
Selesai mengecek data-data tentang cafe tersebut, Rani sejauh ini tidak menemukan keganjalan apapun karena memang kinerja Anton yang cukup bisa diandalkan.
Rani menutup laporan tersebut kemudian bersandar pada sandaran kursinya. Sesaat kemudian dia teringat bahwa tadi sempat mengirim pesan kepada suaminya tetapi belum terdengar ponselnya berbunyi. Rani segera mengambil ponselnya di dalam tas untuk melihat apakah suaminya sudah membalas pesannya atau belum.
Setelah di lihat ternyata tidak ada satupun pesan ataupun panggilan dari Dito bahkan pesan yang dikirim Rani beberapa jam yang lalu belum terbaca oleh Dito. Rani pun menghela nafas panjang, kemudian kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Mungkin memang benar-benar sedang sibuk." gumam Rani.
"Ahh lebih baik aku jalan-jalan disekitar cafe aja." lanjut Rani sambil bangkit berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangannya.
Rani berjalan di pantry, dia melihat beberapa karyawannya yang sedang sibuk karena memang pada sore ini sedang banyak pelanggan. Kemudian Rani juga melihat di dalam cafe yang memang sedang banyak pengunjung. Bahkan Rani sempat melihat bahwa mereka kekurangan karyawan.
Kemudian tanpa ragu Rani segera mengambil buku menu dan catatan lalu menghampiri meja yang terlihat belum dilayani oleh karyawannya. Rani tidak keberatan sama sekali melakukan hal itu meskipun dia sebagai owner cafe tersebut karena Rani menyadari darimana dia berasal hingga sampai bisa menjadi seperti ini. Bahkan Anton sudah menyuruhnya untuk tidak melakukan pekerjaan tersebut, tetapi ditolak oleh Rani dan Rani tetap ingin melakukannya.
__ADS_1
Sedangkan di kantor, terlihat Dito yang baru saja bisa bernafas lega. Karena hampir seharian dia disibukkan dengan banyak hal. Jangankan untuk mengecek ponselnya, untuk makan siang saja dia sampai terlambat.
Saat ini Dito sudah berada diruangannya kembali, dia duduk bersandar dikursinya. Kemudian teringat tentang ponselnya, Dito segera mengambil di tas nya. Ternyata di sana ada beberapa pesan dari istrinya sejak beberapa jam yang lalu.
Dito segera melakukan panggilan kepada Rani. Tetapi setelah beberapa kali tidak ada jawaban dari Rani. Dito pun merasa khawatir dia takut terjadi sesuatu kepada Rani karena Dito ingat bahwa Rani pergi sendiri dengan menggunakan ojek online.
"Kemana ini Rani? Kog gak diangkat-angkat." gumam Dito yang kembali melakukan panggilan tetapi tetap saja tidak ada jawaban dari Rani.
Dito pun ingat bahwa Rani sedang di cafe, kemudian Dito menghubungi Anton yang sudah pasti selalu ada di cafe.
"Istri gue di cafe?" tanya Dito langsung pada intinya karena Dito bukan orang yang suka berbasa basi.
"Bentar Bos." jawab Anton yang mengalihkan panggilan pada video call karena sebelumnya hanya panggilan suara saja.
__ADS_1
Dito pun melihat Rani yang sedang bekerja melayani pelanggan dan Dito bisa melihat bahwa cafe memang sedang ramai.
"Kog lu suruh-suruh istri gue kerja sih Ton?" tanya Dito tidak senang.
"Uda gue larang Bos, tapi keras kepala istri lu." jawab Anton membela diri, karena memang seperti itulah kenyataannya.
Dito pun menghela nafas pelan, karena dia sudah bisa menebak bahwa itu semua pasti kemauan Rani sendiri. Dia tidak bisa melihat orang yang sedang sibuk, kalau dia bisa membantu pasti akan segera dibantu tanpa diminta sekalipun.
"Ya uda gue ke sana sekarang." ucap Dito kemudian segera mengakhiri panggilan tanpa menunggu jawaban dari Anton lebih dulu.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