
Stefani dan Kesya hari ini memutuskan untuk lari pagi setelah kaki Stefani benar-benar sembuh. Suasana taman ramai seperti hari libur pada umumnya, ada anak-anak kecil yang memainkan gelembung air, ada yang membawa hewan peliharaan nya dan tentunya banyak pula yang lari santai dan bersepeda.
" Seger banget Key, Gue terakhir olahraga kapan yah?. " Stefani menatap Kesya dengan senyuman nya.
" Bukanya terakhir Minggu lalu yah sehingga buat Lo pincang 1 Minggu." sindir Kesya nyengir berlari meninggalkan Stefani.
" Lo yaaaa....HAH SINI LO ! " Stefani berlari di belakang mengejar Kesya yang terus meledeknya di depan.
Salah satu kursi di bawah pohon rindang terlihat di duduki oleh wanita yang tersedu-sedu dalam tangisannya. Kesya dan Stefani seakan tertarik untuk ikut serta menghibur nya.
" Siapa tuh Key. Kayak abis di campakkan?. " tanya Stefani yang semakin tertarik
" Iya, kasihan kita samperin aja Fan. "
Stefani dan Kesya menghampiri wanita itu dan duduk di kedua sisi nya. Wanita itu masih terlarut dalam tangisannya dan terus menyembunyikan wajahnya.
" Hey...MMM... "
Settt.... Dia langsung memeluk Stefani erat sebelum Stefani selesai dengan kata-kata nya.
" CINTYA??? " Kesya menarik diri dan berdiri seketika.
" Hah?. " tanya Stefani yang bingung dengan orang di pelukannya ini.
Stefani dan Kesya hanya bisa menepuk punggung Cintya dengan lembut tanpa melontarkan pertanyaan yang sedari tadi memenuhi kepala mereka.
Setelah sekian lama, Cintya melepaskan pelukannya dan menatap kedua sahabatnya itu.
" Gue...Gue...Gue ..." di sela tangisannya Cintya mencoba membuka cerita yang mencekik nya dari tadi
" Udah...udah... Lo mending minum dulu yah " Kesya menyodorkan sebotol air mineral.
Stefani membantu menghapus air mata Cintya dan memakaikan kacamata nya lagi.
Setelah minum dan menarik napas panjang akhirnya Cintya mulai membuka kisahnya...
" Gue gak nyangka Mega tusuk gue dari belakang. " dengan semua keberanian Cintya mengeluarkan kata-kata itu.
" Lah, Lo kemana aja?. Masa Lo baru tau sekarang sih Nci?. " Kesya mulai tersulut emosi
" Yang Gue tau dari SMP kita kenal Mega itu adenya Kak Reza. Ternyata hari ini Gue baru tau kalau Kak Reza itu anak tunggal dan Mega itu tunangan masa kecilnya Kak Reza. " Cintya mulai berterus terang.
Mendengar semua itu Stefani kehilangan alam sekelilingnya dan jantungnya berpacu hebat hingga mendorong air mata keluar dari kedua kelopak matanya.
" Nah loh, kayaknya yang hancur perasannya bukan hanya Lo Nci. " Ledek Kesya sambil tertawa kecil melihat ekspresi Stefani yang tiba-tiba berubah.
" Hahaha.... " gelak tawa seketika pecah diantara mereka bertiga.
__ADS_1
" Kurang ajar tuh cowok yah. "
" Benar Fan. Dia memang brengsek. "
" Hahaha kalian berdua benar. Udah lah lupain tuh orang. "
" Hahahaha...."
" Gue ada solusi guys. Gimana kalau Lo masing-masing gue kasih 3 yah dari pacar-pacar gue, mereka pada baik kok. yah biar bisa hibur kalian. " dengan polosnya Kesya memberi saran konyolnya.
Stefani menatap Cintya dengan kode anehnya. Dengan cepat Cintya menarik kedua tangan Kesya dan Stefani menggelitiknya hingga tertawa terpingkal-pingkal.
" hahahaha..Please udah. Udah, Gue ngaku salah. " teriak Kesya geli.
" Lo sih macem-macem sama kita. "
" HAHAHAHAHA..."
Setelah itu mereka duduk berjajar sambil memainkan kaki mereka dan saling menatap satu sama lainnya dan tak henti-hentinya menertawakan kekonyolan mereka akhir-akhir ini.
" Satu lagi yang gue masih bingung Nci. Kenapa Lo bisa bawa motor gede gitu. Gue kira Lo cowok loh. " tanya Stefani semakin penasaran
" Lo gak tau sih gue ada perjanjian sama kak Angga. Gue mau bantu dia lulus UN dengan syarat dia ajarin gue biar bisa ngalahin Lo di segala bidang. " jawab Cintya jujur.
