Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 19


__ADS_3

"Maksudnya Dok?" tanya Bu Anya yang lebih penasaran dengan perkataan Dr.Aditya.


Sebelum menjawab, Dr.Aditya lebih dulu tersenyum menatap keluarga di depannya.


"Maksud saya, Rani segera memberi cucu jadi pasti kesehatan Pak Bagas bisa segera pulih." jawab Dr.Aditya.


Mendengar itu Rani menelan salivanya dengan susah payah, bagaimana mau memberi cucu bahkan sampai detik ini saja dia dan Dito belum melakukan malam pertama. Rani hanya menanggapi dengan tersenyum canggung karena tidak tahu akan menjawab apa.


"Ow kalau itu sudah pasti Dokter." ucap Bu Anya yang justru bersemangat.


Akhirnya Rani pun berpamitan untuk ke kamarnya setelah memastikan Ayah mertuanya baik-baik saja. Dan Rani juga berniat ingin menghubungi Dito karena bagaimanapun Dito sebagai anak harus tahu jika Papanya sedang sakit.


Begitu sampai di kamar, Rani segera mencuci mukanya dan berganti pakaian santai karena setelah seharian berada diluar membuat Rani merasa gerah.


Setelah itu dia mengambil ponselnya dan menghubungi Dito. Dan hanya sebentar saja menunggu nada sambungnya, Dito sudah menjawab panggilan dari Rani.


"Ya, Poo?" tanya Dito yang saat itu menerima telepon sambil fokus kepada laptop didepannya.


"Uda makan Boo?" tanya Rani, karena Rani khawatir jika Dito melupakan kesehatannya karena terlalu fokus bekerja.


"Uda barusan Poo. Kamu sudah pulang?" jawab Dito dan kembali bertanya kepada Rani.


"Uda. Ow ya Boo, Papa sakit dan sekarang ada Dr.Aditya dirumah." ucap Rani memberitahu Dito.


Mendengar itu Dito langsung menghentikan aktifitasnya dan segera menyimpan data serta mematikan laptopnya.


"Sakit apa Poo?" tanya Dito panik dan khawatir.


"Kata Dr.Aditya cuma kecapekan kog dan sekarang uda baik-baik aja tapi Papa gak mau di rawat di Rumah sakit." jawab Rani apa adanya.


Meskipun Rani bilang seperti itu, tetapi Dito cukup tahu jika Dr.Aditya sudah menyarankan untuk dirawat di Rumah Sakit berarti ada sesuatu yang penting. Daripada banyak pikiran dan pertanyaan, Dito pun bersiap pulang ke rumah.


"Ya uda aku pulang sekarang aja Poo." ucap Dito.

__ADS_1


Karena dia juga sedang merasa tidak enak badan dan lebih baik memutuskan untuk beristirahat dirumah saja.


"Ya sudah hati-hati ya Boo." jawab Rani.


Akhirnya panggilan pun berakhir dan Dito bersiap untuk pulang.


Sedangkan Rani membuka paper bag yang tadi dibelikan Bu Anya untuknya. Rani pun mengambil salah satu dan dia rentangkan ke atas.


"Masa iya aku harus pakai pakaian kayak gini di depan Mas Dito?" gumam Rani yang merasa geli sendiri membayangkan jika dirinya memakai pakaian tersebut.


"Tapi kalau gak dipakai trus buat apa kan sudah dibeli. Lagian memang sudah jadi kewajiban ku sebagai istri untuk melayani suami." akhirnya Rani pun memutuskan nanti malam akan dia pakai ketika bersama dengan Dito.


Rani pun kembali menyimpan pakaian tersebut di paper bag kemudian memilih pergi ke dapur untuk membantu asisten rumah tangga menyiapkan makan malam dan juga menunggu Dito pulang kerja.


...----------------...


Setelah memastikan semua beres, Dito segera keluar dari ruangannya. Dia menghampiri meja Angel yang saat itu sedang fokus bekerja.


"Angel, saya mau pulang sekarang. Untuk kerjaan selanjutnya kamu handle dulu sementara." ucap Dito memberi perintah kepada Angel.


"Baik Pak. Hati-hati dijalan, salam buat Bu Rani." jawab Angel dengan sopan.


Dito hanya menjawabnya dengan deheman kemudian dia segera berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan untuk membawanya turun.


Bersamaan dengan Dito yang keluar dari perusahaan, ternyata Kelvin mendatangi perusahaan Dito tanpa memberitahu Dito terlebih dahulu. Sehingga Kelvin tidak tahu jika Dito sudah pulang lebih awal.


Kelvin pun tidak bertanya kepada resepsionis karena Kelvin berpikir bahwa Dito pasti ada di ruangannya. Sehingga Kelvin segera menuju lift ke ruangan Dito.


Begitu sampai diatas Kelvin terlebih dahulu menghampiri Angel, yang seperti biasa jika tidak ada orang Angel akan melepas blazernya.


"Hai seksi." sapa Kelvin dengan nada mesum sambil mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Angel dan tentu saja agar Kelvin bisa melirik benda kenyal milik Angel yang menyembul di balik kemejanya.


Angel pun terkejut kemudian dia sedikit memundurkan tubuhnya ke sandaran kursi, karena jarak mereka cukup dekat dan sedikit saja jika tetap seperti itu bisa dipastikan mereka akan berciuman.

__ADS_1


"Siang Pak Kelvin." sapa Angel sopan.


"Kog Pak lagi." jawab Kelvin.


"Masih dikantor Pak." bisik Angel.


Kelvin pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Dito adakan?" tanya Kelvin.


"Maaf Pak, baru saja Pak Dito pulang lebih awal. Bapak tidak bertemu di lobby atau di basement mungkin?" jawab Angel dan kembali bertanya kepada Kelvin.


Kelvin pun mengerutkan keningnya. Karena tumben-tumbenan Dito pulang lebih awal, dan Kelvin yakin pasti ada sesuatu yang membuat Dito pulang lebih awal.


"Gak ketemu gue. Memangnya ada apa kog pulang lebih awal?" tanya Kelvin, karena mungkin saja Dito memberikan alasan kepada Angel kenapa dia harus pulang lebih dulu meskipun itu adalah perusahaannya sendiri tetapi sebagai seorang atasan tidak bisa sesuka hati.


"Maaf Pak, Dito tidak mengatakan apa-apa." jawab Angel.


Kelvin pun menganggukkan kepalanya. Kemudian dia melihat jam dipergelangan tangannya.


"Lu satu jam lagi pulang kerja kan?" tanya Kelvin.


"Iya Pak." jawab Angel.


"Oke gue tunggu di cafe sebelah kantor ya, nanti kalau sudah pulang langsung ke sana aja." ucap Kelvin.


Angel pun terdiam untuk memikirkan tawaran Kelvin. Tetapi belum sempat dia menjawab Kelvin sudah lebih dulu membuka suara lagi.


"Uda gak usah banyak mikir. Gue tunggu disana, jangan lupa." ucap Kelvin sambil berjalan menuju lift dan akan keluar dari perusahaan Dito menuju cafe dimana dia akan menunggu Angel pulang bekerja.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2