Sweet Memories

Sweet Memories
Crazy Date


__ADS_3

Langit mulai menghitam, sayup angin malam mulai menyapa. Stefani berdiri di depan rumahnya sambil menatap angka yang terus berganti di layar ponselnya.


" Sorry telat sayang " Bisik Reza genit.


" Lo mau ngajak gue kemana " sambar Stefani galak


" Ke tempat sepi nan romantis yang udah di siapkan " senyum licik Reza


" Gak usah, kalau ke kafe dan tempat romantis kayak gitu udah biasa. Gue ada tempat sepi, dan senyap yang cocok buat kita "


" Ok kita berangkat " jawab singkat Reza membuka pintu mobil dan mempersilahkan Stefani masuk.


Suara jangkrik mulai nyaring, samar-samar pandangan mulai kabur, dingin angin terasa menggigit. Stefani terus berjalan semakin dalam hampir hilang dari pandangan Reza yang terus mengejar bayangan Stefani.


" Eh cewek gila. ngapain lo ngajakin gue kesini?. " bentak Reza


" Apa salah?. Gue bilang kan tempat yang sepi senyap gak ada orang. "


" Tapi gak pemakaman juga. DASAR GILA "


" Emang otak gue udah rusak. DASAR COWOK GAK ADA AKHLAK. " Stefani berjalan lurus meninggalkan Reza di tengah pemakaman.


Reza menatap sekeliling, yang terlihat hanya batu-batu nisan yang samar-samar dari pandangan nya. Reza mencoba mengumpulkan cahaya yang tersisa di matanya dan alhasil malah makin kabur dan mendekati gelap gulita.

__ADS_1


" Sialan kenapa gelap banget. " Reza meraba ponsel yang ada di sakunya,


PLUKK...!!!


Ponsel yang susah payah Reza cari terjatuh entah kemana. Reza meraba sekelilingnya dengan susah payah karena tidak bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan malam yang mencengkram.


Suara jangkrik dan burung malam semakin nyaring di telinga, dinginnya angin malam semakin menusuk, Reza terduduk menghela napas panjang dan tanpa sengaja meraba sebuah batu nisan yang nampak tak asing di tangannya.


" Ariska Febriani " desis hati Reza tak percaya .


Stefani semakin jauh pulang meninggalkan Reza, hatinya masih kesal dengan peristiwa tadi siang. Langkah kakinya semakin jauh sejauh gerutu nya yang tak pernah henti memaki sosok Reza.


" Enak aja segampang itu bilang gue pacarnya . " ujar Stefani menghentakkan kakinya.


" Eh, tuh cowok kemana yah?." Stefani heran melihat lurus ke belakang tidak ada tanda-tanda Reza menyusulnya.


" GAWAT " Teriak hati Stefani berbalik memasuki pemakaman kembali.


Jauh dan semakin jauh Stefani berjalan,namun keberadaan Reza tak kunjung Stefani temukan. kekhawatiran semakin menyelimuti seluruh hatinya.


KREEKKK...!!!


" APA ITU " Stefani tersentak kaget menginjak sesuatu yang keras dan akhirnya menyala.

__ADS_1


" Ponsel ?. " tanya hati Stefani.


Stefani meraih ponsel itu hati-hati. di usap layarnya dan melihat Poto GATR di dalamnya.


TERRRTTTT....TERRRRTTT....TERRRRTTT....


Stefani melempar ponsel itu kaget setelah bergetar tanda ada panggilan masuk. Dengan hati-hati Stefani mendekati ponsel itu dan meraihnya kembali.


" Angga ?. " Stefani melihat nama di layar ponsel Reza.


" Za, Lo kemana sih?. Kape nya udah gue booking, sampe lilin-lilin dan musiknya udah ok dari tadi. Lo kemana dulu sih?. Aneh gue. " oceh Angga tiada henti.


Stefani hanya tertegun mendengar kata-kata itu.


" Za, Lo gak nyasar kan?. mata Lo gak kenapa-kenapa kan?. Rabun Lo gak kambuh kan?. " tanya Angga mulai khawatir.


." APA? . REZA RABUN " Stefani kaget tak kepayang mendengar semua itu. Stefani mulai sadar, Sedari tadi Reza meraba-raba jalan mengikuti langkah Stefani sampai sejauh ini.


" Apa dia gak sadar kalau tadi gue bawa ke pemakaman?. " teriak hati Stefani semakin bersalah.


Stefani menutup panggilan Angga dan berlari tak tentu arah mencari-cari sosok Reza dengan getaran hati yang tak menentu.


........ BERSAMBUNG........

__ADS_1


Nantikan terus kelanjutan nya yah😉.


di tunggu like dan komennya🥰


__ADS_2