum. Namun kedua sahabatnya itu tidak berhenti menghasutnya dengan kata-kata yang menjurus ke ledekan. "Lo persis kutu buku, tinggal pakai kacamata."
Tak tahan lagi, akhirnya Primus menoyor kepala Eros dan Gino yang masih berusaha menarik ujung seragam putihnya keluar. "Anjir kalian pada."
"Gue mau jadi murid teladan itu didukung!" sambung Primus sambil kembaliĀ merapikan tampilannya yang agak berantakan akibat ulahĀ kedua sahabatnya.
Eros pun berdecak sementara mengusap kepalanya yang panas karena jitakan Primus. "Gak pantas, Prim. Ingat.... lo itu antagonis."
__ADS_1
Gino kembali menambahkan sambil menggelengkan kepala. "Iya tuh. Sejak kapan hati lo berubah jadi Cinderella begini."
Mata Primus berubah sendu walaupun senyumnya masih tertahan di bibir. "Sejak gue takut kehilangan seseorang."
Primus lantas berbalik dan melengos ke dalam kelas. Tetapi Gino meneriaki cowok berambut hitam lebat itu. "Prim, tunggu!"
Primus melangkah santai menuju mejanya yang berada di sudut ruangan. Duduk di kursi sambil tersenyum setelah mendaratkan tas di meja. Gino mengambil tempat di depan meja cowok itu. "Maksud lo apaan sih, Prim?"
Eros menyikut Gino karena ingin mengambil posisi di sebelahnya. "Omongan lo makin tinggi aja. Gak ngerti kita-kita, Prim." kata Eros dengan kernyitan di kening.
Primus menyingkap isi tasnya dan mengambil buku tulis. Cowok itu berniat ingin mengerjakan PR yang belum diselesaikannya. "Gue ngelakuin ini untuk Lula. Kasihan dia capek omelin gue. Dia mau gue berubah."
Primus terdiam sesaat. Tangannya berhenti bekerja sedangkan hatinya bekerja lebih keras. Primus tak bisa memungkiri bahwa Lula sumber pemicu detak jantungnya. Pemeran utama hatinya.
Namun Primus sadar kalau cinta yang dirasakannya itu bertepuk sebelah tangan. Jadi dia putuskan untuk mematikan rasa itu dan menguburnya saja. Primus menggeleng, mengkhianati kata hatinya sendiri. "Jangan sotoy lu," lafalnya pada Eros.
Gino bergidik menepuk meja. "Alah... jangan bohongin kita lu, Prim. Lu pasti ada apa-apanya nih sampai mau berubah gini."
Primus menjatuhkan pulpennya di meja, menarik napas, dan memberikan tatapan serius kepada kedua cowok di hadapannya. Suara Primus terdengar tulus. "Apa salahnya sih gue sebagai sahabat sekali aja bikin dia bahagia."
Mengingat bagaimana selama ini dirinya sering merepotkan Lula dan membuat perempuan itu selalu menangis karena khawatir, Primus pun bersandar di kursi. "Gue sudah cukup ngerepotin dia. Gue sudah cukup bikin dia nangis."
__ADS_1
Sementara sambil bersandar, Primus meletakkan kedua tangan ke belakang kepala. Menatap langit-langit dengan sebuah harapan bahwa perubahannya ini mampu menyenangkan Lula yang belasan tahun ini tak henti-hentinya menasihati dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Primus menggumam lirih. "Mulai sekarang gue harus berubah. Gue takut Lula menjauh dari hidup gue."
Primus tak mau mengatakan sejujurnya kepada Lula, takut perempuan itu dapat membaca isi hatinya dan bisa saja kemudian Lula menjauhi dirinya karena risih dengan cintanya. Dia berubah bukan untuk Beby. Ini semata-semata ingin membuat Lula betah di sisi dirinya. Meskipun rasanya pahit menerima kenyataan kalau Lula tak pernah memiliki perasaan yang sama.Ā
*****
Gimana nih, lanjut gak hehe?
Penasaran bab selanjutnya?
Halooo, yang baca komentar hai di sini hehe :)
Jangan lupa vote dan komentarnya yang banyak ya, aku tunggu loh :)
Kalau udah baca buat sg dan tag aku ya di instagram: hendra.putra13
Sebentar lagi ada kuis, yang aktif vote dan komentar disetiap bab bakal dapat hadiah, aku pantau ya hehehe
Selamat membaca :)
__ADS_1