
Stefani menatap lelaki itu tajam dengan membulatkan pupil matanya.
" Ya Tuhan. " Debaran dahsyat dada Stefani sulit di kendalikan.
" Ternyata kamu disini yah?. " Tanyanya memicingkan mata
" hmmm... " Stefani tersenyum usil
" Kamu ini benar-benar anak guendeung yah. " bentak pak Joko mulai geram
" Ma...maaf Pak. " Stefani berusaha melepaskan cengkraman tangan pak Joko
" Kamu ini memang benar-benar pembuat onar yah. "
" Iya pak, iya. Tapi lepasin dulu pak sakit. " Stefani memohon
Tap... tiba-tiba dengan cepat seseorang menarik tangan lain Stefani dengan kuat, sehingga tubuh Stefani terbanting ke dadanya.
Aww... Stefani dengan cepat melempar wajah menatapnya penuh curiga.
" Maaf Pak. Nih anak emang kurang ajar, biar saya yang ajarin yah pak biar makin banyak ajar. " ujarnya tiba-tiba.
" Bagus. Bawa aja sana sama kamu..." Pak Joko berlalu pergi meninggalkan mereka.
Stefani masih menatap heran lelaki itu.
" Eh, lepasin tangan gue. " Stefani menunjuk tangannya yang masih ia genggam
" Sorry. " Pria itu langsung pergi meninggalkan Stefani dengan cepat.
__ADS_1
" Tony?. Ngapain dia bantuin gue aneh banget. " Stefani memegangi tangannya yang masih terasa sakit di tarik sosok Tony.
Di sisi lain ternyata Reza sudah dari tadi menyaksikan setiap adegang yang terjadi di luar kelas. Dan hanya berlalu pergi dengan wajah datar nya.
Cintya masih nampak sibuk dengan buku dan ponselnya yang terus mencari informasi pembelajaran di internet, Stefani berusaha mendekati nya dengan hati-hati.
" Hmmm....HMMMM....EHEUM...EHEUM... " Goda Stefani sambil duduk di samping Cintya
" Harusnya pake pitagoras yah, aduh salah lagi. " Gumam Cintya sambil terus menatap bukunya
" Nci...."
" Yah, salah lagi. kok hasilnya beda yah? "
" Nci...!. Hey woy NCI.... "
Cintya masih sibuk dengan soal-soal latihan nya.
" Apaan sih Lo. Siniin gih..." Cintya menatap Stefani tajam dan mencoba meraih kacamata nya yang samar-samar di mata Cintya.
" Mau sampai kapan sih Lo marah sama Gue Nci?. " tanya Stefani menyembunyikan kacamata Cintya di balik badannya.
" Lo usil banget sih Fan. Siniin dong gue gak bisa lihat." teriak Cintya memohon
Tap, dengan kasar ada laki-laki yang merebut kacamata Cintya dari tangan Stefani. Tentu saja Stefani beralih arah menatapnya.
" Reza. " ujar Stefani lirih
Tanpa memperdulikan Stefani Reza langsung menarik tangan Cintya berlalu meninggalkan Stefani sendiri.
__ADS_1
" Kenapa?. " tanya hati Stefani melihat kedua sosok itu berlalu pergi tanpa memperdulikan nya.
Kesya menghampiri temannya yang hanya duduk termenung sendiri di kantin yang sudah sepi.
" Fan, Lo kemana aja?. " tanya Kesya cemas memegang wajah Stefani yang masih melongo
Setttt... Stefani seketika meneguk sebotol air mineral yang dari tadi Kesya pegang.
" Lo kenapa sih?. " Tanya Kesya setengah takut melihat botol minum nya yang dengan cepat terkuras habis.
Di tempat lain Reza berdiri di hadapan Cintya dan memasangkan kacamata nya. Cintya mulai memperhatikan sosok lelaki itu yang terasa semakin jelas.
" Kak Reza ?. " Cintya menatap sosok itu tak percaya
" Lo udah bisa lihat dengan jelaskan?. " tanya Reza memperhatikan matanya Cintya
" Iya kak. hmmm.. "
Aww... tanpa sengaja Cintya menarik kacamata nya terlalu kencang karena salah tingkah.
" Lo gak apa-apa?. " tanya Reza memperhatikan matanya Cintya semakin dekat.
Di sudut lain Stefani dan Kesya memperhatikan mereka berdua sedari tadi. Stefani meremas botol plastik tadi dan pergi meninggalkan semua adegan itu.
" Lo yang dari dulu ngikutin gue kan dari semenjak SD?. " tanya Reza tiba-tiba dan menjauhkan wajahnya dari Cintya
" I..Iya kak " jawab Cintya gugup
" Ya Tuhan, apa kak Reza dari dulu juga lihat gue?. Apa ini yang orang bilang keberhasilan atas usaha yang telah lama Gue lakuin. Akhirnya hari ini tiba juga " hati Cintya seakan loncat kegirangan melihat sosok Reza yang masih berdiri di hadapannya itu.
__ADS_1
Ikutin kelanjutan nya yah😍.
jangan-jangan Reza naksir Cintya juga yah🤭. kasihan Stefani, apa cinta Stefani kandas gitu aja yah🥺