
Sedangkan di dalam ruangan Rani dan Dito segera duduk di sofa di ruangan tersebut.
"Kog gak ngasih tahu kalau mau ke sini Boo?" tanya Rani.
"Kamu dihubungi dari tadi gak diangkat-angkat." jawab Dito.
"Iya kah? Maaf Boo aku gak pegang ponsel soalnya dari tadi kamu aku chat gak balas aku pikir lagi sibuk trus ya uda aku bantu karyawan aja." ucap Rani sambil berjalan ke meja untuk mengambil ponsel di dalam tas nya.
Dan benar saja ketika Rani melihat ponselnya ada riwayat panggilan tidak terjawab dan beberapa pesan dari Dito.
"Trus kog kamu tahu aku masih di cafe Boo?" tanya Rani sambil berjalan menghampiri Dito dengan melewati di depan Dito yang sedang duduk.
Begitu Rani ada didepannya Dito segera menariknya sehingga Rani jatuh duduk dipangkuan Dito.
"Boo..!" seru Rani kaget karena tiba-tiba saja Rani terjatuh.
"Aku memang seharian sibuk Poo banyak laporan yang harus aku cek." jawab Dito.
__ADS_1
"Aku hubungi Anton tadi katanya kamu masih disini." lanjut Dito yang justru memeluk Rani dengan erat sambil meletakkan kepalanya dipunggung Rani dan menghirup aroma tubuh Rani.
"Boo, masih di cafe ini." lirih Rani karena merasa tidak enak jika nanti ada orang yang melihatnya seperti itu meskipun mereka sudah sah menjadi suami istri.
"Berarti nanti kalau di rumah boleh dari ini ya Poo." jawab Dito sambil memaksa Rani agar duduk menghadap dirinya sehingga kini Dito berhadapan dengan Rani yang masih duduk dipangkuan Dito.
"Ya beda lah Boo kalau uda di rumah." ucap Rani.
Tetapi tiba-tiba saja Dito mendekatkan bibirnya dengan bibir Rani, dan sedetik kemudian Dito mencium bibir Rani yang awalnya hanya menempel saja tiba-tiba Dito sedikit menye-sapnya dengan lembut. Rani pun membalasnya bahkan dia memejamkan mata menikmati cumbuan dari Dito.
"Yuk pulang Poo, uda gak tahan." bisik Dito.
"Makan dulu aja sekalian kan kita katanya mau pulang ke apartemen gak ke rumah Mama." jawab Rani yang turun dari pangkuan Dito dan berjalan keluar dari ruangan menuju pantry untuk memesan makanan kepada karyawannya.
"Iya deh." jawab Dito yang kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan memejamkan mata karena merasa capek setelah seharian bekerja.
Tidak berapa lama Rani kembali dengan membawa makanan dan minuman di nampan kemudian dia letakkan di atas meja. Setelah itu menghampiri Dito dan duduk disampingnya karena melihat Dito yang terlihat sangat capek.
__ADS_1
"Capek ya Sayang?" tanya Rani sambil menyentuh pelan lengan Dito.
Dito pun langsung terbangun karena sentuhan Rani dan membenarkan duduknya.
"Iya Poo." jawab Dito sambil berjalan ke wastafel di ruangan tersebut kemudian mencuci mukanya agar terlihat lebih segar.
Rani menunggunya dengan menyiapkan makanan untuk Dito. Setelah itu keduanya makan dengan lahap dengan diselingi mengobrol ringan. Apalagi Dito yang memang merasa lapar setelah seharian otaknya dia pakai untuk memikirkan pekerjaan.
...****************...
Ow ya Kak, nanti mulai 1 april aku mau coba ikutan tantangan tulis novel 30 hari 50.000 kata. Rencananya aku mau ceritakan tentang Kelvin dan Angel aja gimana? Komen donk...
Mohon dukungannya ya Kak 🥰🙏
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1