
Sudah sekian lama memendam, sudah sekian lama menahan, sudah sekian lama menanti, namun tetap sama tak bisa di di bendung dan tak bisa di bentengi.
Berapa kalipun mengelak, namun hasilnya tetap sama. Masih satu nama yang ada di hati Stefani. Tidak terasa kini hanya tersisa 3 bulan lagi kelas 12 ada di sekolah ini.
Setelah malam yang berat, Stefani kembali berjalan di jalurnya. Dan sosok Mega kembali lenyap entah kemana begitupun dengan Reza yang tak pernah muncul lagi mengganggu Stefani.
" Fan, udah 2 bulan loh Lo kayak gini. " ujar Kesya prihatin
" Gue gak tau key " Stefani menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
" Lo nyadar gak sih Nci makin jauh dari kita?. "
" Dari Lo kali key. Gue kan cuman orang ketiga di antara kalian berdua. "
" Udah lah, lagian dia juga membosankan. Teman ternyaman nya dia dari dulu tuh cuman buku-buku pelajaran aja Fan. "
" Dasar Lo yah !. "
Malam yang dingin, Kesya dan Stefani menatap langit penuh harap. Menghela napas panjang dan saling berpandangan dengan senyum mereka.
" Lo yakin gak ngehubungi kak Reza Fan " Kesya mengumpulkan keberanian untuk menyatakan itu
" Gue bingung dengan dia key. " Stefani menunduk sambil menghentakkan kakinya berbalik membelakangi Kesya.
" Gue gak bermaksud nyinggung Lo Fan. " Kesya berbalik menghadap Stefani menguatkan.
" Gue bingung, apa dia yang menutupi sesuatu dari gue apa gue yang terlalu banyak mikir dan ke GRan. "
" Menurut gue ini harus di selesaikan. "
" Nah caranya gimana? "
" Lo belum pernah jatuh cinta? "
__ADS_1
" Mana gue tau hal apaan itu?. "
" Ya ampun Fan. Gue nanti kasih ide yah buat Lo bisa deketin Reza "
" Gak ah, gengsi gue "
" Yakin? "
Kesya menghampiri telinga Stefani dan membisikkan beberapa tips yang dianggap paling efektif.
Ada yang beda, pagi ini Stefani tidak membawa si jaguar motor gede miliknya ke sekolah, dia berangkat bareng dengan Kesya. Sepatu putih feminim dan gelang perak cantik ikut melingkar di tangan kanan Stefani.
Sebuah Bandu warna putih mendarat cantik di sela gerai lurus panjang rambut Stefani. lipstik pink bibir menjadi pemanis lainnya.
Semua mata tertuju pada sosok Stefani yang merubah gaya tomboy nya dari ujung kaki sampai ujung rambut menjadi wanita seutuhnya.
" Gue malu Key " Stefani berjalan tertatih menutupi wajahnya dengan tas gendong nya.
" Lo jangan bikin malu gue Fan. Angkat dagu Lo berjalan kaya yang gue ajarin di rumah " Kesya menarik Stefani membangun kepercayaan diri nya.
GATR geng senior ini berjalan menuju gedung seni dan menghampiri alat-alat band disana.
" Kita jadi kan menampilkan band kita nanti?. " tanya Ghozi
" Iya dong harus " jawab Tony optimis
" Reza Lo nanti mau nyanyiin lagu siapa ? " tanya Angga penasaran
" Nanti gue nyari dulu yang pas " jawab Reza singkat.
Dari kejauhan Stefani dan Kesya mengendap-endap di balik jendela memerhatikan setiap gerak-gerik geng GATR yang serius berlatih.
" Mereka keren banget Fan. " Bisik Kesya kegirangan.
__ADS_1
" Ah biasa aja Key "
" Lo lihat kak Angga pegang stik drum nya luar biasa "
" Ghozi sibuk dengan keyboardnya juga tuh "
" Iya mereka keren semua Fan "
" Tapi mereka tetap bikin gue takjub "
" Lo kan udah punya pacar 12 masa mu nambah lagi. "
" Hehe gak apa-apa kali belum 20 ini. "
" Sakit Lo "
" Hehehe "
Lagi asyiknya berdebat di balik jendela, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sama sibuknya dengan mereka memperhatikan tingkah aneh dua wanita ini.
" Lagi ngapain Lo disini?. " suara itu seketika menyadarkan mereka.
Duuukkk....
tanpa sengaja kepala keras Stefani menghantam rahang lelaki tinggi di depannya.
Awww..... Stefani membuang muka menghindari sosok itu dan menghentakkan kakinya membuat ancang-ancang siap-siap lari kencang.
Taaap,...
Tangan lembut dan dingin seketika menarik tangan Stefani dan spontan saja Stefani terbawa tarikan itu dan hampir terjatuh. Kedua mata Stefani melotot dengan benturan dahsyat sepasang mata lainnya.
.......... Bersambung.........
__ADS_1
jangan lupa tunggu dan baca lagi kelanjutan nya yah 🥰