" Kok Lo bisa cepet banget bisanya Nci. " selidik Kesya
" Jadi Lo boong demi Reza Nci?. "
" Ya mau gimana lagi, kalau gue bilang mau belajar motor tamatlah riwayat gue "
" Iya juga sih yah ... "
Kantin sekolah memang selalu ramai dengan banyak orang dari setiap kelas. Akhirnya satu meja lengkap lagi, Ada Kesya si putri dandan, Stefani si tomboy, dan Cintya si jenius.
" Lo pasti mau pesan siomay yah, " jawab Kesya sebelum Stefani membuka mulutnya.
" Bakso tanpa mie dan sayur kan?. " tanya Kesya kembali ke Cintya yang akan membuka mulutnya
" Lo memang udah hafal pesenan kita berdua " Stefani bertepuk tangan bangga
Kesya pergi sambil mengedipkan sebelah matanya
" Idih apaan?. " Tanya Cintya sedikit jijik.
Lagi asyiknya bercerita dan menyantap pesanan masing-masing, tiba-tiba GATR datang ke kantin dan sekarang tentunya serasa biasa aja bagi Stefani dan Cintya.
" Eh, btw si Mega pindah sekolah lagi bukan?. " selidik Kesya menarik tubuhnya mendekati Cintya yang asyik dengan baksonya.
__ADS_1
" Terakhir bilang ke gue sih dia balik ke Singapur ketemu sama neneknya. Eh padahal balik ke keluarganya. " jawab Cintya santai.
" Bukanya Minggu kemarin dia ada di rumah Reza yah?. " tanya Kesya semakin penasaran.
Lagi-lagi ketika bergosip ada orang yang sudah dari tadi mendengarkan ocehan mereka.
" Ehemmm.... " ujar Ghozi tiba-tiba mengepalkan tangannya ke mulutnya
Kesya dan Stefani menarik tubuhnya berusaha menutupi seluruh pembicaraan dengan berusaha bersikap wajar.
" Eee..eh kak Ghozi?. " sapa Kesya kaku.
" Apa yang Lo maksud barusan bergosip apaan sih kayak yang rame gitu?. " tanya Ghozi seolah menyindir mereka.
" Kok Lo pengen tau banget sih. Kan Lo bukan kepsek atau yang lainnya disini. " jawab Stefani tegas dan jelas
" Lo yah benar-benar. " ujar Tony tiba-tiba muncul. Tentu saja yang lainnya juga ikut berkerumun.
" Lo yah emang cewek kurang ajar. Lo tuh... " tegas Ghozi
BYUUURRRR....
Dengan cepat segelas jus jeruk membasahi seluruh muka Ghozi.
" Yah, gak sengaja gue kak. " jawab Cintya dengan wajah tak berdosa
Semua mata tertuju kepada Cintya seolah tak percaya dengan apa yang Cintya perbuatan sejauh ini.
" Nci..." ucap Kesya ternganga.
" Bagus... Lo udah jadi cewek kuat sekarang bukan cewek lembek lagi. " Reza menghampiri sambil bertepuk tangan. dan duduk di samping Cintya.
" Tapi bukan berarti gue masih tergila-gila sama Lo yah. Sorry..." tegas Cintya sambil terus berdiri menunjuk sosok Reza
" Eh sorry, gue gak pernah bilang Lo harus suka gue atau jadi penguntit selama ini. " jawab Reza santai sambil ikut berdiri membelalakan matanya.
Tap... tangan dingin Reza menarik Stefani keluar dari kerumunan di kantin dan membawa Stefani cepat. Tentu saja Stefani berontak dan mencoba melepaskan tangan nya namun apalah daya kekuatan Reza lebih besar dari wanita tomboy itu.
" Apa sih mau Lo?. " Protes Stefani di depan Reza.
Reza hanya diam dan wajahnya terus mengejar wajah Stefani, tentu saja Stefani merasa ada yang tidak beres dan detak jantung nya saat ini sulit di kendalikan.
Kakinya terus berjalan mundur menghindari kekacauan ini. Namun apalah daya Stefani ketika tubuhnya sudah benar-benar rata dengan tembok belakang kantin.
" Gue cuman mau bilang gue sebenernya suka sama Lo. " bisik Reza hangat di telinga Stefani yang membulatkan pupil matanya seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.
...********Bersambung*******...
__ADS_1
yuk nantikan lagi kelanjutan nya🥰