
INFO : YANG BAB 25 MASIH REVIEW TERUS KAK, SOALNYA BEBERAPA KALI DI TOLAK SAMA NT KARENA ADA ADEGAN VULGAR NYA 😔 PADAHAL YANG SEBELUMNYA LOLOS 🙄 YA UDAH YANG PENTING LANJUT DULU YUK 🥰
...****************...
Satu minggu berlalu, hari ini adalah keberangkatan kedua orang tua Dito untuk berlibur. Mereka sedang sarapan bersama setelah menyiapkan koper di ruang keluarga. Karena setelah sarapan mereka akan langsung menuju bandara agar tidak ketinggalan pesawat.
"Mama sama Papa hati-hati ya liburannya dan selamat bersenang-senang." ucap Rani tulus sambil tersenyum kepada kedua mertuanya yang duduk didepannya.
"Tentu donk Sayang. Nanti suruh tu suami kamu buat kosongin jadwal biar kalian bisa bulan madu." sindir Bu Anya sambil melirik ke arah Dito.
"Masih banyak yang harus diselesain di kantor Ma." ucap Dito menjawab sindiran dari sang Mama. Karena Dito tahu bahwa yang dimaksud Mamanya adalah dirinya.
"Iya gak apa-apa Ma, nanti kalau uda santai semua aja. Lagian Rani juga masih sibuk dikampus kog." ucap Rani menengahi percakapan Ibu dan anak tersebut.
"Tapi harus dipikirkan soalnya itu penting untuk pengantin baru." jawab Bu Anya yang masih kekeh dengan pendiriannya.
"Iya Ma." jawab Rani sopan.
"Kalian gak mau tinggal di apartemen aja selama Papa sama Mama liburan?" usul Pak Bagas kepada Rani dan Dito.
Rani dan Dito pun saling pandang.
"Kan lebih deket juga dari kantor sama cafe kalian." lanjut Pak Bagas.
"Iya sih Pa." jawab Dito.
"Ya udah nanti pulang langsung ke apartemen aja tapi jangan lupa kasih tahu orang rumah biar mereka gak nungguin kalian." ucap Pak Bagas.
__ADS_1
Dito hanya menganggukkan kepala. Kemudian acara sarapan mereka pun diselingi dengan mengobrol ringan. Hingga sampai selesai dan Pak Bagas berangkat menuju bandara bersama Bu Anya dengan diantar oleh Pak Sugeng sedangkan Dito mengantar Rani berangkat ke kampus setelah itu dia langsung menuju kantor.
...----------------...
Di dalam perjalanan menuju kampus Rani.
"Nanti pulang dari kampus, aku boleh ke cafe Boo?" tanya Rani yang meminta ijin kepada suaminya.
Dito yang semula fokus menyetir pun menoleh menatap istrinya yang juga sedang menatapnya.
"Memangnya ada yang mau dikerjain disana?" bukannya menjawab pertanyaan Rani, Dito justru memberi pertanyaan kepadanya.
"Pengen lihat-lihat aja Boo. Tapi kalau gak boleh gak apa-apa kog Boo." jawab Rani dengan segera sambil senyum yang dipaksakan.
Dito pun mengusap gemas kepala Rani sehingga rambut Rani menjadi sedikit berantakan.
"Habisnya kamu kebiasaan menyimpulkan sesuatu. Kan aku cuma tanya dulu bukannya gak mengijinkan kamu ke sana." jawab Dito.
"Jadi boleh aku ke cafe?" tanya Rani dengan gembira.
Karena dari ucapan Dito, Rani bisa menyimpulkan bahwa Dito mengijinkannya. Kemudian Dito hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Terima kasih Sayang." ucap Rani sambil memeluk lengan dan mencium pipi Dito dengan singkat.
"Yang ini belum." kata Dito sambil menunjuk bibirnya sebagai tanda minta dicium juga oleh Rani.
Tetapi Rani menggodanya dengan memberi kecupan jauh saja.
__ADS_1
"Tapi janji ya nanti kalau mau ke cafe pakai ojek online yang mobil aja jangan yang motor." perintah Dito.
"Memangnya kenapa Boo?" tanya Rani sambil melepaskan pelukannya dilengan Dito.
"Ya gak mau aja kamu boncengan sama cowok lain." jawab Dito dengan nada cemburu.
Rani malah justru terkekeh mendengar jawaban dari Dito.
"Kan dari dulu aku uda biasa naik yang motor lebih ngirit juga." ucap Rani memberi pembelaan.
"Tapi kan sekarang kamu uda punya suami Poo." jawab Dito yang gemas dengan jawaban Rani.
"Iya-iya Sayang." ucap Rani akhirnya mengalah daripada suaminya akan terus mengomel sepanjang perjalanan mereka.
"Mau dikasih bekal gak?" tanya Dito.
"Gak usah Boo, kan kemarin atm mu masih aku bawa." jawab Rani.
"Oke."
Akhirnya mereka pun mengobrol sepanjang perjalanan menuju ke kampus Rani.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1