Sweet Memories

Sweet Memories
Aku Masih Cinta


__ADS_3

Semenjak kejadian hari itu, Stefani selalu menghindar dari sosok Reza yang sangat dia ri duakan. Begitupun Reza yang enggan menyapa apalagi bertemu dengan gadis yang dia sukai itu.


" Fan, udah 3 hari gue perhatiin lo sama kak Reza gak pernah bertegur sapa yah?. " Cintya duduk menatap Stefani heran


" Oh, " Stefani hanya fokus membalik halaman buku kimia yang dia baca


" Lo tau gak sih, kak Reza sama Mega mau pindah sekolah " Kesya menghampiri mereka berdua dengan tergesa-gesa


Stefani tertegun dan enggan melanjutkan membaca buku yang sedari tadi dia pegang.


" Waah dadakan banget yah. Bukanya Mega murid baru disini, udah mau pindah lagi. Apalagi barengan sama kak Reza, gue curiga. "


" Iya gue juga gak nyangka. Bahkan mereka berdua sekarang masih di ruang BK dari tadi. "


Stefani mengemasi semua barang yang ada di atas mejanya. dan berlalu pergi meninggalkan kedua temannya.


" Eh, Fan. Lo mau kemana?. "

__ADS_1


" Izinin yah, gue mau pulang. "


Stefani duduk di ayunan sebuah taman, dia tersenyum memandang wajah reza di salah satu koleksi poto di ponselnya. "Kok Lo jahat banget sih sama Mega?. Ini gak bener."


dengan berat hati, jarinya mulai mendekati tombol hapus di ponselnya, namun beberapa kali tetap gagal dan gagal lagi. Stefani makin terhanyut dalam kenangan akan Reza yang memenuhi semua memory nya.


Apa ini?. Setiap poto Reza yang Stefani hapus malah seakan pindah dan transfer data ke kepala Stefani dan di save otomatis dengan mode keamanan kuat sehingga tidak bisa di hapus lagi.


" Ini gilaaaa " keluh Stefani memandang sepasang sepatunya.


Lagi, lagi, dan lagi, hujan deras yang mulai membasahi seluruh kepala Stefani mengingatkan akan sosok Reza yang datang menghampirinya dengan menyodorkan payung melindungi tubuh Stefani.


" Ini gila, " keluh Stefani lirih,


" Sejak kapan emang kalau Lo waras?. " seakan bayangan Reza ikut berbincang dengannya.


" Hah, apa?. " Stefani sontak saja berdiri dengan cepat mendengar suara lelaki itu, sayang, refleks tangan Reza kalah cepat, dan terpaksa kepala Stefani menghantam payung cukup keras.

__ADS_1


" AWWW... " Wajah judes Stefani menatap Reza kesal


Reza hanya terdiam menahan senyum kecilnya. Stefani yang sudah basah kuyup meninggalkan Reza yang masih memegang payungnya.


Reza berjalan perlahan mengikuti langkah Stefani yang semakin cepat di depannya.


" Marah? " Reza mulai menyamakan langkah kaki Stefani.


Stefani hanya terdiam dan semakin mengencangkan langkah kakinya, Reza terus bertanya dan lagi lagi hanya di jawab dengan suara langkah kaki yang semakin jelas terdengar, Stefani terus melangkah tanpa memperdulikan sekitar, hingga akhirnya tersadar kalau langkah kaki yang membersamainya sudah lama hilang. Stefani menoleh ke arah belakang, namun sosok Reza menghilang, Stefani menatap jauh ke belakang dengan sedikit penyesalan.


" Kenapa?. Kecewa ?. Nyari yah? " Reza tersenyum licik menatap Stefani yang terus memandang Reza heran.


Wajah Reza terus mengejar wajah Stefani, Stefani merapatkan kedua bibirnya, selangkah ragu mulai ke belakang, badannya sudah semakin condong ke belakang.


karena hujan yang terus mengguyur, kedua kaki Stefani tidak kuat lagi menahan beban tubuhnya sendiri dan alhasil terpeleset dan hampir jatuh, dengan sigap Reza meraih tubuh Stefani dan melemparkan payung yang dia pegang. Kedua mata mereka bertemu,


------- BERSAMBUNG ---------

__ADS_1


__ADS_2