Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 22


__ADS_3

BAGI YANG BERPUASA, BISA DI SKIP DIBACA SETELAH BERBUKA AJA YA KAK. KARENA MENGANDUNG UNSUR YANG PLUS-PLUS 🤭😅


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN ❤


...****************...


Setelah puas bermain dengan benda kenyal itu, Dito segera mencium bibir Rani. Kali ini dengan sedikit kasar karena gairah Dito sudah mulai memuncak. Tetapi Dito tidak ingin langsung tancap gas untuk menjebol keperawanan istrinya. Dito ingin memberikan kenangan dan sensasi yang indah di malam pertama mereka yang sudah satu minggu yang lalu menikah.


Ketika mencium bibir Rani, tangan Dito beralih ke bawah dimana letak surga dunia yang sebentar lagi akan Dito nikmati. Dito mengusap perlahan dan jelas sekali dia rasakan bahwa sudah basah terbukti bahwa rangsangan yang diberikan Dito berhasil membuat Rani juga merasakan gairah yang sama.


Dengan gerakan kasar, Dito merobek kain tipis tersebut. Dan tentu saja Rani merasa kaget karena dalam sekali hentakan saja tubuh Rani sudah polos. Mau menutupinya pun sudah tidak mungkin.


"Boo! Kog disobek sih?" rengek Rani karena melihat cara suaminya yang cukup esktrim.


"Gak apa-apa besok beli lagi Poo. Kamu lebih cantik seperti ini." ucap Dito sambil menatap tubuh polos Rani yang berada dibawahnya.


Dengan segera Dito kembali memberi ciuman kepada Rani dan tidak lupa tangan Dito sudah bekerja dengan sendirinya. Sehingga tanpa disadari oleh Rani sendiri, dia mengeluarkan desa-han tertahan.


"Jangan ditahan Boo. Keluarkan aja. Aku ingin dengar suara seksimu." bisik Dito.


Kemudian dengan segera Dito melepaskan seluruh kain yang ada ditubuhnya. Dan dengan sekejap saja tubuh Dito juga sama polosnya dengan Rani. Rani segera menutup matanya dengan kedua tangan karena merasa malu melihat suaminya yang polos tanpa sehelai benangpun.


Dan yang cukup menarik perhatian bagi Rani adalah sesuatu dibawah sana yang sudah berdiri tegak menantang. Dito mengusapnya perlahan seolah memberi ketenangan bahwa sebentar lagi juniornya akan menemukan sarangnya.


Dito hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Dia yang dengan posisi berbaring menutup kedua matanya dengan tangan tetapi tubuhnya sendiri juga polos tanpa sehelai benang juga.


Dito menarik pelan kedua tangan Rani agar tidak menutupi matanya. Kemudian Dito menyuruh Rani untuk duduk di tepi ranjang. Setelah itu mengarahkan tangan Rani untuk memegang junior milik Dito.


Begitu tangan Rani menyentuh miliknya ada getaran tersendiri bagi Dito. Hingga tanpa sengaja dia mengeluarkan desa-han padahal itu hanya dipegang oleh Rani.


"Ahhh...." desah Dito sambil menutup kedua matanya menikmati sentuhan tangan milik Rani.


Kemudian dengan nalurinya Rani memajumundurkan tangannya pada junior Dito yang semakin membuat Dito menggila.


Dito pun melangkah lebih mendekat ke arah Rani dan mengarahkan juniornya ke mulut Rani, yang dengan segera dimengerti oleh Rani.

__ADS_1


Perlahan Rani memasukkannya ke dalam mulut dan hal itu semakin membuat desa-han Dito semakin kencang. Rani pun segera mengu-lum junior Dito seperti layaknya sebuah permen lolipop. Dan selama satu minggu ini Rani mempelajari teorinya sehingga malam ini ketika dia mempraktekannya dia merasa berhasil.


Dito pun memegang rambut Rani yang terurai panjang tersebut agar tidak menghalangi Rani yang sedang bekerja memuaskan Dito. Dito pun dengan sengaja memajumundurkan kepala Rani agar membuat junior Dito semakin masuk ke dalam mulut Rani.


Merasa sudah cukup puas, Dito segera menyuruh Rani untuk naik ke atas ranjang. Karena sekarang giliran Dito yang akan memberi kepuasan untuk Rani.


Dito segera mengukung Rani dibawahnya. Dengan segera Dito menyambar bibir Rani yang baru saja dia gunakan untuk memuaskan juniornya. Bersamaan dengan itu tangan Dito sudah bergerak ke bawah mencari celah yang bisa membuat Rani semakin bergairah.


Dito segera menemukan benda kecil dibawah sana. Perlahan Dito mengusapnya dengan satu jari. Dan hal itu memberi sensasi untuk Rani, desa-han Rani pun lepas.


Setelah dirasa cukup bermain-main dengan kli-toris Rani, dengan perlahan satu jari Dito masuk ke dalam. Dan hal itu semakin memberi sensasi lebih untuk Rani.


"Ahhh..." desah Rani ketika merasakan rasa nikmat dan perih bersamaan.


Dito segera mengeluar-masukkan jarinya perlahan setelah dirasa cukup basah Dito sedikit menambah gerakan tangannya. Tidak lupa Dito juga memberi rangsangan dibenda kenyal milik Rani. Dito sengaja menghisap payu-dara Rani dan meninggalkan banyak jejak disana. Dan apa yang dilakukan oleh Dito tentu saja membuat Rani semakin gelisah dibuatnya. Hingga akhirnya Rani menarik tangan Dito agar terlepas.


"Ahhhhhh....." bersamaan dengan itu cairan mengalir dibawah sana, dan itu adalah pelepasan pertama bagi Rani.


Dito pun tersenyum puas karena melihat Rani yang terlemas akibat ulahnya sendiri. Dito segera memposisikan diri diatas Rani, dan dia bersiap memasukkan juniornya tetapi sebelumnya hanya Dito gesek-gesekkan saja di **** ***** milik Rani.


"Pasti masuk Poo, rileks aja ya." jawab Dito.


Bersamaan dengan itu Dito memberi ciuman kepada Rani dengan sangat lembut dan tentu saja juniornya dibawah sana mencari jalan agar bisa masuk. Dito sedikit menekan hingga baru masuk setengahnya saja dan hal itu membuat Rani berteriak.


"Sakit Boo!" teriak Rani yang merasakan perih seperti sobekan di daerah intinya.


Rani sampai menahan Dito agar tidak melanjutkannya karena dia merasa tidak sanggup.


"Tenang Poo, rileks aja ya." jawab Dito dengan lembut dan Dito kembali memberi ciuman kepada Rani agar Rani kembali rileks.


Setelah dirasa Rani kembali menikmati dengan segera Dito kembali menghentakkan juniornya agar masuk lebih dalam lagi. Dan Rani pun ingin kembali berteriak tetapi segera dibungkam cumbuan oleh Dito. Setelah beberapa kali menghentak akhirnya junior Dito bisa masuk seluruhnya dan Dito merasakan juniornya seperti menyobek sesuatu didalam sana dan sesuatu terasa mengalir di sela-sela paha Rani. Dito berdiam diri lebih dulu agar juniornya merasa nyaman didalam sana.


"Jadi gini rasanya perawan." batin Dito.


Rani sampai menangis tertahan dalam cumbuan Dito. Melihat hal itu Dito segera menghapus air mata Rani yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Maaf ya Sayang dan terima kasih." bisik Dito sambil mencium kening Rani sedangkan Rani hanya diam saja sambil memejamkan mata mencoba menetralkan rasa perih dibawah sana.


Maaf karena sudah membuat Rani merasakan sakit dan menangis, terima kasih karena Rani sudah berhasil menjaga mahkotanya hanya untuk Dito.


Setelah merasa Rani cukup tenang, Dito mulai bergerak perlahan. Dan reaksi Rani adalah masih merasakan sakit bahkan dia hampir meminta Dito untuk melepaskannya dan tidak mau melakukannya. Tetapi karena memang sudah sangat bernaf-su dan setengah jalan, Dito tidak mengindahkan permintaan Rani.


"Tahan sebentar Poo." pinta Dito.


Mendengar permintaan Dito akhirnya membuat Rani memang ini semua harus terjadi. Dan mungkin hanya diawal saja. Akhirnya Rani pun mengangguk. Dan seperti mendapatkan angin segar, Dito segera memacu juniornya dengan lebih cepat. Dan benar saja Rani sudah tidak merasakan sakit hanya ada rasa yang entah seperti apa untuk dijelaskan.


Akhirnya suara ******* dan rintihan pun memenuhi kamar mereka berdua. Dan untung saja kamar mereka sudah dilengkapi dengan kedap suara, jika tidak bisa dipastikan bahwa suara mereka berdua terdengar hingga keluar kamar.


Setelah beberapa saat memacu, membuat Rani tidak tahan lagi.


"Boo...." panggil Rani sambil mende-sah.


"Iya Sayang, panggil aku. Oh come baby." jawab Dito sambil meracau karena dia juga merasakan nikmat yang luar biasa.


"Aku pengen pipis Boo." lirih Rani.


Dan Dito tahu bahwa maksud Rani adalah dia akan mencapai pelepasan lagi.


"Jangan ditahan Poo, kita keluarkan bersama ya." bisik Dito sambil kembali memacu dengan cepat.


Dan tidak lama terdengar desa-han panjang dari keduanya yang menandakan bahwa mereka sama-sama mencapai pelepasan. Dan bersamaan dengan itu menyemburlah buah-buah cinta milik Dito didalam rahim Rani.


"Terima kasih ya Sayang." Dito pun mencium kening Rani setelah percintaan panas tersebut, kemudian Dito segera melepaskan juniornya dan berbaring disamping Rani kemudian memakai selimut untuk mereka berdua dan memeluk Rani yang masih terkulai lemas.


...****************...


Maaf-maaf kalau kurang panas ya gaes 😅😂


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2